Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri bertekad menghentikan rekor buruk timnya yang tak pernah menang di kandang Lecce sejak tahun 2001 lalu.
Rossoneri akan bertandang lagi ke Stadion Via del Mare pada Minggu 23 Oktober 2011. "Ini adalah tes yang sulit karena Milan belum pernah menang lagi di Lecce dalam 10 tahun terakhir. Jadi, kami harus menghentikan kutukan ini," kata Allegri seperti dilansir Football Italia.
Kendala datang karena Milan kehilangan beberapa pemain pentingnya di laga ini. Thiago Silva, Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, Alexandre Pato dan Mathieu Flamini tak dibawa ke Leece. Adapun beberapa pemain penting lain kondisinya juga kurang bugar.
"Alberto Aquilani dan Kevin Prince-Boateng meragukan, tapi kami berharap mereka bisa main pada pertandingan hari Minggu nanti. Adapun Massimo Ambrosini kini telah sepenuhnya pulih," jelas Allegri.
Milan tak memulai musim ini dengan baik. Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan gagal mendapat hasil yang konsisten seperti musim lalu. Akibatnya, Milan kini hanya bertengger di peringkat 13 dengan koleksi 8 poin.
"Lecce akan membawa masalah bagi kami karena mereka memiliki pemain-pemain yang berkualitas. Kami benar-benar membutuhkan tiga poin. Pada saat ini kami membutuhkan hasil bagus di luar kandang."
Milan akan sedikit terbantu dengan fakta Lecce selalu menderita kekalahan di kandang mereka sendiri musim ini. "Kami harus menyadari pentingnya pertandingan ini dan menghormati Lecce. Mereka bermain baik, meski ketika mereka kalah. Setiap pertandingan di Serie A itu berat," kata Allegri.
Source : vivanews
Showing posts with label Serie A 2010/2011. Show all posts
Showing posts with label Serie A 2010/2011. Show all posts
Saturday, 22 October 2011
Sunday, 6 March 2011
Gattuso Tundukkan Juventus
Gennaro Gattuso muncul sebagai pahlawan kemenangan AC Milan atas Juventus.
AC Milan berhasil mengamankan jarak di puncak klasemen Serie A Italia berkat kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Juventus, Sabtu (5/3) malam.
Gol tunggal kemenangan Milan diciptakan oleh Gennaro Gattuso pada pertengahan babak kedua. Kekalahan ini menyebabkan posisi Luigi Del Neri sebagai pelatih Juventus kian terancam meski mereka sempat mengalahkan tim top seperti Inter Milan bulan lalu.
Alexandre Pato batal dimainkan Massimiliano Allegri karena menderita gejala flu sebelum bertanding, begitu juga dengan Massimo Oddo. Sementara, Juventus bisa memainkan Gianluigi Buffon meski harus kehilangan sejumlah pemain akibat cedera dan sanksi akumulasi kartu.
Juventus lebih banyak menguasai bola, tetapi Milan yang menuai peluang. Pada menit ketiga, tendangan voli Zlatan Ibrahimovic hasil umpan Antonio Cassano meleset dari sasaran. Begitu juga dengan peluang Cassano beberapa menit berselang, tendangannya menyambut umpan terobosan Marek Jankulovski pun tidak menemui sasaran.
Pengambilan posisi Buffon juga beberapa kali mampu mengamankan gawang Juve. Ketika Kevin-Prince Boateng berupaya mengejar umpan lambung Thiago Silva, Buffon keluar dari sarangnya dan mampu mengamankan bola.
Usai turun minum, Allegri menggantikan Boateng dengan Robinho untuk menjalankan peran sebagai trequarista. Tekanan Milan pun akhirnya berbuah hasil pada menit ke-68. Berawal dari kesalahan Andrea Barzagli membuang bola, Gattuso melepaskan tendangan kaki kiri menyusur tanah yang gagal dijangkau Buffon. Gol itu merupakan gol pertama Gattuso sejak Januari 2008.
