tulisan berjalan

FORZA MILAN !!!
Showing posts with label Liga Champions 2010/2011. Show all posts
Showing posts with label Liga Champions 2010/2011. Show all posts

Tuesday, 3 April 2012

Xavi Mungkin Absen Lawan Milan

Barcelona mungkin harus menghadapi Milan dinihari nanti tanpa diperkuat Xavi Hernandez. Isyarat itu muncul setelah gelandang berpengaruh Barcelona itu tak terlihat di dua sesi latihan terakhir. Diungkapkan Pep Guardiola, Xavi mengalami sedikit masalah dengan betisnya dan pihaknya tak ingin mengambil risiko untuk memaksakannya berlatih, yang mungkin bisa memperparah cederanya. "Masalah pada betisnya muncul dalam beberapa hari terakhir dan kami lebih memilih untuk tidak memaksakannya berlatih hari ini," ujar Guardiola. "Dia akan menjalani tes kesiapan fisik nanti. Dia masih dalam tim dan karenanya dia masih memiliki kesempatan bermain," terang Guardiola lagi.

Allegri: Barca Masih Terbaik

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menilai Barcelona masih merupakan tim nomor satu dunia. Menurutnya, untuk bisa menundukkan Barcelona, Milan harus mengeluarkan kemampuan terbaik mereka untuk bisa menciptakan dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin. Hal tersebut berkaitan dengan bakal bertemuanya kedua kubu pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions, di Camp Nou, Selasa (3/4/2012). Milan akan datang berbekal hasil imbang 0-0 pada leg pertama, di San Siro, 28 Maret lalu. "Kami tak punya banyak waktu menyiapkan diri secara taktik untuk pertandingan ini, karena kami tampil setiap tiga hari. Kami akan (berlatih taktik) malam ini di Barcelona. Kami baru menghadapi mereka pekan lalu dan kami siap," ujar Allegri. "Barcelona masih tim terbaik di dunia, tetapi pada pertandingan nanti akan ada beberapa momen krusial dan kami harus berusaha mendapatkan manfaat maksimal dari itu. Saya berharap Barcelona menampilkan kemampuan terbaik mereka." "Saya tidak akan terlalu memikirkan hasil akhir. Pertandingan bisa berakhir 0-0 dan dituntaskan melalui adu penalti, meski saya ragu (adu penalti) akan terjadi," tuturnya. Pada laga terakhirnya di Serie-A, akhir pekan lalu, Milan bermain imbang 1-1 dengan Catania. Hasil itu membuat Milan menguasai klasemen dengan 64 poin, atau unggul dua angka dari pesaing terdekat, Juventus. "Tim tak boleh berpikir soal kesalahan yang mereka buat pada pertandingan melawan Catania. Kami akan pergi ke Barcelona untuk memainkan laga yang memperebutkan tiket semifinal Liga Champions dan kami hanya harus memikirkan itu. Scudetto bisa menunggu," tambahnya.

Guardiola: Barca Akan Serang Milan

Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, menyatakan akan menerapkan strategi menyerang saat menjamu AC Milan di leg kedua babak perempat final Liga Champions, Selasa atau Rabu (4/4/2012) dini hari WIB. Strategi itu, kata Guardiola, adalah satu-satunya cara agar timnya lolos ke babak selanjutnya. Dengan hasil imbang tanpa gol di leg pertama, Barcelona mau tak mau memang harus memenangi pertandingan tersebut. Namun, pekerjaan itu memang tidak mudah karena Milan terkenal memiliki gaya permainan bertahan yang sangat baik. "Situasinya simpel saja. Siapa pun yang menang akan melaju ke semifinal. Dalam pandangan saya, kami harus terus meningkatkan permainan kami karena Milan dapat mencetak gol dalam pertandingan nanti. Dalam beberapa hari terakhir, saya telah mempelajari bagaimana menciptakan banyak peluang tanpa menjadikan barisan kami terancam," ungkap Guardiola seperti dilansir Football Italia. "Saya tidak memikirkan bagaimana jika kami kecolongan gol, tetapi saya harus mencari cara agar terus menciptakan peluang sebanyak mungkin," katanya lagi. Guardiola menambahkan, Milan saat ini adalah salah satu tim terbaik di Italia yang mampu mendominasi setiap pertandingan dengan barisan pertahanan yang baik. Terlebih lagi, Milan juga memiliki sejumlah pemain berbahaya, salah satunya Zlatan Ibrahimovic. "Kami tidak tahu bagaimana cara bertahan dengan baik sejak lama. Jika Milan lebih mendominasi, kami harus tetap mewaspadai hal itu. Namun, pastinya kami akan berusaha untuk terus menyerang dengan berbagai cara. Saya rasa jika skor 3-0 pun, kami tidak akan berhenti (menyerang)," ucapnya.

