Showing posts with label Gennaro Gattuso. Show all posts
Showing posts with label Gennaro Gattuso. Show all posts
Thursday, 20 September 2012
Milan Sempat Ingin Pertahankan Gattuso-Inzaghi
Perubahan radikal dilakukan AC Milan musim panas lalu. Betapa tidak, dua belas pemain bintang terpaksa angkat kaki dari San Siro.
Krisis keuangan memang melatari putusan manajemen. Tak heran, mereka yang hijrah pun merupakan pemain bergaji tinggi semisal Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva.
Namun, sesungguhnya, I Rossoneri dapat saja memertahankan beberapa diantara mereka. Hal itu diungkapkan oleh kapten Massimo Ambrosini.
"Direksi sempat ingin membaharui kontrak beberapa pemain yang telah pergi. Aku mengacu pada Genaro Gattuso dan Alessandro Nesta," ungkap Ambrosini seperti dilansir AC Milan News.
Terduksinya kekuatan tim tak lantas mengurangi ambisi sang kapten. Pasalnya, rasa lapar masih menaungi Ambrosini meski telah memenangkan banyak gelar.
"Aku telah memenangkan empat Scudetto, tapi memenangkannya musim ini tentu jadi hal paling luar biasa," tandas Ambrosini.
Source : duniasocer
Monday, 14 May 2012
Gennaro Gattuso Wariskan Nomor Punggung Delapan Kepada Antonio Nocerino
Gattuso merestui keinginan Nocerino memakai nomor punggung delapan musim depan.
milik Paolo Madini dan Franco Baresi. Namun, lain halnya dengan Gennaro Gattuso yang ikhlas memberikan nomor punggung delapan kepada Antonio Nocerino, yang dikabarkan ingin mengenakannya mulai musim depan.
"Nocerino bisa memakai seragam saya, terutama karena dia orang Selatan seperti saya," kata Gattuso sambil tertawa.
"Keputusan tepat dibuat klub untuk memensiunkan jersey Maldini dan Baresi, tapi kami akan meninggalkan milik kami kepada rekan setim."
Gattuso bukan satu-satunya pemain senior yang meninggalkan San Siro di akhir musim ini. Ada juga Alessandro Nesta, Filippo Inzahi, Clarence Seedorf, Gianluca Zambrotta dan Mark van Bommel yang melakoni laga terakhir. Milanisti membentangkan spanduk besar yang bertuliskan nomor punggung mereka saat Milan membekuk Novara 2-1, Minggu (13/5).
"Bagaimana perasaan saya ketika jersey kami dibentangkan di kursi penonton? Anda telah melihat efeknya, karena selama 13 tahun ada banyak kenangan dan semua momen yang ada di kepala saya, senang dan sedih, menang dan kalah, saya selalu menyimpannya dalam hati," imbuh Gattuso.
Lebih lanjut, Gattuso berharap suatu saat bisa kembali ke Milan dengan peran yang berbeda. "Ini keputusan penting, karena saat saya membuka mulut saya mengatakan apa yang ingin saya katakan. Suatu hari saya ingin kembali ke Milan dan kita akan lihat perannya. Saya merasa masih mampu melakukan sesuatu di sepakbola," tutup pemain yang diisukan kembali ke Glasgow Rangers.
Source : goal.com
Saturday, 12 May 2012
Susul Gennaro Gattuso & Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi Juga Tinggalkan Milan
Dalam dua hari, sudah tiga pemain senior Milan yang mengumumkan akan meninggalkan San Siro di akhir musim.
Para pemain veteran Milan sepertinya membuat kesepakatan tersendiri untuk sama-sama meninggalkan klubnya di akhir musim.
Indikasi itu muncul setelah Filippo Inzaghi juga memutuskan mundur dari Milan di akhir musim. Sebelumnya Gennaro Gattuso dan Alessandro Nesta sudah terlebih dulu menyatakan meninggalkan Milan di akhir musim ini.
"Hari ini saya ingin berterima kasih dengan penghargaan dan emosi kepada presiden Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani," Inzaghi dalam surat terbukanya yang dirilis di laman resmi Milan.
"Semangat dan kemampuan mereka menularkan emosi membuat saya jauh lebih kuat dan mendorong saya melewati banyak batasan."
