Showing posts with label coppa italia. Show all posts
Showing posts with label coppa italia. Show all posts
Wednesday, 8 February 2012
AC Milan vs Juventus: 10 Tahun Tanpa Gelar Juara Coppa
Pertemuan Milan kontra Juve Kamis (9/2/2012) dini hari WIB dipastikan berlangsung panas dan ketat. Kedua tim tak hanya harus saling bunuh di semifinal Copa Italia, tapi juga sedang bersaing sengit memperebutkan gelar Scudetto Serie A Italia.
Tak disangsikan lagi jika pertemuan dua tim besar Italia ini selalu disebut laga klasik. Keduanya sudah sering berjumpa dalam kurun waktu 100 tahun. Namun keduanya sama-sama tidak pernah lagi mengangkat trofi Coppa dalam 10 tahun terakhir.
Lamanya puasa gelar yang dirasakan kedua tim dipastikan jadi faktor pemicu pemain dari kedua kesebelasan untuk tampil habis-habisan demi menjaga gengsi dan harga diri sebagai tim besar Italia.
"Kami akan bermain melawan tim bagus, di pertandingan seperti ini tidak ada tim yang difavoritkan. Saya tidak akan berbicara tentang Juventus kami hanya mau bermain dengan menunjukkan karakter," kata gelandang Milan, Antonio Nocerino, dilansir acmilan.com. jadi salah satu pemain penting dalam skuad Milan menyusul banyaknya gelandang tuan rumah yang mengalami cedera. Kevin-Prince Boateng, Alberto Aquilani, dan Gennaro Gattuso dipastikan absen.
Pelatih Milan Massimiliano Allegri bahkan menyatakan cukup khawatir dengan kondisi timnya yang ditinggal banyak pemain di posisi gelandang. Ini tentunya cukup mengganggu performa Milan jelang laga melawan Juventus. "Kami hanya memiliki lima pemain di posisi gelandang, itu artinya mereka semua akan masuk ke dalam line up dan hanya memiliki satu pemain di bangku cadangan. Ini cukup riskan untuk sebuah pertandingan besar," kata Allegri.
AC Milan vs Juventus: Mental Pirlo Diuji Saat Reuni
Duel dua tim raksasa Italia, AC Milan dan Juventus, akan bertabur pemain bintang. Namun dari sekian bintang, sosok gelandang Andre Pirlo dipastikan bakal mendapatkan sorotan paling tajam.
Pirlo yang sekian lama menjadi punggawa I Rossoneri, kini akan datang ke San Siro dengan kostum I Bianconeri. Bersama Juve, Pirlo bakal melakoni reuni mematikan pada leg pertama babak semifinal Coppa Italia, Kamis (9/2/2012) dini hari.
Terbuang dari Milan, Pirlo justru mampu memberi pengaruh besar pada Juve sejak pindah awal musim ini. Gelandang tim nasional Italia itu jadi ruh lini tengah si Nyonya Tua dengan umpan-umpan matang yang selalu memanjakan pemain depan seperti Alessandro Matri.
Gelandang berusia 32 tahun ini merasa nyaman dan mengawali musim kompetisi dengan sangat baik bersama Juve. "Saya tidak menyangka bisa bermain dalam level ini," katanya dikutip AFP.
Kini mental Pirlo akan benar-benar diuji melawan Milan di San Siro. Pada pertemuan pertama di Serie A musim ini, Pirlo ikut membantu Juve menekuk Milan 2-0 di Stadion Juventus, Turin.
SPESIAL: Lima Cara Milan Akhiri Catatan Tak Terkalahkan Juventus
Berhadapan di Coppa Italia dinihari nanti, Milan punya kans besar untuk menundukkan Juventus selama lima strategi versi Kris Voakes, Editor GOAL.com Italia, bisa dipenuhi.
Dinihari nanti, dua tim tersukses di Italia akan berduel satu sama lain di San Siro untuk memerebutkan jatah tiket ke semi-final Coppa Italia.
Laga dinihari nanti akan menjadi laga pertama dari tiga laga yang dijadwalkan akan dilakoni kedua tim dalam enam pekan ke depan. Laga paling menentukan tentunya ada di ajang Serie A Italia karena bisa menentukan siapa yang akan meraih scudetto di musim ini.