Thursday, 20 October 2011

Galliani Sebut Milan Sudah Kembali Kompetitif

Milan - AC Milan meraih hasil kemenangan dua kali berturut-turut, dengan yang terakhir mereka raih atas BATE Borisov. Atas hasil itu, Adriano Galliani menyebut Rossoneri kini kompetitif Lagi.

Setelah menggebuk Palermo tiga gol tanpa balas dalam lanjutan Liga Italia akhir pekan lalu, Kamis (20/10/2011) dinihari tadi giliran BATE Borisov dikalahkan dengan skor 2-0. Kembalinya Zlatan Ibrahimovic, Kevin-Prince Boateng, dan Robinho disebut-sebut menjadi sebab kembali moncernya penampilan Milan.


Tanpa ketiga pemain pilar tersebut bermain bersama, Milan meraih hasil kurang maksimal termasuk saat kalah dari Napoli dengan skor akhir 1-3 dan dikalahkan Juventus dengan skor akhir 0-2. Wajar kalau kemudian Galliani menyambut dengan antusias kembalinya para pilar itu dan kemenangan atas BATE.

"Kami telah berurusan dengan banyak pemain yang cedera, jadi jika saja kami jumlah pemain yang absen masih normal, maka kami akan akan kompetitif di Liga Champions dan Liga Italia," ujar pada Football Italia.

"Aku tidak dapat mengerti mengapa media tidak mengingat mereka dalam beberapa minggu terakhir," tambahnya.

Dengan hasil dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan sebiji gol ini memang membuat penampilan Milan kini sangat menjanjikan.

"Kami telah berkembang dari waktu ke waktu dan dengan pemain-pemain ini Milan bisa bermain dengan baik," ucap Galliani optimistis.

Souce : Detiksport

Jika Milan Main Bagus, Ibra Juga Tampil Oke

Milan - Zlatan Ibrahimovic menilai AC Milan dan dirinya tampil apik saat menekuk BATE Borisov. Kemenangan itu sendiri ia sebut sangat penting demi kepercayaan diri Rossoneri.

Di San Siro, Kamis (20/10/2011) dinihari WIB, Ibra mencetak gol pembuka ke gawang BATE sebelum Kevin-Prince Boateng memantapkan kemenangan menjadi 2-0.

"Kami menciptakan sedemikian banyak peluang dan untung saja gol akhirnya lahir," kata Ibra ke Rai Sport yang dilansir Football Italia.

Hasil tersebut bukan cuma membuahkan tiga poin untuk Milan di fase grup, tetapi yang lebih penting lagi memberi suntikan kepercayan diri untuk Rossoneri.

"Kami bermain bagus dan partai ini penting untuk kepercayaan diri kami. Jika tim bermain bagus, maka begitu juga aku, dan kami bisa terus seperti itu."

"Kami berkombinasi dengan baik dalam penyerangan dan itu membuat kami semua jadi lebih berbahaya," simpul Ibra.

Source : DetikSport

Saturday, 19 February 2011

Gattuso Dibela Mantan Pelatihnya

Pertikaian yang terjadi antara kapten AC Milan, Gennaro Gattuso dan Joe Jordan, asisten pelatih Tottenham Hotspur, di Liga Champions mendapatkan perhatian dari Carlo Ancelotti. Mantan pelatih Milan itu tak menyangka Gattuso sampai berbuat seperti itu.

"Kejadian itu tentu saja membuat saya tak senang. Bagaiamanapun, Gattuso adalah sosok pemain yang ramah," ujar manajer Chelsea itu.


"Gattuso memang telah berbuat salah. Saya kecewa dengan sikapnya itu. Tapi, dia pun telah mengakui kekeliruannya dan meminta maaf. Seharusnya, segalanya telah berakhir," tandas Ancelotti.

Ancelotti lantas menceritakan pengalamannya melatih Gattuso. "Dia telah bermain lebih dari 100 laga di Liga Champions dan tak pernah menciptakan masalah. Saya selalu melihat dia berbuat benar. Termasuk ketika meminta maaf lantaran berbuat salah," ungkapnya.

Soal hukuman yang mungkin diterima Gattuso, Ancelotti tak mau berkomentar banyak. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada UEFA sebagai lembaga yang berwenang.