Inzaghi juga mengucapkan terima kasihnya kepada semua orang di Milan, mulai dari staff yang bertugas di tim junior, operator telepon, pekerja gudang, fisioterapis, dokter, koki hingga mereka yang ada di stadion dan di ruang ganti.
"Terima kasih juga kepada Carlo Ancelotti, saya banyak meraih kemenangan denganmu. Selamat tinggal kepada fans yang luar biasa yang sudah mengikuti dengan semangat dan hasrat mereka. Selamat tinggal rekan saya sekarang ini dan sebelumnya," ujar Inzaghi.
Namun tidak dijelaskan apa yang akan dilakukan Inzaghi setelah meninggalkan Milan.
Source : goal.com
Gennaro Gattuso Tinggalkan Milan
Satu lagi pemain veteran Milan yang memutuskan untuk meninggalkan San Siro di akhir musim.
Setelah Alessandro Nesta, Milan kembali kehilangan satu pemain veteran mereka, Gennaro Gattuso.
Gelandang enerjik itu mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Milan setelah melakukan pertemuan dengan wakil presiden Adriano Galliani.
Gattuso mengungkapkan keinginan untuk menjalani masa liburan dan memberikan kesempatan pemain lain untuk berkembang.
"Saya akan meninggalkan Milan," ungkap Gattuso.
"Saya pergi karena sudah waktunya bagi saya memberikan tempat dan kesempatan untuk pemain lain."
Gattuso juga berencana akan mengumumkan keputusannya itu secara resmi besok. Dia juga menambahkan belum tahu akan bermain di mana musim depan.
"Saya masih belum tahu ke mana akan pergi, saya belum mengambil keputusan," tandasnya.
Gattuso hanya tampil enam kali membela Milan di musim ini. Dia juga menjalani perawatan serius selama beberapa bulan karena mengalami masalah pada saraf matanya.
Source : goal.com
Friday, 11 May 2012
Rino Gattuso Isyaratkan Keluar Dari AC Milan
Gelandang Rino Gattuso ingin mencoba peruntungan di negeri orang.
Rino Gattuso mengindikasikan kariernya di AC Milan mungkin sudah tamat dan siap mencari peruntungan di negeri luar Italia untuk meneruskan kiprah sepakbolanya bersama klub lain.
Ditegaskan pemain asal Italia ini, Skotlandia atau Amerika Serikat bisa saja berpotensi menjadi pelabuhan berikutnya. Pemain berusia 34 tahun ini kontraknya dengan Rosoneri akan berakhir pada Juni mendatang.
"Dari Dubai ke Skotlandia, atau Amerika Serikat," tutur Gattuso memberikan isyarat terkait kelanjutan kariernya setelah dari Milan.
Akan tetapi Gattuso mengatakan dirinya selalu siap bila memang Milan masih membutuhkan jasanya di musim selanjutnya.
"Saya tidak ingin mejadi beban, namun saya merasa siap bila harus bermain lagi," ujar gelandang yang dikenal tempramental tersebut.
Source : goal.com
Tuesday, 17 April 2012
Agen: Gennaro Gattuso Akan Bertahan Di AC Milan
Sang agen percaya Milan akan memberikan ekstensi kontrak bagi Gattuso.
Dengan kontrak yang bakal kedaluwarsa saat musim ini kelar dan belum ada sinyal diperbarui, Gennaro Gattuso cukup rutin dispekulasikan bakal hengkang dari AC Milan.
Kendati demikian, agen sang gelandang, Andrea D’Amico, yakin hal itu tak akan terjadi. Ia percaya pada akhirnya manajemen Rossoneri akan memberikan ekstensi kontrak bagi pemain 34 tahun itu.
“Gattuso akan terus bermain untuk waktu yang lama. Dia adalah pemimpin bagi klub ini,” tukas D’Amico saat ditanya soal masa depan Gattuso, seperti dikutip Football Italia.
Merumput di San Siro sejak 1999, pada musim ini Gattuso baru bermain selama 81 menit dalam tiga laga Serie A karena sempat absen panjang akibat masalah dengan syaraf matanya.
Source : goal.com
Thursday, 12 April 2012
Gattuso Bermain Lagi Bagai Menangi Liga Champion
Gennaro Gattuso akhirnya kembali bermain untuk AC Milan sejak hari pertama pembukaan Serie A musim ini kala mengalahkan Chievo, Rabu (11/4). Dia merasa bisa merumput lagi bagaikan memenangi trofi paling berbengsi di Eropa, Liga Champion.
