tulisan berjalan

FORZA MILAN !!!
Showing posts with label Liga Champion 2011/2012. Show all posts
Showing posts with label Liga Champion 2011/2012. Show all posts

Monday, 2 April 2012

Barcelona 55 - 45 AC Milan

Dari tiga laga perempat final Liga Champions musim ini, mungkin laga Barcelona kontra AC Milan menjadi duel yang sangat menyedot perhatian publik dunia. Terlebih, hasilnya juga masih sulit ditebak. Seperti kita ketahui, Milan dan Barca harus puas berbagi angka sama 0-0 saat bentrok pada leg pertama di San Siro. Nah, hasil ini praktis membuat laga penentuan di Camp Nou, Rabu (4/4/2012) dini hari WIB, dipastikan bakal sengit. Bahkan berpotensi menyisakan drama dan kontroversi. Memang, sejauh ini mayoritas kalangan memprediksi Barca bakal mengeliminasi I Rossoneri dan melaju ke semi final. Hal ini merujuk pada permainan Blaugrana yang selalu mampu tampil dominan baik bermain kandang maupun tandang. Barca juga punya rekor gemilang di kandang. Skuad arahan Pep Guardiola belum pernah menelan kekalahan di Camp Nou sejak Oktober 2009, saat kalah dari Rubin Kazan di babak penyisihan grup. Meski demikian, Milan juga tak lantas bisa dianggap remeh. Pecinta sepakbola tentunya belum lupa hasil pertemuan kedua tim di babak penyisihan musim ini. Milan sukses menahan Barca 2-2 di depan publik Camp Nou. Patut dicermati pula, Il Diavolo hanya butuh hasil imbang (dengan mencetak gol) untuk lolos. Soal peta kekuatan, komposisi kedua tim nampaknya tidak akan jauh berbeda dari yang bermain di leg pertama lalu. Di kubu Barca, Guardiola sepertinya akan tetap mengandalkan Lionel Messi dan Alexis Sanchez di lini depan. Sementara satu tempat lain di posisi penyerang sepertinya akan diisi Cesc Fabregas yang telah pulih dari cedera. Di lini belakang, duet Carles Puyol dan Gerard Pique juga sepertinya akan kembali diandalkan. Sedangkan di lini tengah, Pep tengah dicemaskan dengan kondisi jenderal lapangan tengahnya, Xavi Hernandez yang masih berjuang memulihkan cedera otot. Jika tidak mampu pulih tepat waktu, posisi Xavi kemungkinan bakal diisii gelandang muda Thiago Alcantara untuk menemani Andres Iniesta dan Sergio Busquets. Terlepas dari kendala yang ada, tiket semi final pastinya menjadi harga mati buat Los Cules. Pasalnya, Barca punya ambisi mengukir rekor baru sebagai tim pertama di format Liga Champions yang mampu juara dua kali beruntun. Selain itu, Barca juga bertekad menyamai rekor rival abadinya Real Madrid yang mampu lima kali beruntun menembus semi final (1956-1960). Tak hanya Barca, sang megabintang Lionel Messi juga punya ambisi besar. Messi yang kini telah mencetak 12 gol (topskor sementara), bertekad menambah pundi-pundi golnya. Jika mampu membobol gawang Milan, maka Messi akan melewati rekor milik Ruud van Nistelrooy yang mampu mencetak 12 gol pada 2003 saat masih berkostum Manchester United. Sementara di kubu Milan, pelatih Massimiliano Allegri kembali belum bisa memainkan bek Thiago Silva yang masih cedera. Sebagai antisipasi, posisi Silva akan kembali diisi Philippe Mexes untuk berduet dengan Alessandro Nesta. Ignazio Abate yang telah pulih juga sepertinya akan mendapat kepercayaan mengisi sisi kanan pertahanan. Di kiri sudah pasti milik Luca Antonini yang tampil brilian di leg pertama dan terpilih sebagai man of the match. Di tengah, Allegri sebenarnya sudah bisa memainkan mantan bintang Barca, Mark van Bommel yang telah bebas dari sanksi. Namun, karena dibekap cedera Van Bommel akhirnya tidak diikutkan dalam daftar 23 pemain yang dibawa Allegri. Maka dari itu, komposisi lini tengah Milan sepertinya akan tetap sama seperti leg pertama, yakni dengan trio Antonio Nocerino, Clarence Seedorf dan sang kapten, Massimo Ambrosini. Kevin Prince Boateng akan kembali berperan sebagai trequartista. Nah, yang menarik, lini depan Milan kini lebih bervariasi. Allegri punya lima striker yang siap diturunkan. Terkini, striker yang mencetak gol cepat ke gawang Barca, Alexandre Pato sudah fit dan siap diturunkan. Begitu juga, Stephan El Shaarawy dan Maxi Lopez. Namun, untuk menurunkan Pato sejak menit awal, Allegri nampaknya belum berani berjudi. Kemungkinan besar bomber berjuluk Si Bebek ini turun sebagai pemain pengganti. Sementara duet starter akan dipercayakan pada Zlatan Ibrahimovic dan Robinho yang terlihat semakin padu. Prakiraan Skuad: BARCELONA (4-3-3): Valdes, Dani Alves, Pique, Puyol, Adriano, Thiago, Busquets, Iniesta, Sanchez, Messi, Fabregas AC MILAN (4-3-1-2): Abbiati, Abate, Nesta, Mexes, Antonini, Seedorf, Ambrosini, Nocerino, Boateng, Ibrahimovic, Robinho.

