Showing posts with label Marco Van Bommel. Show all posts
Showing posts with label Marco Van Bommel. Show all posts
Tuesday, 15 May 2012
Resmi, Mark Van Bommel Kembali Ke PSV Eindhoven
Gelandang veteran Belanda kembali ke klub yang dibelanya 13 tahun lalu.
PSV Eindhoven mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Mark van Bommel dengan status bebas transfer setelah gelandang Belanda itu berpisah dengan raksasa Italia, AC Milan.
Hal itu diungkapkan direktur teknis PSV Marcel Brands melalui situs resmi klub. “Ini termasuk proses transfer yang sangat melelahkan yang pernah kami tangani,” jelasnya.
“Kami gembira akhirnya bisa memastikan kembali mendapatkan jasa salah satu pemain dengan pengalaman internasional, yang memiliki sejarah hebat bersama PSV dan tetap menjadi salah satu sosok pemimpin di timnas.”
Van Bommel telah menandatangani kontrak satu tahun bersama PSV, di mana dia pernah mencicipi empat gelar juara dalam kurun 1999 hingga 2005.
Kembalinya van Bommel ke PSV memang nyaris sudah dipastikan sejak dirinya diketahui tidak akan memperpanjang kontrak bersama kubu Rossoneri.
Source : goal.com
Wednesday, 7 March 2012
Gelandang Milan Kagumi Perjuangan Arsenal
AC Milan berhak lolos ke perempat final Liga Champions Eropa, meski takluk 0-3 dari Arsenal, Selasa 6 Maret 2012 atau Rabu dini hari WIB. Armada I Rossoneri berjuang keras demi mempertahankan agregat kemenangan 4-3.
Sepanjang 45 menit babak pertama, Arsenal tampil dominan di hadapan ribuan pendukungnya di Emirates Stadium. Ketiga gol pun tercipta berkat Laurent Koscielny (7’), Tomas Rosicky (26’) dan Robin van Persie (43’) melalui titik penalti.
“Di babak pertama, Arsenal begitu tangguh mengungguli kami. Saya rasa, itu karena kesalahan kami sendiri, yang membuat mereka lebih percaya diri,” kata gelandang Milan, Mark Van Bommel seperti dikutip Goal, Rabu 7 Maret 2012.
Sayangnya, Arsenal tak mampu melanjutkan dominasinya di paruh kedua laga. Tim besutan Arsene Wenger gagal mencetak gol, yang sejatinya memperbesar peluang lolos ke babak 8 besar. Sebaliknya, Milan justru tampil lebih baik dan kerap membahayakan pertahanan tim tuan rumah.
“Pertandingan ini segalanya bagi kami. Dan permainan kami jauh lebih baik di babak kedua,” tegas gelandang kelahiran Maasbracht, Belanda, 34 tahun silam, tersebut.
Saat ini, Milan masih menunggu lawan yang akan dihadapi di perempat final. Pengundian babak perempat final dan semifinal dijadwalkan berlangsung di markas UEFA di Nyon, Swiss, pada 16 Maret mendatang.
Source : vivanews
Monday, 30 January 2012
Mark Van Bommel: Kami Belum Pikirkan Arsenal
Walau sukses mengantungi kemenangan telak 3-0, Mark van Bommel menganggap pertandingan kontra Cagliari di San Siro tak berjalan mudah bagi AC Milan.
Sempat sulit menembus rapatnya barikade defensif tim tamu, gol pembuka Zlatan Ibrahimovic disebut Van Bommel sebagai kunci pengaman tiga angka I Rossoneri.
Setelah Ibra, juara bertahan Serie A itu menambah dua gol lagi melalui Antonio Nocerino dan Massimo Ambrosini.
"Ini laga sulit karena kami hanya punya sedikit celah untuk menampilkan permainan kami," ucap gelandang veteran Belanda itu pascalaga.
"Gol Ibra membuka jalan. Itu tendangan bebas luar biasa. Dia fundamental bagi permainan kami. Ini tiga angka penting untuk kami."
Di kesempatan serupa, eks kapten Bayern Muenchen itu juga menegaskan Milan belum memikirkan leg I perdelapan-final Liga Champions melawan Arsenal di pertengahan Februari.
"Saya tak berpikir tentang Arsenal, itu pertandingan penting dan kami tahu itu, tapi sekarang kami hanya memikirkan soal Lazio, tentang liga dan kami selalu fokus pada laga berikut yang ada di depan mata."
Gim Milan kontra Gli Aquilotti sendiri akan mentas di Olimpico pada Rabu (1/2) malam waktu setempat.
Source : goal.com
Sunday, 6 March 2011
Allegri Puji Van Bommel
Massimiliano Allegri memuji para pemain Milan setelah berhasil menaklukkan Juventus, terutama Mark van Bommel.