Ancelotti Bela Gattuso

Kendati tak lagi tergabung dalam satu tim, namun pelatih Chelsea Carlo Ancelotti masih terus memantau anak asuhnya di AC Milan. Dia bahkan mengikuti perkembangan terakhir Milan saat dikalahkan Tottenham Hotspur pada lag pertama Liga Champions di San Siro, Rabu dini hari kemarin.

Namun, bukan gol semata wayang Peter Crouch yang jadi perhatian utama allenatore yang akrab disapa Carletto ini. Dia justru lebih tertarik mengomentari sikap tidak terpuji Gennaro Gattuso yang mencekik dan menanduk asisten pelatih Tottenham Hotspur, Joe Jordan.
Dalam insiden tersebut, Carletto memang menyayangkan ulah Gattuso yang memaksanya harus absen pada leg kedua di London, 10 Maret mendatang. Meski demikian, pelatih 51 tahun memberikan pembelaan terhadap Gattuso dengan menyebut “Gattuso bukan satu-satunya orang yang pantas disalahkan atas insiden tersebut”.

“Saya jelas kecewa dengan apa yang dilakukan Gattuso sebab dia adalah pemain yang murah hati dan sosok yang baik,” ujar Ancelotti seperti dikutip Sky Sports, Sabtu (19/2/2011).

“Dia telah membuat kesalahan. Tapi, dia juga sudah melontarkan penyesalannya setelah pertandingan. Dia telah meminta maaf,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ancelotti juga membeberkan sikap pemain berjuluk Rhino itu selama dirinya membesut Milan. “Dia (Gattuso) telah memainkan 100 pertandingan di Liga Champions dan dia tak pernah memiliki masalah,” urainya.

“Saya melihat dirinya selalu bertindak benar. Memang, kali ini dia melakukan kesalahan dan dia sudah mengakuinya. Kini, tinggal UEFA yang mengambil keputusan,” sambung Ancelotti seraya meminta UEFA untuk mempertimbangkan catatan bersih Gattuso selama berlaga di Eropa.

“Untuk menghakimi Gattuso bersalah karena melakukan sebuah kesalahan, itu tidak baik. Saya bisa mengatakan hal ini karena saya mengenalnya dengan sangat baik,” bela Ancelotti.

Kini, komisi disiplin (komdis) UEFA memang tengah mempelajari kasus tersebut. Namun, menurut bukti-bukti yang ada, gelandang veteran 33 tahun ini terancam mendapat sanksi cukup berat.

source: bola.okezone.com

Friday, 18 February 2011

Gattuso Mungkin Lolos dari Hukuman Berat

Gennaro Gattuso akhirnya mendapat dakwaan dari UEFA atas tindakannya terhadap Asisten Manajer Tottenham Hotspur Joe Jordan. Hukuman untuk gelandang AC Milan itu sendiri akan diputuskan awal pekan depan.

Pertandingan leg I babak 16 besar Liga Champions antara Milan versus Spurs tengah pekan ini diwarnai dengan insiden yang melibatkan Gattuso dengan Jordan.

Di tengah-tengah laga, Gattuso sempat terlibat adu mulut dengan Jordan. Leher Jordan bahkan terlihat seperti dicekik Gattuso dalam insiden tersebut.

Hal tersebut lantas berbuntut kepada peristiwa lain di akhir laga. Saat itu Gattuso kembali bentrok dengan Jordan dan bahkan berusaha menanduknya.

Atas perilakunya tersebut, Gattuso didakwa UEFA dengan tuduhan melakukan 'tindakan kotor yang tidak pantas'. Disebut Eurosport, dakwaan itu adalah satu dari dua dakwaan terkait tindakan tidak pantas, dengan level yang lebih rendah.

Artinya, masih menurut Eurosport, pemain Italia berusia 33 tahun itu berpeluang terhindar dari dakwaan berat yang setidaknya bisa berbuntut hukuman main di tiga laga. Dengan dakwaan yang diterimanya, Gattuso mungkin hanya akan dapat hukuman larangan tampil di satu partai.

Hukuman Gattuso sendiri, seperti dilansir Sporting Life, akan dibahas dan ditentukan dalam pertemuan komisi disiplin dan kontrol UEFA pada hari Senin, 21 Februari 2011 mendatang.

Sumber : Sepak Bola

Javier Zanetti Bela Gattuso

Gelandang Gennaro Gattuso dapat pembelaan dari pemain rival sekota AC Milan, kapten Inter Javier Zanetti, soal kasus tandukan.

Terkait insiden tandukan yang dilakukan gelandang AC Milan Gennaro Gattuso terhadap asisten pelatih Tottenham Joe Jordan ketika kedua tim berhadapan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, kapten Inter Javier Zanetti memilih berada di pihak Rossoneri alias membela sang gelandang.