Sunday, 1 April 2012

Sambangi Barca, Pato Siap Diturunkan Milan

Menjelang leg kedua perempat final Liga Champions melawan Barcelona, pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri bakal mendapatkan suplemen tambahan. Allegri bisa menggunakan Alexandre Pato untuk menggebrak lini pertahanan Barca di Camp Nou. Pasalnya sesuai kabar dari situs klub, ACMilan.com, Sabtu (31/3/2012), Pato bakal kembali melakukan latihan pada Minggu (1/4/2012). Penyerang Internasional Brasil ini terus menerus terbalut cedera otot yang menghambatnya membela Rossoneri di berbagai ajang. Bahkan Pato sempat dirujuk ke Amerika Serikat untuk menjalani sejumlah tes demi mengetahui penyebab masalah fisiknya. Pato sebelumnya absen membela Milan saat menahan imbang Azulgrana 0-0 pada leg pertama di San Siro. Kini Rossoneri diharapkan juga harus bisa menahan imbang Barca dengan mencetak gol dari laga yang berlangsung di Camp Nou. Selain Pato, attacante lainnya Antonio Cassano juga telah kembali latihan, setelah pulih dari serangan jantung ringan. Tapi belum diketahui Cassano bisa atau tidak diturunkan dalam waktu dekat ini.

Saturday, 31 March 2012

Massimiliano Allegri: Lupakan Liga Champions!

Massimiliano Allegri menyatakan, persiapan terbaik untuk menghadapi Barcelona di Liga Champions adalah dengan berkonsentrasi untuk meraih kemenangan lawan Catania di Serie A Italia. "Kami harus melupakan tentang Liga Champions. Bermain di Camp Nou menjadi prioritas kedua setelah pertandingan besok (Sabtu 31/3). Kami harus memikirkan satu pertandingan saja," tegas Allegri. AC Milan akan berusaha mempertahankan keunggulan empat poin atas Juventus demi memperlebar peluang mereka mempertahankan gelar Serie A. Allegri yakin, "Kami harus pergi dari Catania dengan hasil bagus, karena itu pasti akan berdampak pada pertandingan Barcelona." Hasil 0-0 pada leg pertama di San Siro membuat Milan hanya perlu menghindari kekalahan dan meraih hasil imbang dengan gol berapapun untuk lolos ke semi-final Liga Champions.

