Showing posts with label Filippo Inzaghi. Show all posts
Showing posts with label Filippo Inzaghi. Show all posts
Friday, 21 September 2012
Filippo Inzaghi - Massimiliano Allegri Bersitegang
Inzaghi menyebut Allegri tidak serius melakukan tugasnya, sementara sang pelatih menuding mantan striker mengincar posisisnya di bench Milan.
Di tengah krisis di kubu AC Milan, kabar tak sedap yang melibatkan allenatore Massimiliano Allegri terus muncul. Selain rumor pemecatan, Allegri kini dikabarkan terlibat adu mulut dengan mantan striker I Rossoneri, Filippo Inzaghi, di kamp latihan.
Bekas allenatore Cagliari itu memang tengah dalam tekanan menyusul hasil minor yang diraih Milan dalam empat laga awal musim ini. Salah satu nama yang muncul untuk menggantikan posisinya tidak lain adalah Inzaghi, yang sekarang membesut tim junior.
Dilaporkan La Gazzetta dello Sport dan Corriere dello Sport, perdebatan keduanya dipicu setelah Inzaghi mengabaikan Allegri dalam kunjungannya ke kamp latihan, Kamis (20/9).
Kedua pihak terlibat adu mulut dan mantan attacante Juventus menyebut Allegri "tidak cukup serius menjalankan pekerjaan". Perseteruan kian tegang menurut sejumlah saksi mata karena bos Milan menuduh Inzaghi ingin mengambil alih posisinya.
Ketika ditanya mengenai indisen tersebut, wakil presiden Adriano Galliani mencoba mendinginkan suasana.
"Saya bicara dengan Allegri dan Inzaghi dan keduanya melupakan insiden itu. Bagi saya episode itu seolah tidak pernah terjadi," jelasnya.
Source : goal.com
Thursday, 20 September 2012
Milan Sempat Ingin Pertahankan Gattuso-Inzaghi
Perubahan radikal dilakukan AC Milan musim panas lalu. Betapa tidak, dua belas pemain bintang terpaksa angkat kaki dari San Siro.
Krisis keuangan memang melatari putusan manajemen. Tak heran, mereka yang hijrah pun merupakan pemain bergaji tinggi semisal Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva.
Namun, sesungguhnya, I Rossoneri dapat saja memertahankan beberapa diantara mereka. Hal itu diungkapkan oleh kapten Massimo Ambrosini.
"Direksi sempat ingin membaharui kontrak beberapa pemain yang telah pergi. Aku mengacu pada Genaro Gattuso dan Alessandro Nesta," ungkap Ambrosini seperti dilansir AC Milan News.
Terduksinya kekuatan tim tak lantas mengurangi ambisi sang kapten. Pasalnya, rasa lapar masih menaungi Ambrosini meski telah memenangkan banyak gelar.
"Aku telah memenangkan empat Scudetto, tapi memenangkannya musim ini tentu jadi hal paling luar biasa," tandas Ambrosini.
Source : duniasocer
Monday, 14 May 2012
Filippo Inzaghi Tak Setuju Jerseynya Dimuseumkan
Inzaghi berharap pemain lain yang mengenakan nomor punggung sembilan bisa memberikan sukses kepada Milan.
Filippo Inzaghi terlihat sangat emosional usai mencetak gol penentu kemenangan di laga terakhirnya bersama AC Milan. Attacante gaek ini juga mengaku bangga melihat Milanisti mengelu-elukan namanya, termasuk membawa spanduk besar dengan nomor punggung sembilan, bertuliskan Pippo.
"Cinta para fans? Surat terbuka saya [melalui laman resmi Milan] mengatakan semuanya. Ada sesuatu magis dan spesial yang membuat saya sangat menghargai mereka," kata Inzaghi kepada Sky Sport.
"Jika saya menulis sejarah sendiri saya tak bisa menuliskannya lebih baik dari ini. Melihat fans di stadion sangat fantastis juga dengan poster Pippo 9, meski itu bukan nama asli yang tertera di jersey saya," lanjutnya.
Sempat tersiar kabar nomor punggung sembilan akan dimuseumkan Milan, sama seperti nomor tiga milik Paolo Maldini dan enam yang dipatenkan Franco Baressi, sebagai penghormatan kepada Inzaghi.
"Tidak adil memensiunkan jersey nomor sembilan, karena sebelum saya memakainya ada para juara yang lebih dulu menggunakannya, Marco van Basten dan George Weah."
Source : goal.com
Filippo Inzaghi: Berat Tinggalkan AC Milan
Inzaghi menutup petualangannya bersama Milan dengan mencetak gol penentu kemenangan atas Novara.
Filippi Inzaghi memberikan kado manis di hari terakhirnya membela AC Milan melalui sebuah gol penentu kemenangan atas Novara. Bersama pemain lainnya, Inzaghi terlihat emosional saat merayakan gol terakhir untuk I Rossoneri.
Bersama Milan, pemain yang akrab disapa Pippo ini meraih total sembilan gelar, termasuk masing-masing dua Scudetti dan Liga Champions. Tak heran jika Pippo sulit menanggalkan jersey Merah Hitam yang menjadi kebanggaannya sejak 11 tahun lalu.
"Tak ada yang bisa dikatakan. Saya latihan keras kemarin meski faktanya ini akan menjadi laga terakhir dan saya menyiapkan gol ini," tandas Pippo.
"Dengan seragam ini saya mencetak 300 gol dan 300 pertandingan di stadion ini, di depan orang-orang saya."
"Ini sebuah sensasi luar biasa. Saya merasa baik dan berat meninggalkan Milan. Bermain di tempat lain selain Milan adalah ide berat, jadi saya butuh beberapa hari untuk mengambil keputusan," imbuhnya.
"Saya akan kembali ke Milan, karena ada sebuah kecintaan besar antara kami yang tidak berakhir hari ini," tutup mantan pemain Juventus.
Source : goal.com
Filippo Inzaghi Beri Kado Kemenangan Terakhir Buat Milan
Sebelum hengkang, penyerang veteran Milan itu memberikan kemenangan untuk timnya di laga terakhir Serie A Italia.