Namun sebelum sampai pada laga itu, kedua tim akan melakoni duel leg pertama di Coppa Italia dinihari nanti.
Juventus sedikit banyak diunggulkan. Pasalnya sejauh ini mereka belum terkalahkan. Total sudah 23 laga dijalani Juventus tanpa sekali pun tersentuh kekalahan.
Jadi, meski pun harus melakoni laga di depan pendukungnya sendiri, Milan tahu tidak akan mudah bagi mereka untuk bisa menundukkan Juventus. Harus ada cara tersendiri untuk memaksa Il Bianconeri merasakan pahitnya kekalahan. Editor GOAL.com Italia Kris Voakes memiliki analisa sendiri mengenai bagaimana Milan bisa memaksa Juventus bertekuk lutut.
--BERMAIN BERTAHAN--
Keberhasilan tim mana pun yang bisa menahan Juventus bisa dijadikan bahan belajar oleh Milan. Kesamaan dari klub-klub tersebut adalah mereka berani bermain bertahan.
Memang hal ini tidak sesuai dengan filosofi Milan, akan tetapi jika mereka ingin bisa mencatat hasil yang menguntungkan di kemudian hari, cara tersebut bisa diambil.
Jika tidak, Milan yang terbiasa dengan permainan menekan dan mengejar bola semaksimal mungkin, tersingkir di perempat-final bisa mereka alami.
--MENYERANG CEPAT--
Milan tetap bisa memaksimalkan kemampuan terbaik mereka, yaitu melakukan serangan frontal di sepertiga lapangan lawan. Zlatan Ibrahimovic bisa tetap diandalkan dan Milan bisa tetap berbahaya.
Bermain melawan Juventus, Milan mungkin memiliki lebih banyak ruang untuk menyerang seperti yang sudah mereka tunjukkan saat melawan Barcelona di awal musim ini. Untuk bisa memaksimalkan potensi menghancurkan, menggunakan tenaga muda sehingga bisa memaksa Stephan Lichtsteiner di daerahnya sendiri.
--START WITH SEEDORF--
Di usianya yang nyaris 36 tahun, pemain asal Belanda itu masih sangat bisa diandalkan di sektor tengah Milan. Bukan tanpa alasan jika Massimiliano Allegri lebih mempercayai Seedorf ketimbang pemain lain yang lebih muda.
Seedorf punya visi bermain yang luar biasa, kemampuan mengirim umpan dan melepas tendangan yang sama baiknya, dan dengan Andrea Pirlo sudah berlabuh di kubu lawan, Seedorf bisa juga mengantisipasi pengaruh pemain Juventus itu sepanjang laga.
--MEMAKSIMALKAN PERAN IBRA--
Pemain ini terkenal bengal dan tak jarang membuat kesalahan bodoh. Tapi harus diakui jika Zlatan Ibrahimovic juga termasuk pemain terbaik dalam urusan menjebol gawang dan Milan sangat beruntung memilikinya.
Melawan Juventus, peran Ibra tak bisa dibedakan seperti sebelumnya, malah harus ditingkatkan. Apalagi Juventus kerap bermain menekan di zona mereka sendiri saat bertahan. Jadi, jika Juventus setia dengan strategi pertahanan mereka, akan sangat penting bagi Milan untuk memaksimalkan kemampuan pemain terbaik mereka.
--WASPADAI PEMAIN TUA--
Pemain seperti Alessandro Del Piero dan Pirlo ternyata menjadi pemain yang paling menakutkan yang dimiliki Juventus.
Pirlo misalnya, di mana dia menjadi pengatur lini tengah Juventus, mulai dari tempo, strategi bermain di lapangan dan menjadi eksekutor bola-bola mati.
Del Piero juga tak bisa diremehkan. Sudah banyak contoh yang ditunjukkan mengapa pemain ini masih sangat layak mendapat respek dari pemain lain.
Beruntungnya, Milan memiliki pemain seperti Thiago Silva untuk Del Piero, dan Mark Van Bommel untuk mematikan kontribusi Pirlo.