Di pertandingan yang berlangsung di Stadion Marc Antonio Bentegodi Gattuso langsung mendapat kepercayaan tampil sebagai starter. Massimiliano Allegri baru menariknya keluar setelah bermain selama lebih dari satu jam.
Gattuso harus absen lebih dari tujuh bulan untuk mengatasi masalah di mata yang disebut myasthenia. Myasthenia adalah gangguan yang merusak komunikasi syaraf dan otot di mata sehingga menyulitkan penghilatan.
"Buat saya berlatih dan bermain rasanya seperti memenangi Liga Champion di level pribadi. Jika anda mengetik myasthenia di Google, anda akan melihat bahwa itu adalah kondisi yang merusak otot mata. Akan tetapi, saya di sini dan tetap bermain," ujar gelandang bertahan yang kerap melakukan tekel keras itu seperti dilansir Milan Channel.
"Saya merasa kuat dan bangga pada diri sendiri. Jika anda merasa kuat, anda bisa mengalahkan penyakit."
Source : bolanews.com
Friday, 9 December 2011
Gennaro Gattuso Cedera Hidung Saat Latihan
Setelah pulih dari masalah syaraf pada mata, Gennaro Gattuso kembali mengalami masalah pada bagian di kepalanya, yaitu pada hidung.
Saat menjalani sesi latihan kemarin, ia mendapat hantaman di kepala dan membuat hidungnya terluka.
Tapi, diungkapkan tim medis AC Milan, cedera yang dialami Gattuso tidak dalam kategori serius.
Sementara itu, Alesandro Nocerino masih harus menunggu kabar terakhir mengenai cedera otot paha kirinya. Rencananya hasil tes baru akan keluar hari ini.
Source : goal.com
Tuesday, 25 October 2011
Gennaro Gattuso Tak Mau Cepat Pensiun
Masalah mata Gennaro Gattuso telah menjadi persoalan serius, namun gelandang Rossoneri ini tak mau patah semangat untuk terus bermain.
Gelandang AC Milan Gennaro Gattuso telah memberikan jaminan dirinya tidak akan segera gantung sepatu dari sepakbola. Tekad itu disampaikannya di tengah upayanya yang tengah melawan sebuah masalah serius dengan indera penglihatannya.
Mantan pemain tim nasional Italia ini belum ada tampil lagi sejak laga pembuka Serie A Italia melawan Lazio pada 9 September lalu. Ketika ia harus digantikan saat baru bermain 20 menit setelah berbenturan dengan rekan satu timnya Alessandro Nesta.
Pemain berusia 33 tahun ini telah didiagnosa mengalami masalah pada saraf mata yang berkaitan dengan disfungsi dari saraf yang mengatur pergerakan bola matanya.
"Benturan saya dengan Nesta itu bukan menjadi penyebab masalah ini. Itu hanya sebuah kecelakaan yang justru telah membantu saya untuk bisa pulih lagi," kata Gattuso kepada wartawan.
"Penampilan selama 20 menit melawan Lazio itu memang menjadi mimpi buruk buat saya. Saya seperti orang mabuk saja. Saat itu saya melihat [Zlatan] Ibrahimovic seperti ada empat bayangan."
"Oleh karena itu saya harus beristirahat dulu untuk empat bulan ke depan, setelah itu baru bisa tampil lagi."
Meski mengalami situasi sulit semacam itu, namun Gattuso tak pernah berniat lempar handuk dari karir di dunia sepakbola.
"Saya tak akan pensiun dari sepakbola. Situasi ini tidak akan membuat saya menjadi luluh hati. Sepakbola adalah hidup saya dan saya adalah seorang yang beruntung," ujarnya.
"Sekitar 20 hari yang lalu, sejumlah dokter telah memvonis saya tidak akan bisa bermain sepakbola lagi. Tapi sekarang mereka berubah dan mengatakan saya akan bisa kembali lagi bermain."
Source : goal.com
Gelandang AC Milan Gennaro Gattuso telah memberikan jaminan dirinya tidak akan segera gantung sepatu dari sepakbola. Tekad itu disampaikannya di tengah upayanya yang tengah melawan sebuah masalah serius dengan indera penglihatannya.