Milan mengakhiri musim Serie A Italia 2011/12 dengan kemenangan setelah menundukkan Novara dengan skor 2-1 di San Siro, Minggu (13/5) malam WIB.
Meski tak berarti apa pun dalam persaingan ke tangga juara, mengingat scudetto sudah pasti diraih Juventus minggu lalu, kemenangan tersebut bisa menjadi kado spesial di akhir
Hebatnya lagi, yang memberikan kado spesial tersebut adalah Filippo Inzaghi, penyerang veteran yang akan meninggalkan Milan di akhir musim ini.
Inzaghi mencetak golnya di menit 82. Sebelumnya Milan sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Santiago Garcia di menit 20 sebelum disamakan Mathieu Flamini, pemain Milan lain yang akan hengkang di akhir musim, di menit 56.
Milan tetap berada di peringkat dua Serie A dan berhak lolos otomatis ke Liga Champions musim depan, mendampingi Juventus.
Laga sendiri diwarnai dengan sejumlah momen emosional. Fans menunjukkan ucapan terima kasih mereka kepada tiga pemain kesayangan yang akan meninggalkan Milan di akhir musim, Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso dan Inzaghi. Gattuso bahkan sampai menangis melihat sambutan fans.
Selain tiga pemain itu, pemain lain yang akan meninggalkan Milan adalah Clarence Seedorf, Gianluca Zambrotta dan Mark Van Bommel.
Milan turun di kandang sendiri dengan kekuatan lapis kedua mereka. Soalnya sejumlah pemain andalan masih dibebat masalah cedera. Kevin-Prince Boateng juga mengalami cedera saat laga memasuki menit ke-11, yang kemudian memaksanya keluar lapangan dan digantikan oleh Flamini.
Tapi Milan tetap dominan menjalani laga mereka, meski akhirnya tertinggal lebih dulu ketika laga memasuki menit 20. Santiago Garcia menyontek bola dari jarak dekat dan memaksa Marco Amelia mengambil bola dari gawangnya.
Setelahnya Milan terus menekan, tapi gol baru bisa tercipta di paruh kedua. Mendapat bola dari Antonio Cassano, Flamini melepas tendangan keras yang tak mampu dibendung Mario Alberto Fontana.
Momen berikutnya dipenuhi momen spesial, seperti dimasukkannya Inzaghi menggantikan Cassano, dan Nesta yang mengisi pos yang ditinggalkan Gattuso. Pergantian itu mendapat sambutan luar biasa dari fans.
Inzaghi akhirnya membuat akhir yang sempurna dalam menjalani karirnya sebagai pemain di Milan. Mendapat umpan dari Seedorf, Inzaghi mengontrol bola dengan dadanya dan melepas tendangan setengah voli dengan kaki kanan. Gol itu dirayakannya dengan antusias dan mendapat sambutan luar biasa dari Milanisti. Milan akhirnya menang 2-1.
Source : goal.com
Saturday, 12 May 2012
Susul Gennaro Gattuso & Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi Juga Tinggalkan Milan
Dalam dua hari, sudah tiga pemain senior Milan yang mengumumkan akan meninggalkan San Siro di akhir musim.
Para pemain veteran Milan sepertinya membuat kesepakatan tersendiri untuk sama-sama meninggalkan klubnya di akhir musim.
Indikasi itu muncul setelah Filippo Inzaghi juga memutuskan mundur dari Milan di akhir musim. Sebelumnya Gennaro Gattuso dan Alessandro Nesta sudah terlebih dulu menyatakan meninggalkan Milan di akhir musim ini.
"Hari ini saya ingin berterima kasih dengan penghargaan dan emosi kepada presiden Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani," Inzaghi dalam surat terbukanya yang dirilis di laman resmi Milan.
"Semangat dan kemampuan mereka menularkan emosi membuat saya jauh lebih kuat dan mendorong saya melewati banyak batasan."
Inzaghi juga mengucapkan terima kasihnya kepada semua orang di Milan, mulai dari staff yang bertugas di tim junior, operator telepon, pekerja gudang, fisioterapis, dokter, koki hingga mereka yang ada di stadion dan di ruang ganti.
"Terima kasih juga kepada Carlo Ancelotti, saya banyak meraih kemenangan denganmu. Selamat tinggal kepada fans yang luar biasa yang sudah mengikuti dengan semangat dan hasrat mereka. Selamat tinggal rekan saya sekarang ini dan sebelumnya," ujar Inzaghi.
Namun tidak dijelaskan apa yang akan dilakukan Inzaghi setelah meninggalkan Milan.
Source : goal.com
Friday, 11 May 2012
Filippo Inzaghi Belum Habis!
Adik Pippo optimistis penyerang gaek itu masih mampu memberikan performa terbaik di lapangan.
Masa depan Filippo Inzaghi bersama AC Milan masih menjadi teka-teki, namun besar kemungkinan attacante veteran itu akan meninggalkan San Siro di akhir musim. Pemain yang musim panas nanti genap berusia 39 tahun tidak masuk dalam tim inti I Rossoneri karena sering dibekap masalah kesehatan.
Saat rumor hengkangnya Pippo musim panas ini makin santer terdengar adik kandungnya, Simone Inzaghi, justru yakin eks punggawa Juventus itu belum akan mengakhiri karier sepakbolanya.
"Pippo membuat sejarah bersama Milan dan terkena dampak kepergiannya," kata Simone, eks pemain Lazio yang kini menukangi tim junior Biancocelesti.
"Dia berterima kasih kepada Rossoneri atas apa yang telah mereka lakukan, tapi saya pikir seharusnya ada juga rasa terima kasih dari klub dan fans untuknya."
"Secara fisik Pippo masih fit dan dia masih bisa bermain untuk beberapa tahun ke depan. Tahun ini dia berharap bisa tampil lebih banyak, tapi dia baru pulih dari cedera serius. Dia belum memutuskan masa depannya, tapi dia sadar masih bisa memberikan sesuatu di pertandingan," pungkas Simone.
Source : goal.com
Saturday, 24 December 2011
Novara Tertarik Rekrut Filippo Inzaghi
Di tengah teka-teki masa depan bersama AC Milan, Filippo Inzaghi diminati Novara. Pelatih Attilio Tesser tak ragu menyatakan ketertarikannya memboyong striker veteran itu.