Milan-Juventus: Kalahkan Yang Tak Terkalahkan
Coppa Italia 2011/12 - Leg Pertama Perempat-Final
Milan bisa jadi mendapat ujian sulit di San Siro dinihari nanti di leg pertama perempat-final Coppa Italia dengan Juventus menjadi lawan.
Dibilang sulit karena Milan memiliki rekor tak mengesankan menghadapi tim-tim papan atas Italia di musim ini. Di kompetisi domestik, hanya Roma yang bisa dikalahkan. Selebihnya, jika tidak imbang, ya kalah.
Selain itu, Juventus juga tak terkalahkan di musim ini, baik di ajang Coppa Italia mau pun kompetisi domestik Serie A.
Untuk komposisi tim, Milan masih harus kehilangan Antonio Cassano, Alexandre Pato, Kevin-Prince Boateng, Alberto Aquilani, Mathieu Flamini, Alexander Merkel dan Gennaro Gattuso karena cedera. Sementara Juventus hanya ditinggal Simone Pepe yang dibebat cedera. Akan tetapi Antonio Conte melakukan modifikasi di skuadnya, seperti memasukkan Marco Storari sebagai pengganti Gigi Buffon dan lain sebagainya.
Prediksi Skuad:
Milan: Amelia, Abate, Bonera, Thiago Silva, Mesbah, Ambrosini, Van Bommel, Nocerino, Seedorf, El Shaarawy, Ibrahimovic
Juventus: Storari, Lichtsteiner, Bonucci, Chiellini, De Ceglie, Vidal, Pirlo, Marchisio, Giaccherini, Borriello, Vucinic
Prediksi Hasil:
Milan 1-1 Juventus
Thursday, 19 January 2012
Allegri Puji Karakter Milan
Milan - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengaku kecewa karena timnya harus bertarung hingga 120 menit untuk mengalahkan Novara. Tapi, dia tetap senang karena anak buahnya menunjukkan karakter yang hebat.
Bertemu Novara di babak 16 besar Coppa Italia, Kamis (19/1/2012) dinihari WIB, Milan tak bisa menang di waktu normal. Meski sempat unggul dulu lewat gol Stephan El Shaarawy, Rossoneri akhirnya harus melalui babak perpanjangan waktu karena gawang mereka dijebol Ivan Radovanovic pada menit ke-88.
Di babak extra time, Pato yang masuk sebagai pemain pengganti tampil sebagai pahlawan. Golnya pada menit ke-100 memastikan skor 2-1 untuk Milan. Il Diavolo Rosso pun melaju ke perempatfinal.
"Saya kecewa karena kami harus bermain 120 menit. Kami harusnya bisa menuntaskan pertandingan lebih awal. Tapi, anak-anak tampil bagus untuk melaluinya dalam cara terbaik," ungkap Allegri di situs resmi klub.
Dalam laga kontra Novara, Allegri mengombinasikan beberapa pemain muda seperti El Shaarawy dan Alexander Merkel dengan pemain-pemain gaek semacam Filippo Inzaghi, Massimo Ambrosini, dan Alessandro Nesta. Perpaduan di antara mereka cukup memuaskan Allegri.
"Pertandingan telah menunjukkan bahwa kami punya pemain-pemain muda dengan prospek yang bagus. Tapi, saya ingin menggarisbawahi bahwa saat waktunya datang, para pemain yang disebut 'pemain-pemain tua' menunjukkan karakter dan juga tekniknya," kata Allegri.
"Merkel punya pertandingan yang bagus. El Shaarawy juga bermain bagus dan banyak berkembang, khususnya dalam dua bulan terakhir dan dia pastinya sudah bermain bagus," tuturnya.
Yang paling menyenangkan Allegri adalah karakter yang sudah dipertontonkan timnya dalam pertandingan dinihari tadi.
"Dari malam ini, saya ingin kami mendekati pertandingan dengan baik, menang, dan lolos ke babak berikutnya. Para pemain sudah menunjukkan karakter yang hebat dan profesionalisme," tandas pelatih 44 tahun ini.
source : detiksport
Subscribe to:
Posts (Atom)