Mantan pemain tim nasional Italia ini belum ada tampil lagi sejak laga pembuka Serie A Italia melawan Lazio pada 9 September lalu. Ketika ia harus digantikan saat baru bermain 20 menit setelah berbenturan dengan rekan satu timnya Alessandro Nesta.
Pemain berusia 33 tahun ini telah didiagnosa mengalami masalah pada saraf mata yang berkaitan dengan disfungsi dari saraf yang mengatur pergerakan bola matanya.
"Benturan saya dengan Nesta itu bukan menjadi penyebab masalah ini. Itu hanya sebuah kecelakaan yang justru telah membantu saya untuk bisa pulih lagi," kata Gattuso kepada wartawan.
"Penampilan selama 20 menit melawan Lazio itu memang menjadi mimpi buruk buat saya. Saya seperti orang mabuk saja. Saat itu saya melihat [Zlatan] Ibrahimovic seperti ada empat bayangan."
"Oleh karena itu saya harus beristirahat dulu untuk empat bulan ke depan, setelah itu baru bisa tampil lagi."
Meski mengalami situasi sulit semacam itu, namun Gattuso tak pernah berniat lempar handuk dari karir di dunia sepakbola.
"Saya tak akan pensiun dari sepakbola. Situasi ini tidak akan membuat saya menjadi luluh hati. Sepakbola adalah hidup saya dan saya adalah seorang yang beruntung," ujarnya.
"Sekitar 20 hari yang lalu, sejumlah dokter telah memvonis saya tidak akan bisa bermain sepakbola lagi. Tapi sekarang mereka berubah dan mengatakan saya akan bisa kembali lagi bermain."
Source : goal.com
Penglihatan Ganda, Gatusso Terancam Pensiun
Masalah ini sempat membuat Gattuso bertabrakkan dengan rekan setimnya, Alessandro Nesta.
Gelandang AC Milan Gennaro Gattuso baru saja menjalani operasi mata sebelah kiri di Amerika Serikat. Bagian tubuh tersebut tengah bermasalah karena membuat Gattuso melihat ganda setiap objek yang ada.
Masalah mata ini tadinya tidak diindahkan gelandang berjuluk si Badak itu. Namun, Gattuso mendapat masalah besar ketika memaksa untuk turun di pertandingan melawan Lazio di lanjutan Serie A pada September lalu.
Saat itu, Gattuso bertabrakkan dengan rekan setimnya, Alessandro Nesta. Mau tidak mau pemain asal Italia itu minta ditarik keluar lapangan.
"Saya terlihat mabuk di 20 menit pertama pertandingan itu. Saya bahkan melihat (striker) Zlatan Ibrahimovic di empat posisi berbeda," kata Gattuso seperti dilansir Sportal, Senin, 24 Oktober 2011.
Masalah mata ini nyaris membuat pemain berusia 33 tahun itu untuk penisun. Namun, ia bersikeras untuk kembali bermain. "Butuh hal lebih besar dari ini (masalah mata) untuk mengalahkan saya," tegasnya.
Jika pun akhirnya Gatusso terpaksa pensiun, ada jaminan dari Wakil Presiden klub Adriano Galliani jika jasanya masih akan digunakan Milan. Tapi saat ini Gatusso harus melakukan proses pemulihan lebih dulu setelah menjalani operasi.
"Saat ini saya tidak memikirkan soal sepakbola, tapi lebih ke hal-hal keseharian. Tidak enak rasanya tidak bisa menyetir karena Anda melihat ganda semua hal."
Source : VIVAnews
Gelandang AC Milan Gennaro Gattuso baru saja menjalani operasi mata sebelah kiri di Amerika Serikat. Bagian tubuh tersebut tengah bermasalah karena membuat Gattuso melihat ganda setiap objek yang ada.
Masalah mata ini tadinya tidak diindahkan gelandang berjuluk si Badak itu. Namun, Gattuso mendapat masalah besar ketika memaksa untuk turun di pertandingan melawan Lazio di lanjutan Serie A pada September lalu.
Saat itu, Gattuso bertabrakkan dengan rekan setimnya, Alessandro Nesta. Mau tidak mau pemain asal Italia itu minta ditarik keluar lapangan.
"Saya terlihat mabuk di 20 menit pertama pertandingan itu. Saya bahkan melihat (striker) Zlatan Ibrahimovic di empat posisi berbeda," kata Gattuso seperti dilansir Sportal, Senin, 24 Oktober 2011.