Tersentak, Juventus mencoba melawan. Alessandro Marti keluar memberi tempat kepada pemain senior Alessandro del Piero, tetapi segalanya sudah terlambat. Upaya pemain tuan rumah mencari gol balasan hingga detik perakhir pertandingan gagal.
Milan kini mengumpulkan 61 poin dan unggul delapan poin dari peringkat kedua, Inter. Sementara, Juventus terkunci di posisi ketujuh dengan selisih lima poin dari zona Eropa.
sumber : goal.com
AC Milan berhasil mengamankan jarak di puncak klasemen Serie A Italia berkat kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Juventus, Sabtu (5/3) malam.
Gol tunggal kemenangan Milan diciptakan oleh Gennaro Gattuso pada pertengahan babak kedua. Kekalahan ini menyebabkan posisi Luigi Del Neri sebagai pelatih Juventus kian terancam meski mereka sempat mengalahkan tim top seperti Inter Milan bulan lalu.
Alexandre Pato batal dimainkan Massimiliano Allegri karena menderita gejala flu sebelum bertanding, begitu juga dengan Massimo Oddo. Sementara, Juventus bisa memainkan Gianluigi Buffon meski harus kehilangan sejumlah pemain akibat cedera dan sanksi akumulasi kartu.
Juventus lebih banyak menguasai bola, tetapi Milan yang menuai peluang. Pada menit ketiga, tendangan voli Zlatan Ibrahimovic hasil umpan Antonio Cassano meleset dari sasaran. Begitu juga dengan peluang Cassano beberapa menit berselang, tendangannya menyambut umpan terobosan Marek Jankulovski pun tidak menemui sasaran.
Pengambilan posisi Buffon juga beberapa kali mampu mengamankan gawang Juve. Ketika Kevin-Prince Boateng berupaya mengejar umpan lambung Thiago Silva, Buffon keluar dari sarangnya dan mampu mengamankan bola.
Usai turun minum, Allegri menggantikan Boateng dengan Robinho untuk menjalankan peran sebagai trequarista. Tekanan Milan pun akhirnya berbuah hasil pada menit ke-68. Berawal dari kesalahan Andrea Barzagli membuang bola, Gattuso melepaskan tendangan kaki kiri menyusur tanah yang gagal dijangkau Buffon. Gol itu merupakan gol pertama Gattuso sejak Januari 2008.
Tersentak, Juventus mencoba melawan. Alessandro Marti keluar memberi tempat kepada pemain senior Alessandro del Piero, tetapi segalanya sudah terlambat. Upaya pemain tuan rumah mencari gol balasan hingga detik perakhir pertandingan gagal.
Milan kini mengumpulkan 61 poin dan unggul delapan poin dari peringkat kedua, Inter. Sementara, Juventus terkunci di posisi ketujuh dengan selisih lima poin dari zona Eropa.
sumber : goal.com
Tuesday, 1 March 2011
Milan Hantam Napoli 3-0
Milan - AC Milan memetik kemenangan meyakinkan dalam laga big match kontra Napoli. Di San Siro, Selasa (1/3/2011) dinihari WIB, Rossoneri menghantam lawannya dengan tiga gol tanpa balas.
Laga antara dua klub penghuni papan atas klasemen Seri A ini berjalan dengan tuan rumah tampil mendominasi. Meski begitu, skuad besutan Masimilliano Allegri harus menunggu hingga babak kedua untuk memborong ketiga golnya.
Diawali dengan eksekusi penalti Zlatan Ibrahimovic di awal babak kedua, Milan kemudian mencetak dua cepat melalui Kevin Prince Boateng dan Alexandre Pato di menit 77 dan 79.
Kemenangan ini mengokohkan Diavolo Rosso di puncak klasemen Seri A dengan poin 58. Milan juga berhasil kembali menjauhkan jaraknya dengan Inter Milan yang kini duduk di posisi dua dengan poin 53.