Zanetti tidak ikut mengecam perbuatan negatif Gattuso tersebut, meski berbagai gelombang kecaman menghampiri pemain berjuluk Si Badak ini.

Tindakan tidak sportif yang dipertontonkan Gattuso itu sendiri berpotensi berbuah sanksi bagi dirinya. Namun Zanetti menilai kejadian seperti ini lumrah saja terjadi dalam sepakbola.

"Saya melihat ia agak jengkel, namun hal seperti ini bisa terjadi di setiap pertandingan," ujar Zanetti kepada La Gazzetta dello Sport.

"Lagipula, Rino sudah meminta maaf, jadi kita juga harus mencatatnya menjadi perhitungan," tandas sang kapten. 

Sumber : Goal.com

Thursday, 17 February 2011

Gattuso Mengamuk Di Lorong Ruang Ganti Pemain

Pemain AC Milan Gennaro 'Rhino' Gattuso terancam hukuman delapan laga akibat tindakannya mendorong Joe Jordan di laga antara Milan menghadapi tamunya Tottenham di Liga Champions.

Gattuso mengamuk di akhir pertandingan tersebut dan kemudian amukannya berlanjut di lorong menuju ruang ganti pemain.

"Ada banyak pertengkaran saat semua pemain berjalan di lorong menuju ruang ganti pemain," ujar seorang narasumber the Daily Star.

"Kevin-Prince Boateng dan Alessandro Nesta mencoba untuk menenangkan Gattuso, dan memperingatkan bahwa dirinya bisa dihukum selama sebulan jika tidak berhenti."

“Mario Yepes dan Robinho berdebat dengan Sebastian Bassong, yagn berteriak sepanjang pertandingan."

“Ibrahimovich yang berdiri di sebelah tembok memperingatkan Tottenham bahwa pertandingan belum usai, dan tiba-tiba Flamini berhasil menenangkan amukan Gattuso," tutup narasumber tersebut.


Sumber : Goal.com

Wednesday, 16 February 2011

FOKUS: Gattuso Berurusan Dengan Orang Yang Salah

http://www.goal.com/id-ID/news/1571/fokus/2011/02/16/2355030/fokus-gattuso-berurusan-dengan-orang-yang-salah

Beberapa jam setelah membuat kisruh di lapangan, Gennaro Gattuso meminta maaf kepada publik atas apa yang dilakukannya terhadap Joe Jordan, asisten pelatih Tottenham Hotspur.

Gattuso memang sempat mencengkram leher Jordan di tengah pertandingan saat berselisih pendapat, yang berlanjut dengan penandukan Gattuso di akhir pertandingan. Ancaman sanksi pun datang untuk gelandang AC Milan itu.

Ada pun insiden itu terjadi saat AC Milan menjamu Tottenham di babak 16 besar Liga Champions. Tottenham mencuri kemenangan 1-0 di laga yang dilangsungkan di San Siro itu.

Tak sedikit yang menilai Gattuso telah berurusan dengan orang yang salah. Pertimbangannya, Jordan sendiri merupakan orang yang juga suka membuat masalah.

Seperti di awal karirnya sebagai pemain di Leeds United. Saking ngototnya, ia sampai kehilangan empat gigi bagian depan saat bermain hanya untuk tim reserve. Sejak saat itu, Jordan mendapat panggilan Jaws.

Berduel di lapangan juga bukan hal baru bagi Jordan. Pada sebuah laga babak kedua Piala FA di Old Trafford menghadapi Manchester United, Jordan menyikut Milja Aleksic, kiper United, sampai yang bersangkutan mengalami cedera dislokasi tulang rahang.

Jordan juga dikenal Harry Redknapp sebagai pemain yang bengal saat di luar lapangan. "Ia tak pernah mengerjakan tugas rumahnya," kata pelatih Tottenham itu.

Pada tahun 2007, Jordan masuk dalam daftar The Times sebagai pemain yang terkenal temperamental dalam sejarah sepakbola. Ia berada di urutan 34. Sementara Gattuso bahkan tak masuk dalam daftar 50 besar.

Sebagai asisten pelatih, temperamennya masih tinggi. Bahkan ia pernah bersitegang dan berkelahi dengan Roy Hodgson dan Paul Ince. Di awal musim ini, ia bahkan menantang pelatih kiper Newcastle Andy Woodman duel satu lawan satu.

Jadi, Gattuso telah berurusan dengan orang yang salah? Bisa jadi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...