Masalah mata ini nyaris membuat pemain berusia 33 tahun itu untuk penisun. Namun, ia bersikeras untuk kembali bermain. "Butuh hal lebih besar dari ini (masalah mata) untuk mengalahkan saya," tegasnya.
Jika pun akhirnya Gatusso terpaksa pensiun, ada jaminan dari Wakil Presiden klub Adriano Galliani jika jasanya masih akan digunakan Milan. Tapi saat ini Gatusso harus melakukan proses pemulihan lebih dulu setelah menjalani operasi.
"Saat ini saya tidak memikirkan soal sepakbola, tapi lebih ke hal-hal keseharian. Tidak enak rasanya tidak bisa menyetir karena Anda melihat ganda semua hal."
Source : VIVAnews
Sunday, 6 March 2011
Si Badak Rayakan Gol Langkanya
Gennaro Gattuso rupanya tak mau terlalu senang merayakan golnya ke gawang Juventus.
Tanpa diduga, Gennaro Gattuso menjadi penentu kemenangan AC Milan atas Juventus dalam lanjutan Serie A Italia, Sabtu (5/3) malam.
Gol sang kapten pada menit ke-68 menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan. Gol tersebut sekaligus menjadi yang pertama bagi Gattuso sejak Januari 2008.
"Gol itu sangat penting, tapi jalan menuju scudetto masih panjang dan terjal," tukas Si Badak kepada Sky Italia.
"Kami kini memimpin delapan poin di atas Inter Milan, tapi saya yakin besok akan jadi lima poin lagi."
"Atmosfir tim sungguh positif dan pelatih kerap menyela dalam sesi latihan karena kami terlalu bersemangat. Ketika ada sikap seperti itu, kami selalu sukses merengkuh gelar penting."
Gattuso enggan menganggap scudetto ditentukan dalam Derby della Madonnina bulan depan.
"Derby masih mempertaruhkan tiga poin, sama halnya dengan pertandingan lain," pungkasnya.
Sumber : goal.com
Tanpa diduga, Gennaro Gattuso menjadi penentu kemenangan AC Milan atas Juventus dalam lanjutan Serie A Italia, Sabtu (5/3) malam.
Gol sang kapten pada menit ke-68 menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan. Gol tersebut sekaligus menjadi yang pertama bagi Gattuso sejak Januari 2008.
"Gol itu sangat penting, tapi jalan menuju scudetto masih panjang dan terjal," tukas Si Badak kepada Sky Italia.
"Kami kini memimpin delapan poin di atas Inter Milan, tapi saya yakin besok akan jadi lima poin lagi."
"Atmosfir tim sungguh positif dan pelatih kerap menyela dalam sesi latihan karena kami terlalu bersemangat. Ketika ada sikap seperti itu, kami selalu sukses merengkuh gelar penting."
Gattuso enggan menganggap scudetto ditentukan dalam Derby della Madonnina bulan depan.
"Derby masih mempertaruhkan tiga poin, sama halnya dengan pertandingan lain," pungkasnya.
Sumber : goal.com
Saturday, 19 February 2011
Gattuso Dibela Mantan Pelatihnya
Pertikaian yang terjadi antara kapten AC Milan, Gennaro Gattuso dan Joe Jordan, asisten pelatih Tottenham Hotspur, di Liga Champions mendapatkan perhatian dari Carlo Ancelotti. Mantan pelatih Milan itu tak menyangka Gattuso sampai berbuat seperti itu."Kejadian itu tentu saja membuat saya tak senang. Bagaiamanapun, Gattuso adalah sosok pemain yang ramah," ujar manajer Chelsea itu.
"Gattuso memang telah berbuat salah. Saya kecewa dengan sikapnya itu. Tapi, dia pun telah mengakui kekeliruannya dan meminta maaf. Seharusnya, segalanya telah berakhir," tandas Ancelotti.
Ancelotti lantas menceritakan pengalamannya melatih Gattuso. "Dia telah bermain lebih dari 100 laga di Liga Champions dan tak pernah menciptakan masalah. Saya selalu melihat dia berbuat benar. Termasuk ketika meminta maaf lantaran berbuat salah," ungkapnya.
Soal hukuman yang mungkin diterima Gattuso, Ancelotti tak mau berkomentar banyak. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada UEFA sebagai lembaga yang berwenang.