Bermain di kandang Juventus biasanya kerap menghadirkan kesulitan bagi Milan. Tapi dalam pertandingan yang digelar Minggu (6/3) dinihari WIB, Rossoneri berhasil mengalahkan tim tuan rumah.
Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Gennaro Gattuso yang termasuk jarang membuat gol. Seusai pertandingan, Allegri memuji performa para pemainnya.
"Para pemain tampil maksimal dan ngotot. Bahkan saat melawan Napoli kami tidak tampil sebagus ini. Malam ini kami membuat Juventus kesulitan dan hanya punya beberapa kesempatan untuk membuat gol," ucapnya pada Eurosport.
"Cassano, Robinho, Seedorf dan semua pemain tampil bagus. Khusus untuk van Bommel, ia bermain luar biasa dan klub melakukan tindakan tepat dengan merekrutnya."
"Ia pemain yang sangat pintar dan sudah cukup mengerti atmosfer persepakbolaan Italia. Ia juga mampu bertahan dan memutus aliran serangan lawan dengan baik. Yang saya sesalkan hanya satu, kami seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak lagi."
Milan masih menguasai puncak klasemen sementara Serie A Italia. Mereka unggul delapan poin dari juara bertahan Inter Milan yang baru akan bertanding hari ini menghadapi Genoa.
Sumber : goal.com
Bermain di kandang Juventus biasanya kerap menghadirkan kesulitan bagi Milan. Tapi dalam pertandingan yang digelar Minggu (6/3) dinihari WIB, Rossoneri berhasil mengalahkan tim tuan rumah.
Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Gennaro Gattuso yang termasuk jarang membuat gol. Seusai pertandingan, Allegri memuji performa para pemainnya.
"Para pemain tampil maksimal dan ngotot. Bahkan saat melawan Napoli kami tidak tampil sebagus ini. Malam ini kami membuat Juventus kesulitan dan hanya punya beberapa kesempatan untuk membuat gol," ucapnya pada Eurosport.
"Cassano, Robinho, Seedorf dan semua pemain tampil bagus. Khusus untuk van Bommel, ia bermain luar biasa dan klub melakukan tindakan tepat dengan merekrutnya."
"Ia pemain yang sangat pintar dan sudah cukup mengerti atmosfer persepakbolaan Italia. Ia juga mampu bertahan dan memutus aliran serangan lawan dengan baik. Yang saya sesalkan hanya satu, kami seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak lagi."
Milan masih menguasai puncak klasemen sementara Serie A Italia. Mereka unggul delapan poin dari juara bertahan Inter Milan yang baru akan bertanding hari ini menghadapi Genoa.
Sumber : goal.com
Friday, 4 March 2011
Van Bommel: Derby Milan Bukan Penentu Scudetto
Derby della Madoninna adalah gim penting, tapi MvB tak yakin itu akan menentukan titel scudetto musim ini.
Mark van Bommel tak menilai derby della Madoninna antara AC Milan dan Inter Milan yang akan digelar bulan depan sebagai laga penentu scudetto.
Duel panas dua tim sekota tersebut akan mentas pada giornata 31, yang berarti Serie A 2010/11 setelah itu masih menyisakan tujuh partai.
“Derby adalah gim penting, tapi saya tak yakin bahwa itu akan menentukan titel musim ini,” kata Van Bommel.
“Kami masih memiliki banyak pertandingan yang harus dimainkan. Kami harus berkonsentrasi melawan Juventus, Tottenham, kemudian Bari dan Palermo,” tambah gelandang Milan yang direkrut dari Bayern Muenchen pada Januari silam itu.
Mengomentari pertandingan besar yang ada di depan mata, kontra Juventus pada Sabtu (5/3), Van Bommel mengatakan, “Bermain melawan Juventus selalu menghadirkan emosi hebat.”
“Menakjubkan bisa bermain dalam pertandingan seperti ini, dan buat saya, gim ini akan lebih emosional lagi karena di sana ada teman saya, Hasan Salihamidzic.”
“Juventus telah menelan banyak kekalahan, tapi pertandingan ini akan lebih rumit karena semua orang yakin kami akan mengalahkan mereka.”
“Saya katakan kepada Anda bahwa ini tak akan mudah karena kami akan bermain di kandang mereka.”
Sumber : goal.com
Mark van Bommel tak menilai derby della Madoninna antara AC Milan dan Inter Milan yang akan digelar bulan depan sebagai laga penentu scudetto.
Duel panas dua tim sekota tersebut akan mentas pada giornata 31, yang berarti Serie A 2010/11 setelah itu masih menyisakan tujuh partai.
“Derby adalah gim penting, tapi saya tak yakin bahwa itu akan menentukan titel musim ini,” kata Van Bommel.
“Kami masih memiliki banyak pertandingan yang harus dimainkan. Kami harus berkonsentrasi melawan Juventus, Tottenham, kemudian Bari dan Palermo,” tambah gelandang Milan yang direkrut dari Bayern Muenchen pada Januari silam itu.