"Akan menyenangkan bisa melatih Inzaghi. Dia pemain yang diinginkan pelatih mana pun," kata Tesser.
"Saya tahu dia profesional dan akan menyenangkan - ini sebuah mimpi, demikian juga klub lainnya.
Saya pernah katakan kepada publik jika memungkinkan, kami akan tertarik," sambung Tesser.
Inzaghi diprediksi akan hengkang dari San Siro pada transfer musim dingin setelah hanya melakoni tiga laga di semua kompetisi musim ini.
Kontraknya akan habis di akhir musim depan, namun peluang mendapatkan kontrak baru sangat kecil. Sementara itu Rossoneri terus mengejar penyerang Manchester City Carlos Tevez untuk didatangkan awal tahun depan.
"Akan menyenangkan bisa melatih Inzaghi. Dia pemain yang diinginkan pelatih mana pun," kata Tesser.
"Saya tahu dia profesional dan akan menyenangkan - ini sebuah mimpi, demikian juga klub lainnya.
Saya pernah katakan kepada publik jika memungkinkan, kami akan tertarik," sambung Tesser.
Inzaghi diprediksi akan hengkang dari San Siro pada transfer musim dingin setelah hanya melakoni tiga laga di semua kompetisi musim ini.
Kontraknya akan habis di akhir musim depan, namun peluang mendapatkan kontrak baru sangat kecil. Sementara itu Rossoneri terus mengejar penyerang Manchester City Carlos Tevez untuk didatangkan awal tahun depan.
Friday, 2 December 2011
Allegri: Sebaiknya Inzaghi Tidak Usah Pergi
Bos AC Milan, Massimiliano Allegriberpendapat idealnya striker veteran Filippo Inzaghi tidak keluar dari San Siro pada bursa transfer pemain bulan Januari mendatang.
Striker yang telah berusia 38 tahun itu sebelumnya sempat mengutarakan bahwa ia sudah tak betah terus menjadi penghangat bangku cadangan Milan, ia ingin angkat koper dari sana.
"Sebaiknya dia bertahan di Milan saja, sebab saya pikir dalam perjalanan musim ini dia masih akan bisa mendapatkan tempat di tim ini," ucap Pria yang akrab disapa Max itu di Football-Italia.net.
"Saya sama sekali tidak berpikir untuk menjualnya di bursa transfer musim dingin nanti, namun jika si pemain unhappy mau bagaimana lagi..."
"Yang pasti situasi ini harus kami jadikan evaluasi. Iya untuk kami semua, dari si pemain, bagi klub ini dan juga bagi saya," pungkas Allegri menutup wawancaranya.
Striker yang telah berusia 38 tahun itu sebelumnya sempat mengutarakan bahwa ia sudah tak betah terus menjadi penghangat bangku cadangan Milan, ia ingin angkat koper dari sana.
"Sebaiknya dia bertahan di Milan saja, sebab saya pikir dalam perjalanan musim ini dia masih akan bisa mendapatkan tempat di tim ini," ucap Pria yang akrab disapa Max itu di Football-Italia.net.
"Saya sama sekali tidak berpikir untuk menjualnya di bursa transfer musim dingin nanti, namun jika si pemain unhappy mau bagaimana lagi..."
"Yang pasti situasi ini harus kami jadikan evaluasi. Iya untuk kami semua, dari si pemain, bagi klub ini dan juga bagi saya," pungkas Allegri menutup wawancaranya.
Massimiliano Allegri Tak Ingin Ditinggal Filippo Inzaghi
Striker veteran Milan itu diharapkan bisa tetap bertahan di musim ini.
Minimnya kesempatan bermain membuat Filippo Inzaghi terpikirkan untuk hengkang. Keinginan itu diharapkan tidak terwujud oleh Massimiliano Allegri.
Pelatih Rossoneri itu menilai Inzaghi masih masuk dalam rencananya di musim ini. Inzaghi diminta untuk lebih bersabar.
"Dia harus bertahan di Milan karena saya merasa dia akan mendapatkan tempat di tim di musim ini," ungkap Allegri yang dilansir Football Italia.
Pelatih Rossoneri itu menilai Inzaghi masih masuk dalam rencananya di musim ini. Inzaghi diminta untuk lebih bersabar.
"Dia harus bertahan di Milan karena saya merasa dia akan mendapatkan tempat di tim di musim ini," ungkap Allegri yang dilansir Football Italia.
Tapi, lanjut Allegri, jika memang yang bersangkutan ingin meninggalkan timnya di bulan Januari, dirinya akan membahas masalah tersebut dengan pihak klub.
"Jika dia ingin pergi, hal itu akan menjadi bahan evaluasi antara dirinya sendiri, klub dan saya," tandas Allegri.
"Jika dia ingin pergi, hal itu akan menjadi bahan evaluasi antara dirinya sendiri, klub dan saya," tandas Allegri.
Monday, 14 November 2011
Filippo Inzaghi Mulai Pikirkan Opsi Tinggalkan AC Milan
Filippo Inzaghi mengaku tidak tahu apakah kemampuannya masih bisa diandalkan AC Milan.
Pertengahan pekan lalu, mantan bomber Juventus berusia 38 tahun itu mengklaim dirinya masih memiliki sesuatu yang bisa ditawarkan bagi Rossoneri, tetapi opini tersebut mulai bergeser saat ditanya soal kemungkinan berganti haluan di bursa transfer Januari nanti.
"Saya ingin mengakhiri karir di San Siro, tetapi harus tahu pasti jika Milan memang butuh tenaga saya," kata Inzaghi di hadapan media.
"Jika saya merasa penting, pensiun di Milan bukan isu utama, tetapi jika situasi berkata sebaliknya, opsi lain pasti dijajaki."
"Hal paling penting sekarang adalah fokus kembali ke tengah lapangan setelah lama berkutat dengan cedera lutut."
"Apa yang akan terjadi dalam dua bulan ke depan? Kita lihat saja nanti."
Kontrak Inzaghi di San Siro akan habis musim panas tahun depan.