Ancelotti Bela Gattuso
Kendati tak lagi tergabung dalam satu tim, namun pelatih Chelsea Carlo Ancelotti masih terus memantau anak asuhnya di AC Milan. Dia bahkan mengikuti perkembangan terakhir Milan saat dikalahkan Tottenham Hotspur pada lag pertama Liga Champions di San Siro, Rabu dini hari kemarin.
Namun, bukan gol semata wayang Peter Crouch yang jadi perhatian utama allenatore yang akrab disapa Carletto ini. Dia justru lebih tertarik mengomentari sikap tidak terpuji Gennaro Gattuso yang mencekik dan menanduk asisten pelatih Tottenham Hotspur, Joe Jordan.
Dalam insiden tersebut, Carletto memang menyayangkan ulah Gattuso yang memaksanya harus absen pada leg kedua di London, 10 Maret mendatang. Meski demikian, pelatih 51 tahun memberikan pembelaan terhadap Gattuso dengan menyebut “Gattuso bukan satu-satunya orang yang pantas disalahkan atas insiden tersebut”.
“Saya jelas kecewa dengan apa yang dilakukan Gattuso sebab dia adalah pemain yang murah hati dan sosok yang baik,” ujar Ancelotti seperti dikutip Sky Sports, Sabtu (19/2/2011).
“Dia telah membuat kesalahan. Tapi, dia juga sudah melontarkan penyesalannya setelah pertandingan. Dia telah meminta maaf,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ancelotti juga membeberkan sikap pemain berjuluk Rhino itu selama dirinya membesut Milan. “Dia (Gattuso) telah memainkan 100 pertandingan di Liga Champions dan dia tak pernah memiliki masalah,” urainya.
“Saya melihat dirinya selalu bertindak benar. Memang, kali ini dia melakukan kesalahan dan dia sudah mengakuinya. Kini, tinggal UEFA yang mengambil keputusan,” sambung Ancelotti seraya meminta UEFA untuk mempertimbangkan catatan bersih Gattuso selama berlaga di Eropa.
“Untuk menghakimi Gattuso bersalah karena melakukan sebuah kesalahan, itu tidak baik. Saya bisa mengatakan hal ini karena saya mengenalnya dengan sangat baik,” bela Ancelotti.
Kini, komisi disiplin (komdis) UEFA memang tengah mempelajari kasus tersebut. Namun, menurut bukti-bukti yang ada, gelandang veteran 33 tahun ini terancam mendapat sanksi cukup berat.
source: bola.okezone.com
Friday, 18 February 2011
Gattuso Mungkin Lolos dari Hukuman Berat
Gennaro Gattuso akhirnya mendapat dakwaan dari UEFA atas tindakannya terhadap Asisten Manajer Tottenham Hotspur Joe Jordan. Hukuman untuk gelandang AC Milan itu sendiri akan diputuskan awal pekan depan.
Pertandingan leg I babak 16 besar Liga Champions antara Milan versus Spurs tengah pekan ini diwarnai dengan insiden yang melibatkan Gattuso dengan Jordan.
Di tengah-tengah laga, Gattuso sempat terlibat adu mulut dengan Jordan. Leher Jordan bahkan terlihat seperti dicekik Gattuso dalam insiden tersebut.
Hal tersebut lantas berbuntut kepada peristiwa lain di akhir laga. Saat itu Gattuso kembali bentrok dengan Jordan dan bahkan berusaha menanduknya.
Atas perilakunya tersebut, Gattuso didakwa UEFA dengan tuduhan melakukan 'tindakan kotor yang tidak pantas'. Disebut Eurosport, dakwaan itu adalah satu dari dua dakwaan terkait tindakan tidak pantas, dengan level yang lebih rendah.
Artinya, masih menurut Eurosport, pemain Italia berusia 33 tahun itu berpeluang terhindar dari dakwaan berat yang setidaknya bisa berbuntut hukuman main di tiga laga. Dengan dakwaan yang diterimanya, Gattuso mungkin hanya akan dapat hukuman larangan tampil di satu partai.
Hukuman Gattuso sendiri, seperti dilansir Sporting Life, akan dibahas dan ditentukan dalam pertemuan komisi disiplin dan kontrol UEFA pada hari Senin, 21 Februari 2011 mendatang.