Sementara buat Napoli, kekalahan telak ini membuat mereka gagal mengklaim kembali posisi dua klasemen. Dengan poin didapat berjumlah 52 skuad besutan Walter Mazzarri harus puas duduk di tangga ketiga.
Jalannya Pertandingan
Sebuah tendangan spekulasi Edison Cavani yang masih melenceng di menit enam membuka serangan Napoli ke gawang Milan. Dua menit berselang gantian Zlatan Ibrahimovic melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang arahnya juga tak tepat sasaran.
Milan kemudian berhasil mengurung pertahanan Napoli, meski Rossoneri tetap kesulitan masuk kotak penalti karena rapatnya pertahanan skuad besutan Walter Mazzarri. Lewat sebuah serangan balik Milan punya peluang lain, namun Matthieu Flamini terlalu cepat berlari saat mencoba menyambar umpan Ibra di dalam kotak penalti.
Peluang terbaik Milan tercipta di menit 31 saat Mark van Bommel dalam posisi bebas melepaskan tembakan keras dari jarak dekat. Tak ada gol dalam proses tersebut karena si kulit bundar berhasil diblok bek Napoli yang datang sambil menjatuhkan diri.
Lima menit sebelum turun minum Milan punya peluang lain. Setelah Flamini kalah cepat dari kiper Morgan De Sanctis saat mengejar bola, Pato berhasil memungut si kulit bundar di dalam kotak penalti. Sepakan striker berjuluk 'Si Bebek' itu ke gawang yang kosong gagal berujung gol karena terlalu pelan hingga bisa dihadang barisan pertahanan lawan.
Babak kedua baru berjalan tiga menit wasit menunjuk titik putih di kotak penalti Napoli menyusul handball yang dilakukan bek tim tamu, sebuah keputusan yang sempat dapat protes dari pemain Marek Hamsik cs. Maju sebagai eksekutor, sepakan Ibra ke arah kanan gawang tak sampai dijangkau De Sanctis. Milan unggul 1-0.
Dengan aksi individunya Pato berhasil menusuk ke dalam kotak penalti Napoli, dia kemudian melepaskan umpan sempurna pada Robinho yang masuk dari belakang. Namun sepakan pesepakbola Brasil itu dari jarak dekat dengan cekatan berhasil ditepis De Sanctis.
Milan akhirnya bisa menambah keunggulan di menit 77 lewat skenario serangan balik. Mendapat umpan panjang dari daerah pertahanan, Ibra memantulkan bola pada Pato yang kemudian menyisir sisi kiri pertahanan Napoli.
Menusuk ke kotak penalti, Pato jeli melihat Boateng masuk ke dalam kotak penalti dan menyodorkan bola padanya. Sontekan tertarah dari Boateng melesak ke dalam gawang dan mengubah kedudukan jadi 2-0.
Tiga menit berselang gantian Pato yang mencatatkan namanya di papan skor. Kembali lewat serangan balik yang cepat, kali ini striker asal Brasil itu bekerja sendirian menyerbu pertahanan Napoli dengan dikawal dua bek lawan.
Memanfaatkan terpecahnya perhatian bek Napoli karena Ibra yang menusuk di sisi kiri, Pato melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Bola melewati jangkauan kiper De Sanctis dan masuk ke gawang untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Susunan pemain
Milan: Abbiati; Abate (Oddo 81), Nesta, Thiago Silva, Jankulovski (Emanuelson 72); Gattuso, Van Bommel, Flamini; Robinho (Boateng 63); Ibrahimovic, Pato
Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica; Maggio (Sosa 79), Pazienza, Gargano (Yebda 85), Dossena; Mascara (Zuniga 65), Hamsik; Cavani
source: http://www.detiksport.com
Laga antara dua klub penghuni papan atas klasemen Seri A ini berjalan dengan tuan rumah tampil mendominasi. Meski begitu, skuad besutan Masimilliano Allegri harus menunggu hingga babak kedua untuk memborong ketiga golnya.