Source : goal.com
Pertengahan pekan lalu, mantan bomber Juventus berusia 38 tahun itu mengklaim dirinya masih memiliki sesuatu yang bisa ditawarkan bagi Rossoneri, tetapi opini tersebut mulai bergeser saat ditanya soal kemungkinan berganti haluan di bursa transfer Januari nanti.
"Saya ingin mengakhiri karir di San Siro, tetapi harus tahu pasti jika Milan memang butuh tenaga saya," kata Inzaghi di hadapan media.
"Jika saya merasa penting, pensiun di Milan bukan isu utama, tetapi jika situasi berkata sebaliknya, opsi lain pasti dijajaki."
"Hal paling penting sekarang adalah fokus kembali ke tengah lapangan setelah lama berkutat dengan cedera lutut."
"Apa yang akan terjadi dalam dua bulan ke depan? Kita lihat saja nanti."
Kontrak Inzaghi di San Siro akan habis musim panas tahun depan.
Source : goal.com
Wednesday, 9 November 2011
Pippo Menyesal Tak Pernah Diduetkan Dengan Cassano
Bola.net - Filippo Inzaghi mengaku menyesal karena ia tak pernah bisa bermain dengan striker AC Milan yang tengah sakit Antonio Cassano.
Cassano didatangkan Milan pada Januari lalu untuk mengisi posisi Pippo yang cedera lama. Kini, saat striker veteran itu come back, Cassano harus absen lama pasca operasi jantungnya.
"Kami sangat merindukan Cassano, aku tak pernah diatur dalam strategi untuk bermain bersamanya," kata Pippo tanpa bermaksud menyalahkan strategi Massimiliano Allegri.
"Ia datang saat aku cedera, ketika aku kembali, ia malah harus keluar."
"Akan sangat menyenangkan jika aku, (Zlatan) Ibrahimovic dan dirinya ada di lini depan," tandasnya
Cassano didatangkan Milan pada Januari lalu untuk mengisi posisi Pippo yang cedera lama. Kini, saat striker veteran itu come back, Cassano harus absen lama pasca operasi jantungnya.
"Kami sangat merindukan Cassano, aku tak pernah diatur dalam strategi untuk bermain bersamanya," kata Pippo tanpa bermaksud menyalahkan strategi Massimiliano Allegri.
"Ia datang saat aku cedera, ketika aku kembali, ia malah harus keluar."
"Akan sangat menyenangkan jika aku, (Zlatan) Ibrahimovic dan dirinya ada di lini depan," tandasnya
Inzaghi Ingin Akhiri Karier di Milan
Milan - Usai sembuh dari cedera ligamen lutut, Filippo Inzaghi baru tiga kali bermain musim ini. Sempat dikabarkan akan hengkang, penyerang gaek AC Milan ini menegaskan niatnya mengakhiri karier di Rossoneri.
Minimnya kesempatan bermain yang diberikan oleh pelatih Massimiliano Allegri sempat membuat masa depan Inzaghi dispekulasikan. Bahkan agen sang pemain disebut-sebut telah melakukan negosiasi awal dengan beberapa klub lain.
Namun, kesetiaan Inzaghi terhadap Il Diavolo Rosso tampaknya melebihi hasratnya untuk bermain secara reguler. Oleh karena itu, penyerang berusia 38 tahun itu memilih untuk menerima keputusan Allegri.
"Mimpiku adalah untuk tetap mengakhiri karier di sini. (Agenku) telah melakukan pertemuan dengan beberapa tim, namun tidak ada orang yang percaya aku bisa meninggalkan Milan. Aku pikir itulah jalan yang tepat," sebut Inzaghi di Football Italia.
"Aku menghormati keputusan pelatih, kemarahanku hanya 10 menit. Pelatih mengatakan padaku pilihannya dan aku mencoba untuk menerimanya. Aku bekerja dengan pemain berkualiatas tinggi yang akan memulai (pertandingan)," tambah pemain yang mengoleksi 197 gol di Liga Italia itu.
Lebih lanjut lagi, Inzaghi menyebutkan bahwa dirinya bisa menjadi gila jika harus mengakhiri karier sebagai pesepakbola pada saat ini.
"Jika pada usia 38 tahun aku telah berhenti bermain sepakbola, aku akan jadi gila. Meskipun aku harus mengakui akan memalukan jika tidak mengakhiri dengan seragam ini. Aku pikir semua orang di sini menyayangiku," tutup pemain yang sudah sepuluh musim bermain bersama Milan itu.
Musim ini Inzaghi baru tampil tiga kali bersama Milan. Baru tampil 24 menit, pemain bernomor punggung sembilan itu belum menyumbang sebiji gol pun.
Source : detiksport
Minimnya kesempatan bermain yang diberikan oleh pelatih Massimiliano Allegri sempat membuat masa depan Inzaghi dispekulasikan. Bahkan agen sang pemain disebut-sebut telah melakukan negosiasi awal dengan beberapa klub lain.
Namun, kesetiaan Inzaghi terhadap Il Diavolo Rosso tampaknya melebihi hasratnya untuk bermain secara reguler. Oleh karena itu, penyerang berusia 38 tahun itu memilih untuk menerima keputusan Allegri.
"Mimpiku adalah untuk tetap mengakhiri karier di sini. (Agenku) telah melakukan pertemuan dengan beberapa tim, namun tidak ada orang yang percaya aku bisa meninggalkan Milan. Aku pikir itulah jalan yang tepat," sebut Inzaghi di Football Italia.
"Aku menghormati keputusan pelatih, kemarahanku hanya 10 menit. Pelatih mengatakan padaku pilihannya dan aku mencoba untuk menerimanya. Aku bekerja dengan pemain berkualiatas tinggi yang akan memulai (pertandingan)," tambah pemain yang mengoleksi 197 gol di Liga Italia itu.
Lebih lanjut lagi, Inzaghi menyebutkan bahwa dirinya bisa menjadi gila jika harus mengakhiri karier sebagai pesepakbola pada saat ini.
"Jika pada usia 38 tahun aku telah berhenti bermain sepakbola, aku akan jadi gila. Meskipun aku harus mengakui akan memalukan jika tidak mengakhiri dengan seragam ini. Aku pikir semua orang di sini menyayangiku," tutup pemain yang sudah sepuluh musim bermain bersama Milan itu.