Sumber : Sepak Bola
Pertandingan leg I babak 16 besar Liga Champions antara Milan versus Spurs tengah pekan ini diwarnai dengan insiden yang melibatkan Gattuso dengan Jordan.
Di tengah-tengah laga, Gattuso sempat terlibat adu mulut dengan Jordan. Leher Jordan bahkan terlihat seperti dicekik Gattuso dalam insiden tersebut.
Hal tersebut lantas berbuntut kepada peristiwa lain di akhir laga. Saat itu Gattuso kembali bentrok dengan Jordan dan bahkan berusaha menanduknya.
Atas perilakunya tersebut, Gattuso didakwa UEFA dengan tuduhan melakukan 'tindakan kotor yang tidak pantas'. Disebut Eurosport, dakwaan itu adalah satu dari dua dakwaan terkait tindakan tidak pantas, dengan level yang lebih rendah.
Artinya, masih menurut Eurosport, pemain Italia berusia 33 tahun itu berpeluang terhindar dari dakwaan berat yang setidaknya bisa berbuntut hukuman main di tiga laga. Dengan dakwaan yang diterimanya, Gattuso mungkin hanya akan dapat hukuman larangan tampil di satu partai.
Hukuman Gattuso sendiri, seperti dilansir Sporting Life, akan dibahas dan ditentukan dalam pertemuan komisi disiplin dan kontrol UEFA pada hari Senin, 21 Februari 2011 mendatang.
Sumber : Sepak Bola
Javier Zanetti Bela Gattuso
Gelandang Gennaro Gattuso dapat pembelaan dari pemain rival sekota AC Milan, kapten Inter Javier Zanetti, soal kasus tandukan.
Terkait insiden tandukan yang dilakukan gelandang AC Milan Gennaro Gattuso terhadap asisten pelatih Tottenham Joe Jordan ketika kedua tim berhadapan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, kapten Inter Javier Zanetti memilih berada di pihak Rossoneri alias membela sang gelandang.
Zanetti tidak ikut mengecam perbuatan negatif Gattuso tersebut, meski berbagai gelombang kecaman menghampiri pemain berjuluk Si Badak ini.
Tindakan tidak sportif yang dipertontonkan Gattuso itu sendiri berpotensi berbuah sanksi bagi dirinya. Namun Zanetti menilai kejadian seperti ini lumrah saja terjadi dalam sepakbola.
"Saya melihat ia agak jengkel, namun hal seperti ini bisa terjadi di setiap pertandingan," ujar Zanetti kepada La Gazzetta dello Sport.
"Lagipula, Rino sudah meminta maaf, jadi kita juga harus mencatatnya menjadi perhitungan," tandas sang kapten.
Sumber : Goal.com
Thursday, 17 February 2011
Gattuso Mengamuk Di Lorong Ruang Ganti Pemain
Pemain AC Milan Gennaro 'Rhino' Gattuso terancam hukuman delapan laga akibat tindakannya mendorong Joe Jordan di laga antara Milan menghadapi tamunya Tottenham di Liga Champions.
Gattuso mengamuk di akhir pertandingan tersebut dan kemudian amukannya berlanjut di lorong menuju ruang ganti pemain."Ada banyak pertengkaran saat semua pemain berjalan di lorong menuju ruang ganti pemain," ujar seorang narasumber the Daily Star.
"Kevin-Prince Boateng dan Alessandro Nesta mencoba untuk menenangkan Gattuso, dan memperingatkan bahwa dirinya bisa dihukum selama sebulan jika tidak berhenti."
“Mario Yepes dan Robinho berdebat dengan Sebastian Bassong, yagn berteriak sepanjang pertandingan."
“Ibrahimovich yang berdiri di sebelah tembok memperingatkan Tottenham bahwa pertandingan belum usai, dan tiba-tiba Flamini berhasil menenangkan amukan Gattuso," tutup narasumber tersebut.
Sumber : Goal.com
Wednesday, 16 February 2011
FOKUS: Gattuso Berurusan Dengan Orang Yang Salah
http://www.goal.com/id-ID/news/1571/fokus/2011/02/16/2355030/fokus-gattuso-berurusan-dengan-orang-yang-salah
Beberapa jam setelah membuat kisruh di lapangan, Gennaro Gattuso meminta maaf kepada publik atas apa yang dilakukannya terhadap Joe Jordan, asisten pelatih Tottenham Hotspur.