Diawali dengan eksekusi penalti Zlatan Ibrahimovic di awal babak kedua, Milan kemudian mencetak dua cepat melalui Kevin Prince Boateng dan Alexandre Pato di menit 77 dan 79.
Kemenangan ini mengokohkan Diavolo Rosso di puncak klasemen Seri A dengan poin 58. Milan juga berhasil kembali menjauhkan jaraknya dengan Inter Milan yang kini duduk di posisi dua dengan poin 53.
Sementara buat Napoli, kekalahan telak ini membuat mereka gagal mengklaim kembali posisi dua klasemen. Dengan poin didapat berjumlah 52 skuad besutan Walter Mazzarri harus puas duduk di tangga ketiga.
Jalannya Pertandingan
Sebuah tendangan spekulasi Edison Cavani yang masih melenceng di menit enam membuka serangan Napoli ke gawang Milan. Dua menit berselang gantian Zlatan Ibrahimovic melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang arahnya juga tak tepat sasaran.
Milan kemudian berhasil mengurung pertahanan Napoli, meski Rossoneri tetap kesulitan masuk kotak penalti karena rapatnya pertahanan skuad besutan Walter Mazzarri. Lewat sebuah serangan balik Milan punya peluang lain, namun Matthieu Flamini terlalu cepat berlari saat mencoba menyambar umpan Ibra di dalam kotak penalti.
Peluang terbaik Milan tercipta di menit 31 saat Mark van Bommel dalam posisi bebas melepaskan tembakan keras dari jarak dekat. Tak ada gol dalam proses tersebut karena si kulit bundar berhasil diblok bek Napoli yang datang sambil menjatuhkan diri.
Lima menit sebelum turun minum Milan punya peluang lain. Setelah Flamini kalah cepat dari kiper Morgan De Sanctis saat mengejar bola, Pato berhasil memungut si kulit bundar di dalam kotak penalti. Sepakan striker berjuluk 'Si Bebek' itu ke gawang yang kosong gagal berujung gol karena terlalu pelan hingga bisa dihadang barisan pertahanan lawan.
Babak kedua baru berjalan tiga menit wasit menunjuk titik putih di kotak penalti Napoli menyusul handball yang dilakukan bek tim tamu, sebuah keputusan yang sempat dapat protes dari pemain Marek Hamsik cs. Maju sebagai eksekutor, sepakan Ibra ke arah kanan gawang tak sampai dijangkau De Sanctis. Milan unggul 1-0.
Dengan aksi individunya Pato berhasil menusuk ke dalam kotak penalti Napoli, dia kemudian melepaskan umpan sempurna pada Robinho yang masuk dari belakang. Namun sepakan pesepakbola Brasil itu dari jarak dekat dengan cekatan berhasil ditepis De Sanctis.
Milan akhirnya bisa menambah keunggulan di menit 77 lewat skenario serangan balik. Mendapat umpan panjang dari daerah pertahanan, Ibra memantulkan bola pada Pato yang kemudian menyisir sisi kiri pertahanan Napoli.
Menusuk ke kotak penalti, Pato jeli melihat Boateng masuk ke dalam kotak penalti dan menyodorkan bola padanya. Sontekan tertarah dari Boateng melesak ke dalam gawang dan mengubah kedudukan jadi 2-0.
Tiga menit berselang gantian Pato yang mencatatkan namanya di papan skor. Kembali lewat serangan balik yang cepat, kali ini striker asal Brasil itu bekerja sendirian menyerbu pertahanan Napoli dengan dikawal dua bek lawan.