Musim ini Inzaghi baru tampil tiga kali bersama Milan. Baru tampil 24 menit, pemain bernomor punggung sembilan itu belum menyumbang sebiji gol pun.
Source : detiksport
Tuesday, 8 November 2011
Inzaghi: Saya Bisa Gila Bila Tak Bermain
Bola.net - Filippo Inzaghi benar-benar merasa frustasi dengan kondisi yang terjadi pada dirinya saat ini, apalagi kalau bukan kesempatan bermain yang tak juga kunjung tiba.
"Apabila di umur 38 tahun kesempatan bermain sepak bola dirampas dari saya, saya akan menjadi gila, meskipun saya harus mengaku akan sangat menyayangkan bila tidak menutup karier dengan seragam ini. Saya merasa semua orang di sini mencintai saya," ungkap Inzaghi dalam sebuah peluncuran buku.
Mengenai kemungkinan bakal hengkangnya dirinya di bulan Januari nanti, Inzaghi tak ingin hal tersebut terjadi.
"Impian saya adalah menyelesaikan karier di sini. Agen saya memang telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tim lain, tapi tak satu pun yang percaya saya bisa meninggalkan Milan. Saya rasa memang begitulah adanya."
"Saya menghormati keputusan pelatih, saya hanya marah dalam 10 menit, pelatih telah memberitahu saya dan saya mencoba untuk menerimanya. Saya terus bekerja dengan sekuat tenaga layaknya seorang pemain yang memulai pertandingan," pungkas Inzaghi.
Source : Bola.net
"Apabila di umur 38 tahun kesempatan bermain sepak bola dirampas dari saya, saya akan menjadi gila, meskipun saya harus mengaku akan sangat menyayangkan bila tidak menutup karier dengan seragam ini. Saya merasa semua orang di sini mencintai saya," ungkap Inzaghi dalam sebuah peluncuran buku.
Mengenai kemungkinan bakal hengkangnya dirinya di bulan Januari nanti, Inzaghi tak ingin hal tersebut terjadi.
"Impian saya adalah menyelesaikan karier di sini. Agen saya memang telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tim lain, tapi tak satu pun yang percaya saya bisa meninggalkan Milan. Saya rasa memang begitulah adanya."
"Saya menghormati keputusan pelatih, saya hanya marah dalam 10 menit, pelatih telah memberitahu saya dan saya mencoba untuk menerimanya. Saya terus bekerja dengan sekuat tenaga layaknya seorang pemain yang memulai pertandingan," pungkas Inzaghi.
Source : Bola.net
Monday, 31 October 2011
Pintu Keluar Pippo Inzaghi Kian Terbuka
Pippo Inzaghi, striker gaek AC Milan, bersedia bila harus membela klub di luar Italia di pengujung kariernya.
Kemungkinan besar, nama Pippo Inzaghi bakal masuk dalam daftar jual pemain AC Milan pada bursa transfer musim dingin mendatang.
Bomber veteran berusia 37 tahun itu tak lagi mendapat kesempatan di musim ini, ia diyakini bakal dilepas kubu Rossoneri karena mereka tak berencana memperpanjang kontrak pemain asal Italia itu.
Bomber veteran berusia 37 tahun itu tak lagi mendapat kesempatan di musim ini, ia diyakini bakal dilepas kubu Rossoneri karena mereka tak berencana memperpanjang kontrak pemain asal Italia itu.
Inzaghi memang sudah dianjurkan oleh Milan untuk mencari klub di luar Italia di sisa-sisa akhir kariernya sebelum gantung sepatu.
Inzaghi sendiri siap bila memang dirinya harus meneruskan karier di luar negeri. Ia pun sudah menjajaki kemungkinan melanjutkan karier di Amerika, memperkuat salah satu klub MLS, yang kabarnya ada sejumlah klub tertarik meminang dirinya.
Inzaghi sendiri siap bila memang dirinya harus meneruskan karier di luar negeri. Ia pun sudah menjajaki kemungkinan melanjutkan karier di Amerika, memperkuat salah satu klub MLS, yang kabarnya ada sejumlah klub tertarik meminang dirinya.
source : Goal.com
Monday, 7 March 2011
Curahan Hati Super Pippo
MILAN – Lama tidak turun gelanggang, Filippo Inzaghi menyampaikan pesan bawah dirinya tidak akan pernah berhenti berjuang melawan persoalan cedera yang seringkali menimpanya.
Di usianya yang tidak lagi muda, Super Pippo memang kerap berurusan dengan kondisi fisiknya. Bahkan, pemain yang sempat merumput di Juventus itu kembali mendapat cedera lutut serius musim lalu. Meski diselimuti badai cedera, ternyata tidak menyurutkan ekspektasinya mengantarkan sukses yang lebih tinggi lagi buat I Rossoneri.
“Memang benar bahwa saya telah menghabiskan karier saya dalam level tertinggi. Namun sejumlah cedera hampir menghancurkan karier saya sepanjang jalan. Tapi saya tidak pernah menyerah meskipun saya berada di momen-momen sulit, seperti ketika ligament saya rusak pada November silam,” urai Inzaghi di Goal, Senin (7/3/2011)
Lantas apa rahasia ketegarannya hingga bisa melawati rangkaian cedera yang tidak ada habisnya? “Rahasianya adalah semangat dan mencintai apa yang saya miliki dan lakukan. Saya selalu menganggap diri saya beruntung karena saya memiliki kemungkinan dalam hidup untuk melakukan satu hal yang paling dekat dengan hati saya, yaitu bermain bola.”
Saat ditanya apakah dirinya kembali mendapatkan tempat di tim pertama sekembalinya dari cedera, Izaghi menjawab: “Saya ingin membawa tim ini meraih sesuatu yang ekstra. Saya pikir, bisa melakukannya. Jika saya beranggapan, saya selalu menjadi masalah, saya tidak akan bermain di sini,” tutur Inzaghi mengakhiri.