Gattuso memang sempat mencengkram leher Jordan di tengah pertandingan saat berselisih pendapat, yang berlanjut dengan penandukan Gattuso di akhir pertandingan. Ancaman sanksi pun datang untuk gelandang AC Milan itu.
Ada pun insiden itu terjadi saat AC Milan menjamu Tottenham di babak 16 besar Liga Champions. Tottenham mencuri kemenangan 1-0 di laga yang dilangsungkan di San Siro itu.
Tak sedikit yang menilai Gattuso telah berurusan dengan orang yang salah. Pertimbangannya, Jordan sendiri merupakan orang yang juga suka membuat masalah.
Seperti di awal karirnya sebagai pemain di Leeds United. Saking ngototnya, ia sampai kehilangan empat gigi bagian depan saat bermain hanya untuk tim reserve. Sejak saat itu, Jordan mendapat panggilan Jaws.
Berduel di lapangan juga bukan hal baru bagi Jordan. Pada sebuah laga babak kedua Piala FA di Old Trafford menghadapi Manchester United, Jordan menyikut Milja Aleksic, kiper United, sampai yang bersangkutan mengalami cedera dislokasi tulang rahang.
Jordan juga dikenal Harry Redknapp sebagai pemain yang bengal saat di luar lapangan. "Ia tak pernah mengerjakan tugas rumahnya," kata pelatih Tottenham itu.
Pada tahun 2007, Jordan masuk dalam daftar The Times sebagai pemain yang terkenal temperamental dalam sejarah sepakbola. Ia berada di urutan 34. Sementara Gattuso bahkan tak masuk dalam daftar 50 besar.
Sebagai asisten pelatih, temperamennya masih tinggi. Bahkan ia pernah bersitegang dan berkelahi dengan Roy Hodgson dan Paul Ince. Di awal musim ini, ia bahkan menantang pelatih kiper Newcastle Andy Woodman duel satu lawan satu.
Jadi, Gattuso telah berurusan dengan orang yang salah? Bisa jadi.
Beberapa jam setelah membuat kisruh di lapangan, Gennaro Gattuso meminta maaf kepada publik atas apa yang dilakukannya terhadap Joe Jordan, asisten pelatih Tottenham Hotspur.
Gattuso memang sempat mencengkram leher Jordan di tengah pertandingan saat berselisih pendapat, yang berlanjut dengan penandukan Gattuso di akhir pertandingan. Ancaman sanksi pun datang untuk gelandang AC Milan itu.
Ada pun insiden itu terjadi saat AC Milan menjamu Tottenham di babak 16 besar Liga Champions. Tottenham mencuri kemenangan 1-0 di laga yang dilangsungkan di San Siro itu.
Tak sedikit yang menilai Gattuso telah berurusan dengan orang yang salah. Pertimbangannya, Jordan sendiri merupakan orang yang juga suka membuat masalah.
Seperti di awal karirnya sebagai pemain di Leeds United. Saking ngototnya, ia sampai kehilangan empat gigi bagian depan saat bermain hanya untuk tim reserve. Sejak saat itu, Jordan mendapat panggilan Jaws.
Berduel di lapangan juga bukan hal baru bagi Jordan. Pada sebuah laga babak kedua Piala FA di Old Trafford menghadapi Manchester United, Jordan menyikut Milja Aleksic, kiper United, sampai yang bersangkutan mengalami cedera dislokasi tulang rahang.
Jordan juga dikenal Harry Redknapp sebagai pemain yang bengal saat di luar lapangan. "Ia tak pernah mengerjakan tugas rumahnya," kata pelatih Tottenham itu.
Pada tahun 2007, Jordan masuk dalam daftar The Times sebagai pemain yang terkenal temperamental dalam sejarah sepakbola. Ia berada di urutan 34. Sementara Gattuso bahkan tak masuk dalam daftar 50 besar.
Sebagai asisten pelatih, temperamennya masih tinggi. Bahkan ia pernah bersitegang dan berkelahi dengan Roy Hodgson dan Paul Ince. Di awal musim ini, ia bahkan menantang pelatih kiper Newcastle Andy Woodman duel satu lawan satu.
Jadi, Gattuso telah berurusan dengan orang yang salah? Bisa jadi.
Subscribe to:
Posts (Atom)