Memanfaatkan terpecahnya perhatian bek Napoli karena Ibra yang menusuk di sisi kiri, Pato melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Bola melewati jangkauan kiper De Sanctis dan masuk ke gawang untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Susunan pemain
Milan: Abbiati; Abate (Oddo 81), Nesta, Thiago Silva, Jankulovski (Emanuelson 72); Gattuso, Van Bommel, Flamini; Robinho (Boateng 63); Ibrahimovic, Pato
Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica; Maggio (Sosa 79), Pazienza, Gargano (Yebda 85), Dossena; Mascara (Zuniga 65), Hamsik; Cavani
source: http://www.detiksport.com
Monday, 21 February 2011
Bekap Chievo, Milan Tunjukkan Karakter
MILAN - Poin penuh yang diraih AC Milan atas Chievo dengan skor tipis 2-1, disambut hangat oleh Massimiliano Allegri. Terlebih, hasil bagus ini didapat I Rosoneri setelah menelan kekalahan di leg pertama Liga Champions kontra Tottenham Hotspur. Bagi Allegri, kemenangan ini laksana oase menyejukkan di tengah kegagalan mereka di pertandingan krusial kontra Spurs.
“Tidak pernah mudah mengontrol permainan,” kata Allegri di Skysports, Senin (21/2/2011). “Kami berjuang di sana. Terpenting, kami sore ini kami bisa menang dan memperoleh tiga poin,” tukas Allegri, berkat kemenangan ini timnya kembali mengokohkan diri sebagai capolista.
“Tidak pernah mudah bangkit kembali setelah mengalami kemunduran di Liga Champions selama sepekan ini,” kata Allegri yang pernah menukangi Cagliari.
“Saya tidak berpikir kami pantas mendapat kekalahan (dari Tottenham). Tetapi kami telah mendemonstrasikan sisi karakter kemenangan kami saat bermain melawan tim yang rumit, Chievo,” ujar Allegri mendeskripsikan pesan perihal semangat juang timnya untuk memperoleh kemenangan.
Kendati demikian, Allegri tidak mau jumawa dengan kemenangan yang didapat timnya setelah memastikan diri kembali bertahan di puncak klasifika Serie A setelah menjauh dari Napoli dan Inter Milan.
“Saya tidak berpikir ini memberi sinyal kepada rival kami karena kami bertahan di tempat pertama. Kami hanya fokus pada diri kami sendiri. Kami harus mempertimbangkan Inter dan Napoli. Kami pun tidak boleh melupakan Lazio yang kembali meraih kemenangan,” tandas Allegri.
source: http://bola.okezone.com/
“Tidak pernah mudah mengontrol permainan,” kata Allegri di Skysports, Senin (21/2/2011). “Kami berjuang di sana. Terpenting, kami sore ini kami bisa menang dan memperoleh tiga poin,” tukas Allegri, berkat kemenangan ini timnya kembali mengokohkan diri sebagai capolista.
“Tidak pernah mudah bangkit kembali setelah mengalami kemunduran di Liga Champions selama sepekan ini,” kata Allegri yang pernah menukangi Cagliari.
“Saya tidak berpikir kami pantas mendapat kekalahan (dari Tottenham). Tetapi kami telah mendemonstrasikan sisi karakter kemenangan kami saat bermain melawan tim yang rumit, Chievo,” ujar Allegri mendeskripsikan pesan perihal semangat juang timnya untuk memperoleh kemenangan.
Kendati demikian, Allegri tidak mau jumawa dengan kemenangan yang didapat timnya setelah memastikan diri kembali bertahan di puncak klasifika Serie A setelah menjauh dari Napoli dan Inter Milan.
“Saya tidak berpikir ini memberi sinyal kepada rival kami karena kami bertahan di tempat pertama. Kami hanya fokus pada diri kami sendiri. Kami harus mempertimbangkan Inter dan Napoli. Kami pun tidak boleh melupakan Lazio yang kembali meraih kemenangan,” tandas Allegri.
source: http://bola.okezone.com/
Sunday, 20 February 2011
Pato Sumbangkan Tiga Angka Bagi Milan
Ambisi AC Milan untuk meninggalkan pesaingnya dalam perburuan gelar juara Serie A Italia musim ini terwujud setelah menundukkan tuan rumah Chievo 2-1 di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Minggu [20/2] malam WIB.