Sumber : okezone
Di usianya yang tidak lagi muda, Super Pippo memang kerap berurusan dengan kondisi fisiknya. Bahkan, pemain yang sempat merumput di Juventus itu kembali mendapat cedera lutut serius musim lalu. Meski diselimuti badai cedera, ternyata tidak menyurutkan ekspektasinya mengantarkan sukses yang lebih tinggi lagi buat I Rossoneri.
“Memang benar bahwa saya telah menghabiskan karier saya dalam level tertinggi. Namun sejumlah cedera hampir menghancurkan karier saya sepanjang jalan. Tapi saya tidak pernah menyerah meskipun saya berada di momen-momen sulit, seperti ketika ligament saya rusak pada November silam,” urai Inzaghi di Goal, Senin (7/3/2011)
Lantas apa rahasia ketegarannya hingga bisa melawati rangkaian cedera yang tidak ada habisnya? “Rahasianya adalah semangat dan mencintai apa yang saya miliki dan lakukan. Saya selalu menganggap diri saya beruntung karena saya memiliki kemungkinan dalam hidup untuk melakukan satu hal yang paling dekat dengan hati saya, yaitu bermain bola.”
Saat ditanya apakah dirinya kembali mendapatkan tempat di tim pertama sekembalinya dari cedera, Izaghi menjawab: “Saya ingin membawa tim ini meraih sesuatu yang ekstra. Saya pikir, bisa melakukannya. Jika saya beranggapan, saya selalu menjadi masalah, saya tidak akan bermain di sini,” tutur Inzaghi mengakhiri.
Sumber : okezone
Wednesday, 16 February 2011
Filippo Inzaghi
Filippo Inzaghi (lahir di Piacenza, 9 Agustus 1973; umur 37 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Italia yang berposisi sebagai penyerang. Julukannya adalah Pippo atau Superpippo. Saat ini ia bermain bagi AC Milan yang telah dibelanya sejak tahun 2000. Adiknya, Simone Inzaghi, juga adalah seorang pemain sepak bola profesional. Ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah dalam kompetisi Eropa (70 gol per 5 Desember 2007).
Kariernya dimulai di Piacenza pada tahun 1991. Tahun 1995 ia pindah ke Parma A.C.. Setahun kemudian ia bergabung ke Atalanta B.C. dan di situ kariernya bersinar, mencetak 24 gol dalam 33 penampilan. Hal tersebut membuat Juventus tertarik kepadanya dan pada musim berikutnya Inzaghi bergabung ke Juventus. Setelah menghabiskan tiga musim di Juventus, ia pindah ke AC Milan pada tahun 2000. Di situ kerjasamanya dengan Shevchenko banyak membuahkan gol meskipun ia kerap mengalami cedera.
Inzaghi dikenal sebagai pemain yang sering offside serta sering dikritik karena sering melakukan diving untuk mendapatkan tendangan bebas atau penalti.
Karir Klub
Saudara dari sesama pesepakbola Simone Inzaghi, Inzaghi Memulai karirnya di klub kampung Piacenza Calcio sewaktu muda pada tahun 1991, tetapi bermain hanya dua kali penampilan sebelum dipinjamkan ke Serie C1 sisi Leffe, bersamanya ia mencetak 13 gol yang mengesankan di 21 pertandingan. Pada tahun 1993, Inzaghi pindah ke klub Serie B Verona dan mencetak 13 gol dalam 36 penampilan. Sekembalinya ke Piacenza, ia mencetak 15 kali dalam 37 game dan membuktikan dirinya sebagai prospek pemain muda berbakat.
Inzaghi membuat debut Serie A ketika ia dipindahkan ke AC Parma pada tahun 1995, namun hanya mencetak dua gol dalam 15 pertandingan. Ia pindah ke Atalanta musim berikutnya, finishing sebagai Capocannoniere (top skorer Serie A) dengan 24 gol.
Juventus
Juventus FC membelinya dengan 23 milyar lira Italia. Dia menjadi tandem yg tangguh bersama dengan Alessandro Del Piero dan Zinedine Zidane, sebuah tandem yang terus berlangsung selama empat musim,membuat Inzaghi bermain paling lama dengan satu tim pada saat itu. Juventus memenangkan Scudetto pada musim 1997-1998 di mana Inzaghi mencetak gol, dan menentukan Scudetto dan menang atas Bologna, namun kalah 1-0 di final Liga Champions oleh Real Madrid.
Milan
Meskipun membukukan 58 gol dalam 122 game untuk Juventus, , lalu kemudian AC Milan mendatangkan dengan bayaran 70 miliar Lire Italia,] atau 45 juta Euro ditambah Cristian Zenoni. (Sky Sports melaporkan total angka yang lebih kecil, £ 17M ) untuk musim awal Fatih Terim pada 2001-02 . Juventus mengumumkan bahwa penjualan Inzaghi menghasilkan laba bersih sebesar € 31m ke klub, Namun,. Inzaghi mengalami cedera lutut dan kehilangan paruh musim pertama . Setelah kembali, ia mampu mencetak gol dan menjadi mitra yg hebat dengan Andriy Shevchenko, dan ia benar2 bekerja keras untuk mencapai berbagai piala yg mengesankan dengan Rossoneri, di antaranya 2002-03 Liga Champions (di mana Milan mengalahkan tim sebelumnya, Juventus, dalam final lewat adu penalti), bersama dengan tahun 2003 Coppa Italia dan Scudetto 2003-04. Ia menandatangani perpanjangan kontrak pada bulan November 2004.
Inzaghi mampu sepenuhnya pulih dari cedera lutut yang terus-menerus menimpanya, selama dua tahun.lalu ia kembali menjadi predator untuk mencetak gol dengan 12 gol dalam 22 pertandingan Seri A pada 2005-06, bersama dengan empat skor dalam lima penampilan CL. Pada tanggal 23 Mei 2007 di final Liga Champions 2007 di Athena, ia mencetak kedua gol Milan untuk kemenangan mereka 2-1 atas Liverpool pada laga ulang tahun 2005 yg lalu . Dia menyatakan setelah pertandingan:
Ini adalah mimpi aku sejak kecil untuk skor dua kali di final, dan pertandingan kemarin adalah laga paling penting dalam hidup saya. Itu adalah permainan yang tak terlupakan. Ini adalah sesuatu yang akan menjadi sejarah sepanjang hidup saya, dengan dua gol di final
Pada awal musim 2007-08 ia kembali hadir di Athena, dan mencetak gol di Piala Super dalam kemenangan 3-1 Milan atas Sevilla. Inzaghi capped tahun itu dengan mencetak dua gol di final Piala Dunia 2007 Club, membantu Milan menang 4-2 melawan Boca Juniors untuk membalas dendam atas kekalahan adu penalti pada tahun 2003.