Mengomentari pertandingan besar yang ada di depan mata, kontra Juventus pada Sabtu (5/3), Van Bommel mengatakan, “Bermain melawan Juventus selalu menghadirkan emosi hebat.”
“Menakjubkan bisa bermain dalam pertandingan seperti ini, dan buat saya, gim ini akan lebih emosional lagi karena di sana ada teman saya, Hasan Salihamidzic.”
“Juventus telah menelan banyak kekalahan, tapi pertandingan ini akan lebih rumit karena semua orang yakin kami akan mengalahkan mereka.”
“Saya katakan kepada Anda bahwa ini tak akan mudah karena kami akan bermain di kandang mereka.”
Sumber : goal.com
Monday, 28 February 2011
Van Bommel Menangis Saat Tinggalkan Muenchen
Salah satu gelandang bertahan AC Milan, Mark van Bommel, mengaku kalau ia merasa sangat sedih saat meninggalkan Bayern Muenchen untuk hijrah ke San Siro pada bursa transfer Januari lalu.
Perasaan Bommel tersebut bisa dimaklumi lantaran gelandang asal Belanda itu menghabiskan waktu cukup lama di salah satu klub terkaya di Bundesliga itu. Tidak hanya itu, kondisi di mana ia juga menjadi kapten dan pemain yang sangat dihormati di sana, membuat Muenchen menjadi salah satu klub yang paling berkesan baginya.
"Saya mengenal semua yang terkait dengan Bavarians. Saya sangat merindukan mereka dan saya meneteskan air mata saat meninggalkan mereka," ujar Bommel, seperti yang dikutip Bild.
Meski mengaku cukup sedih, Bommel menyatakan tidak menyesal pindah ke Milan. Malah gelandang berusia 33 tahun itu menganggap keputusannya untuk pindah ke Milan adalah keputusan yang tepat. Ia bahkan merasa sangat kerasan bermain di Milan.
"Keputusan itu (untuk pindah ke Milan) adalah keputusan yang tepat untuk saya. Saya berintegrasi cukup cepat di sini, mungkin karena saya bisa berbicara dalam banyak bahasa. Di lapangan saya juga banyak bicara, tapi terkadang semuanya datang begitu cepat sehingga saya membuat beberapa kesalahan," tambah Bommel
"Meski demikian rekan-rekan saya yang lain bisa memahaminya karena mereka ingin membantu saya untuk lebih cepat berintegrasi. Untuk alasan itu, saya tidak merasa asing di Milan," tutup Bommel.
Bommel pindah ke Milan pada Januari lalu dengan status bebas transfer setelah bekas gelandang Barcelona itu membatalkan sisa kontraknya dengan Muenchen. Iapun langsung menjadi salah satu pemain penting bagi Milan dan telah bermain sebanyak lima kali bersama I Rossoneri di segala ajang.
Sumber : bolanews.com
Perasaan Bommel tersebut bisa dimaklumi lantaran gelandang asal Belanda itu menghabiskan waktu cukup lama di salah satu klub terkaya di Bundesliga itu. Tidak hanya itu, kondisi di mana ia juga menjadi kapten dan pemain yang sangat dihormati di sana, membuat Muenchen menjadi salah satu klub yang paling berkesan baginya.
"Saya mengenal semua yang terkait dengan Bavarians. Saya sangat merindukan mereka dan saya meneteskan air mata saat meninggalkan mereka," ujar Bommel, seperti yang dikutip Bild.
Meski mengaku cukup sedih, Bommel menyatakan tidak menyesal pindah ke Milan. Malah gelandang berusia 33 tahun itu menganggap keputusannya untuk pindah ke Milan adalah keputusan yang tepat. Ia bahkan merasa sangat kerasan bermain di Milan.
"Keputusan itu (untuk pindah ke Milan) adalah keputusan yang tepat untuk saya. Saya berintegrasi cukup cepat di sini, mungkin karena saya bisa berbicara dalam banyak bahasa. Di lapangan saya juga banyak bicara, tapi terkadang semuanya datang begitu cepat sehingga saya membuat beberapa kesalahan," tambah Bommel
"Meski demikian rekan-rekan saya yang lain bisa memahaminya karena mereka ingin membantu saya untuk lebih cepat berintegrasi. Untuk alasan itu, saya tidak merasa asing di Milan," tutup Bommel.
Bommel pindah ke Milan pada Januari lalu dengan status bebas transfer setelah bekas gelandang Barcelona itu membatalkan sisa kontraknya dengan Muenchen. Iapun langsung menjadi salah satu pemain penting bagi Milan dan telah bermain sebanyak lima kali bersama I Rossoneri di segala ajang.
Sumber : bolanews.com
Subscribe to:
Posts (Atom)