Hasil ini membuat Milan menjauhi rival terdekatnya, Inter Milan, dengan keunggulan lima poin. Rossoneri kini mengoleksi nilai 55 dari 26 pertandingan yang telah dijalani. Sedangkan Chievo tetap berkutat di papan tengah dengan nilai 31.
Chievo mengawali laga dengan bagus untuk memberi tekanan kepada Milan. Namun mereka mengalami kesulitan menembus pertahanan tim tamu, sehingga tidak terlalu membahayakan bagi gawang Milan.
Permainan bagus Chievo ini hanya bertahan selama sepuluh menit. Selepas itu, Milan mulai memberikan tekanan hebat kepada tim tuan rumah. Pertahanan Chievo pun harus bekerja keras untuk meredam permainan agresif Milan.
Milan akhirnya unggul lebih dulu ketika pertandingan memasuki menit ke-26. Berawal dari tusukan Antonio Cassano di sisi kanan kotak penalti, ia lalu memberikan bola kepada Zlatan Ibrahimovic. Pemain asal Swedia ini lalu menyundul bola kepada Robinho yang menyelesaikannya dengan tendangan, sehingga bola bersarang di pojok kanan gawang.
Gol Milan itu membuat kubu Chievo tersentak. Mereka berusaha bangkit untuk mengejar ketertinggalannya. Gelson Fernandes nyaris menyamakan kedudukan tiga menit kemudian, tapi tendangannya dapat dimentahkan. Skor 1-0 ini bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Milan tidak memberikan kesempatan Chievo untuk mengembangkan permainannya. Pada menit ke-55, Ibrahimovic melepaskan tendangan keras, namun bisa dimentahkan kiper Stefano Sorrentino.
Keasyikan menyerang, Milan sedikit lengah di barisan pertahanan. Kondisi itu dimanfaatkan Chievo untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-62 melalui Fernandes yang menerima umpan matang dari Kevin Constant guna menundukkan Christian Abbiati.
Pelatih Milan Max Allegri kemudian menarik keluar Cassano yang tidak terlalu efektif di pertandingan ini. Allegri kemudian memasukkan Alexandre Pato untuk semakin menghidupkan serangan Milan.
Pergantian pemain itu membuat serangan Milan jauh lebih berbahaya. Pada menit ke-76, Robinho mendapatkan peluang emas untuk membawa Milan kembali unggul, namun dapat dimentahkan Sorrentino.
Usaha Milan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit di menit ke-83. Pato berhasil melewati tiga pemain belakang Chievo, dan melepaskan tendangan ke pojok gawang. Bola sempat membentur mistar, namun bergulir ke dalam gawang Chievo.
Upaya tuan rumah yang berusaha menyamakan kedudukan menjadi sulit, setelah mereka harus bermain dengan sepuluh orang selang dua menit kemudian, menyusul diusirnya Bostjan Cesar yang mendapatkan kartu kuning keduanya. Papan skor tidak mengalami perubahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit.
source: goal.com
Hasil ini membuat Milan menjauhi rival terdekatnya, Inter Milan, dengan keunggulan lima poin. Rossoneri kini mengoleksi nilai 55 dari 26 pertandingan yang telah dijalani. Sedangkan Chievo tetap berkutat di papan tengah dengan nilai 31.
Chievo mengawali laga dengan bagus untuk memberi tekanan kepada Milan. Namun mereka mengalami kesulitan menembus pertahanan tim tamu, sehingga tidak terlalu membahayakan bagi gawang Milan.
Permainan bagus Chievo ini hanya bertahan selama sepuluh menit. Selepas itu, Milan mulai memberikan tekanan hebat kepada tim tuan rumah. Pertahanan Chievo pun harus bekerja keras untuk meredam permainan agresif Milan.
Milan akhirnya unggul lebih dulu ketika pertandingan memasuki menit ke-26. Berawal dari tusukan Antonio Cassano di sisi kanan kotak penalti, ia lalu memberikan bola kepada Zlatan Ibrahimovic. Pemain asal Swedia ini lalu menyundul bola kepada Robinho yang menyelesaikannya dengan tendangan, sehingga bola bersarang di pojok kanan gawang.