Pada tanggal 24 Februari 2008, Inzaghi mencetak gol matchwinning di Milan menang 2-1 atas Palermo dengan sundulan kepala , dan menandai gol pertamanya Serie A di lebih dari setahun. kemudian diikuti oleh lebih sepuluh gol di liga, yang terakhir melawan Udinese. penampilan melawan Udinese adalah penampilannya yang ke 100 untuk klub dalam pertandingan resmi. Pada bulan November 2008, ia menyetujui untuk perpanjangan kontrak sampai Juni 2010. Pada tanggal 8 Maret 2009, Inzaghi mencetak hat-trick pertama musim ini melawan Atalanta ketika mereka menang 3-0 di San Siro. dalam karir 300 Nya datang di pertandingan 4-1 denagan Siena yg jauh dari rumah. Dia kemudian melanjutkan mencetak tiga gol melawan Torino, kedua topi-trick profesional dalam beberapa bulan. Dengan ini, baru hat-trick 'Super Pippo' lah yg kemudian menjadikan rekor pemain yang paling banyak hat-trik di Serie A selama 25 tahun terakhir. Dengan trik topi-10, Inzaghi. sebelumnya Giuseppe Signori (9), Hernan Crespo (8), Roberto Baggio, Marco van Basten, Gabriel Batistuta, Abel Balbo, dan Vincenzo Montella (7). Inzaghi telah mencetak satu hat-trik untuk Atalanta, empat untuk Juventus, dan lima untuk Milan.
Pada musim 2009-10, Inzaghi diturunkan sebagai pemain cadangan dengan kontrak yang berakhir pada bulan Juni 2010. Pada tanggal 21 Mei 2010, ia ditawari kontrak baru slama satu tahun yang berlangsung sampai dengan 30 Juni 2011.
Dalam Liga Champions, Liga 2010-11 pada 3 November, 2010, ia bermain melawan Real Madrid di penyisihan grup, Milan tertinggal 1-0, kemudian Inzaghi mencetak gol ganda di babak kedua untuk Milan dan memimpin 2-1 sebelu Pedro menyamakan kedudukan pada 90 menit terakhir , skor akhir menjadi 2-2.
Rekor Kompetisi Eropa
Inzaghi menjadi pemain pertama yang mencetak dua hatr-trick di Liga Champions (keduanya dengan Juventus) ketika ia bermain imbang 4-4 di babak penyisihan grup dengan Hamburg pada tanggal 13 September 2000.dan kemenangan pertama 4-1 atas Dynamo Kyiv selama 1997-98 di perempat final. Inzaghi mencetak rekor sepertiga Liga Champions hat-trick dalam kemenangan 4-0 melawan Deportivo di musim 2002-03, saat bermain untuk Milan. rekor ini kemudian di ikuti oleh Michael Owen, yang telah mencetak dua hat-trik untuk Liverpool dan yang ketiga untuk Manchester United.
Filippo Inzaghi adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi piala Eropa dengan 70 gol.
Data Pribadi
Tanggal lahir 9 Agustus 1973 <span>(umur 37)</span>
Templat lahi Piacenza, Italy
Tinggi 1.81 m
Posisi Striker
Informasi Klub
Klub saat ini Milan
Nomor 9
Karir Klub
Tahun Tim main (Gol)
1991–1995 Piacenza 39 (15)
1992–1993 Leffe (loan) 21 (13)
1993–1994 Verona (loan) 36 (13)
1995–1996 Parma 15 (2)
1996–1997 Atalanta 33 (24)
1997–2001 Juventus 122 (58)
2001– AC Milan 193 (72)
Kariernya dimulai di Piacenza pada tahun 1991. Tahun 1995 ia pindah ke Parma A.C.. Setahun kemudian ia bergabung ke Atalanta B.C. dan di situ kariernya bersinar, mencetak 24 gol dalam 33 penampilan. Hal tersebut membuat Juventus tertarik kepadanya dan pada musim berikutnya Inzaghi bergabung ke Juventus. Setelah menghabiskan tiga musim di Juventus, ia pindah ke AC Milan pada tahun 2000. Di situ kerjasamanya dengan Shevchenko banyak membuahkan gol meskipun ia kerap mengalami cedera.
Inzaghi dikenal sebagai pemain yang sering offside serta sering dikritik karena sering melakukan diving untuk mendapatkan tendangan bebas atau penalti.
Karir Klub
Saudara dari sesama pesepakbola Simone Inzaghi, Inzaghi Memulai karirnya di klub kampung Piacenza Calcio sewaktu muda pada tahun 1991, tetapi bermain hanya dua kali penampilan sebelum dipinjamkan ke Serie C1 sisi Leffe, bersamanya ia mencetak 13 gol yang mengesankan di 21 pertandingan. Pada tahun 1993, Inzaghi pindah ke klub Serie B Verona dan mencetak 13 gol dalam 36 penampilan. Sekembalinya ke Piacenza, ia mencetak 15 kali dalam 37 game dan membuktikan dirinya sebagai prospek pemain muda berbakat.
Inzaghi membuat debut Serie A ketika ia dipindahkan ke AC Parma pada tahun 1995, namun hanya mencetak dua gol dalam 15 pertandingan. Ia pindah ke Atalanta musim berikutnya, finishing sebagai Capocannoniere (top skorer Serie A) dengan 24 gol.
Juventus
Juventus FC membelinya dengan 23 milyar lira Italia. Dia menjadi tandem yg tangguh bersama dengan Alessandro Del Piero dan Zinedine Zidane, sebuah tandem yang terus berlangsung selama empat musim,membuat Inzaghi bermain paling lama dengan satu tim pada saat itu. Juventus memenangkan Scudetto pada musim 1997-1998 di mana Inzaghi mencetak gol, dan menentukan Scudetto dan menang atas Bologna, namun kalah 1-0 di final Liga Champions oleh Real Madrid.
Milan
Meskipun membukukan 58 gol dalam 122 game untuk Juventus, , lalu kemudian AC Milan mendatangkan dengan bayaran 70 miliar Lire Italia,] atau 45 juta Euro ditambah Cristian Zenoni. (Sky Sports melaporkan total angka yang lebih kecil, £ 17M ) untuk musim awal Fatih Terim pada 2001-02 . Juventus mengumumkan bahwa penjualan Inzaghi menghasilkan laba bersih sebesar € 31m ke klub, Namun,. Inzaghi mengalami cedera lutut dan kehilangan paruh musim pertama . Setelah kembali, ia mampu mencetak gol dan menjadi mitra yg hebat dengan Andriy Shevchenko, dan ia benar2 bekerja keras untuk mencapai berbagai piala yg mengesankan dengan Rossoneri, di antaranya 2002-03 Liga Champions (di mana Milan mengalahkan tim sebelumnya, Juventus, dalam final lewat adu penalti), bersama dengan tahun 2003 Coppa Italia dan Scudetto 2003-04. Ia menandatangani perpanjangan kontrak pada bulan November 2004.
Inzaghi mampu sepenuhnya pulih dari cedera lutut yang terus-menerus menimpanya, selama dua tahun.lalu ia kembali menjadi predator untuk mencetak gol dengan 12 gol dalam 22 pertandingan Seri A pada 2005-06, bersama dengan empat skor dalam lima penampilan CL. Pada tanggal 23 Mei 2007 di final Liga Champions 2007 di Athena, ia mencetak kedua gol Milan untuk kemenangan mereka 2-1 atas Liverpool pada laga ulang tahun 2005 yg lalu . Dia menyatakan setelah pertandingan:
Ini adalah mimpi aku sejak kecil untuk skor dua kali di final, dan pertandingan kemarin adalah laga paling penting dalam hidup saya. Itu adalah permainan yang tak terlupakan. Ini adalah sesuatu yang akan menjadi sejarah sepanjang hidup saya, dengan dua gol di final
Pada awal musim 2007-08 ia kembali hadir di Athena, dan mencetak gol di Piala Super dalam kemenangan 3-1 Milan atas Sevilla. Inzaghi capped tahun itu dengan mencetak dua gol di final Piala Dunia 2007 Club, membantu Milan menang 4-2 melawan Boca Juniors untuk membalas dendam atas kekalahan adu penalti pada tahun 2003.
Pada tanggal 24 Februari 2008, Inzaghi mencetak gol matchwinning di Milan menang 2-1 atas Palermo dengan sundulan kepala , dan menandai gol pertamanya Serie A di lebih dari setahun. kemudian diikuti oleh lebih sepuluh gol di liga, yang terakhir melawan Udinese. penampilan melawan Udinese adalah penampilannya yang ke 100 untuk klub dalam pertandingan resmi. Pada bulan November 2008, ia menyetujui untuk perpanjangan kontrak sampai Juni 2010. Pada tanggal 8 Maret 2009, Inzaghi mencetak hat-trick pertama musim ini melawan Atalanta ketika mereka menang 3-0 di San Siro. dalam karir 300 Nya datang di pertandingan 4-1 denagan Siena yg jauh dari rumah. Dia kemudian melanjutkan mencetak tiga gol melawan Torino, kedua topi-trick profesional dalam beberapa bulan. Dengan ini, baru hat-trick 'Super Pippo' lah yg kemudian menjadikan rekor pemain yang paling banyak hat-trik di Serie A selama 25 tahun terakhir. Dengan trik topi-10, Inzaghi. sebelumnya Giuseppe Signori (9), Hernan Crespo (8), Roberto Baggio, Marco van Basten, Gabriel Batistuta, Abel Balbo, dan Vincenzo Montella (7). Inzaghi telah mencetak satu hat-trik untuk Atalanta, empat untuk Juventus, dan lima untuk Milan.
Pada musim 2009-10, Inzaghi diturunkan sebagai pemain cadangan dengan kontrak yang berakhir pada bulan Juni 2010. Pada tanggal 21 Mei 2010, ia ditawari kontrak baru slama satu tahun yang berlangsung sampai dengan 30 Juni 2011.
Dalam Liga Champions, Liga 2010-11 pada 3 November, 2010, ia bermain melawan Real Madrid di penyisihan grup, Milan tertinggal 1-0, kemudian Inzaghi mencetak gol ganda di babak kedua untuk Milan dan memimpin 2-1 sebelu Pedro menyamakan kedudukan pada 90 menit terakhir , skor akhir menjadi 2-2.
Rekor Kompetisi Eropa
Inzaghi menjadi pemain pertama yang mencetak dua hatr-trick di Liga Champions (keduanya dengan Juventus) ketika ia bermain imbang 4-4 di babak penyisihan grup dengan Hamburg pada tanggal 13 September 2000.dan kemenangan pertama 4-1 atas Dynamo Kyiv selama 1997-98 di perempat final. Inzaghi mencetak rekor sepertiga Liga Champions hat-trick dalam kemenangan 4-0 melawan Deportivo di musim 2002-03, saat bermain untuk Milan. rekor ini kemudian di ikuti oleh Michael Owen, yang telah mencetak dua hat-trik untuk Liverpool dan yang ketiga untuk Manchester United.
Filippo Inzaghi adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi piala Eropa dengan 70 gol.
Data Pribadi
Tanggal lahir 9 Agustus 1973 <span>(umur 37)</span>
Templat lahi Piacenza, Italy
Tinggi 1.81 m
Posisi Striker
Informasi Klub
Klub saat ini Milan
Nomor 9
Karir Klub
Tahun Tim main (Gol)
1991–1995 Piacenza 39 (15)
1992–1993 Leffe (loan) 21 (13)
1993–1994 Verona (loan) 36 (13)
1995–1996 Parma 15 (2)
1996–1997 Atalanta 33 (24)
1997–2001 Juventus 122 (58)
2001– AC Milan 193 (72)
Subscribe to:
Posts (Atom)