Gol Milan itu membuat kubu Chievo tersentak. Mereka berusaha bangkit untuk mengejar ketertinggalannya. Gelson Fernandes nyaris menyamakan kedudukan tiga menit kemudian, tapi tendangannya dapat dimentahkan. Skor 1-0 ini bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Milan tidak memberikan kesempatan Chievo untuk mengembangkan permainannya. Pada menit ke-55, Ibrahimovic melepaskan tendangan keras, namun bisa dimentahkan kiper Stefano Sorrentino.
Keasyikan menyerang, Milan sedikit lengah di barisan pertahanan. Kondisi itu dimanfaatkan Chievo untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-62 melalui Fernandes yang menerima umpan matang dari Kevin Constant guna menundukkan Christian Abbiati.
Pelatih Milan Max Allegri kemudian menarik keluar Cassano yang tidak terlalu efektif di pertandingan ini. Allegri kemudian memasukkan Alexandre Pato untuk semakin menghidupkan serangan Milan.
Pergantian pemain itu membuat serangan Milan jauh lebih berbahaya. Pada menit ke-76, Robinho mendapatkan peluang emas untuk membawa Milan kembali unggul, namun dapat dimentahkan Sorrentino.
Usaha Milan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit di menit ke-83. Pato berhasil melewati tiga pemain belakang Chievo, dan melepaskan tendangan ke pojok gawang. Bola sempat membentur mistar, namun bergulir ke dalam gawang Chievo.
Upaya tuan rumah yang berusaha menyamakan kedudukan menjadi sulit, setelah mereka harus bermain dengan sepuluh orang selang dua menit kemudian, menyusul diusirnya Bostjan Cesar yang mendapatkan kartu kuning keduanya. Papan skor tidak mengalami perubahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit.
source: goal.com
Thursday, 17 February 2011
Perubahan Jadwal Serie A, Giornata 29 dan 30
Bola.net - Badan Liga Italia, FIGC, Kamis (17/02) mengumumkan perubahan jadwal Giornata 29 dan 30 Serie A. Hal itu dikarenakan harus disesuaikan dengan jadwal klub yang bermain di kompetisi Eropa.Sebelumnya, semua partai di Giornata 29 berlangsung pada hari Minggu (13/03). Inter Milan yang harus berhadapan dengan Bayern Muenich di leg kedua 16 besar nanti terpaksa diajukan jadwalnya menjadi hari Jumat (11/03). Berikut beberapa partai yang mengalami perubahan jadwal pada giornata tersebut.
Berikut perubahan jadwal Serie-A (waktu GMT):
Giornata 29
Brescia-Inter (Jumat, 11/3, 19.45)
Cesena-Juventus (Sabtu, 12/3, 19.45)
AC Milan-Bari (Minggu 13/3, 11.30)
Parma-Napoli (Minggu 13/3, 19.45)
Giornata 30
Lazio-Cesena (Sabtu, 19/3, 17.00)
Palermo-AC Milan (Sabtu, 19/3, 19.45)
Fiorentina-Roma (Minggu 20/3, 11.30)
Napoli-Cagliari (Minggu 20/3, 19.45)
Sumber : Bola.net
Berikut perubahan jadwal Serie-A (waktu GMT):
Giornata 29
Brescia-Inter (Jumat, 11/3, 19.45)
Cesena-Juventus (Sabtu, 12/3, 19.45)
AC Milan-Bari (Minggu 13/3, 11.30)
Parma-Napoli (Minggu 13/3, 19.45)
Giornata 30
Lazio-Cesena (Sabtu, 19/3, 17.00)
Palermo-AC Milan (Sabtu, 19/3, 19.45)
Fiorentina-Roma (Minggu 20/3, 11.30)
Napoli-Cagliari (Minggu 20/3, 19.45)
Sumber : Bola.net
Subscribe to:
Posts (Atom)