Thursday, 29 March 2012

Clarence Seedorf Siap Jatuhkan Barcelona

Terakhir kali tim raksasa Catalan puasa gol di Liga Champions terjadi dua setengah tahun lalu... Pemain Barcelona pasti meninggalkan lapangan di San Siro dengan perasaan sedikit aneh dengan hasil 0-0 melawan AC Milan, pasalnya Barca tampil di San Siro dengan catatan selalu mencetak gol di 29 pertandingan di Liga Champions secara beruntun. Terakhir kali tim raksasa Catalan itu puasa gol di Liga Champions terjadi dua setengah tahun lalu tepatnya 4 November 2009. Saat itu mereka bermain kacamata dengan Rubin Kazan. Di antara periode tersebut, El Barca tampil perkasa dengan menceploskan 77 gol. Sebuah statistik yang tentu saja tidak bisa dianggap remeh skuad Massimiliano Allegri sebelum pertandingan. Di sisi lain, hasil imbang tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan AC Milan di San Siro di babak perempat-final Liga Champions menjadi 15 laga, 11 menang dan empat imbang. Fakta tersebut dijadikan modal oleh Clarence Seedorf untuk menebar ancaman di Camp Nou. "Sekarang kami menatap laga berat, pemain harus bersikap tepat di Camp Nou. Pasti ada akhir dari sebuah siklus, kami akan membuat sejarah baru," tegasnya.

Di Camp Nou, Milan Harus Tampil Sempurna

Striker AC Milan, Stephan El Shaarawy berpendapat Milan harus tampil sempurna di Camp Nou jika ingin menyingkirkan Barcelona. Rossoneri bermain imbang 0-0 di leg pertama yang berlangsung di San Siro, Rabu 29 Maret 2012. Leg kedua akan berlangsung di Camp Nou, Selasa 3 April 2012. Dengan kegagalan Barca mencetak gol tandang, Milan membutuhkan minimal hasil imbang 1-1 untuk bisa lolos ke semifinal. Sementara itu, Barca harus meraih kemenangan jika ingin lolos. “Di Camp Nou, kami perlu bermain dengan sempurna. Mereka akan menyerang lebih banyak di kandang dan lapangan yang luas akan memudahkan mereka. Namun kami bisa memberikan masalah pada mereka,” ujar El Shaarawy seperti dilansir Football Italia, Kamis 29 Maret 2012. Di laga dini hari tadi, El Shaarawy untuk pertama kalinya berlaga di San Siro dalam pertandingan Liga Champions. Pemain 19 tahun itu menggantikan Robinho menit 52. Sebelumnya, dia sudah menjalani debut bersama Milan di Liga Champions saat menghadapi Arsenal di Emirates. “Pertandingan tadi sangat emosional. Saya senang dengan debut saya di San Siro dan melawan tim seperti Barcelona. Saya juga senang dengan hasilnya,” beber El Shaarawy. “Saya mencoba untuk membuat beberapa peluang namun saya tetap memberikan 100 persen. Ada banyak pekerjaaan yang harus dilakukan, namun sekarang kami harus berpikir mengenai leg kedua,” sambungnya. El Shaarawy bergabung awal musim ini dengan status kepemilikan bersama dengan Genoa. Pemain timnas U-21 Italia ini telah mencetak 4 gol dari 24 pertandingan bersama Milan musim ini.

'Barcelona Ketakutan Lawan AC Milan'

Berhasil menahan Barcelona dipandang sebagai kesuksesan tersendiri bagi AC Milan. Optimisme pun langsung memuncak usai leg pertama perempatfinal Liga Champions, Kamis dini hari (29/3/12) WIB. Milan sukses menahan Barca tanpa gol di San Siro, sekaligus menjadi tim pertama dalam 2,5 tahun terakhir yang mampu membuat raksasa Spanyol tersebut tak bisa mencetak gol dalam satu pertandingan. Gelandang veteran Clarence Seedorf pun semakin percaya diri bisa menyingkirkan Barca dan lolos ke semifinal. ‘Rossoneri’ hanya butuh hasil imbang dengan gol di Camp Nou, pekan depan. “Hasil ini membuka peluang kami untuk lolos ke putaran berikutnya. Satu-satunya pilihan mereka adalah menang, sementara kami punya dua (menang atau imbang dengan mencetak gol),” ujar gelandang asal Belanda itu, seperti dilansir Footbal-Italia.net. Banyak pihak menilai Barca adalah tim sempurna dalam beberapa tahun terakhir, memenangi semua gelar yang ada dan membuat gentar lawan-lawan yang akan dihadapinya. Namun tidak demikian menurut Seedorf. “Semua tim punya kelemahan dan kami pasti bisa membawa pulang hasil imbang. Tim Italia tahu caranya bertahan, sementara malam ini kami menunjukkan sebaliknya, dimana kami menekan dan tim lain bertahan,” lanjutnya. “Saya yakin kami bisa lolos dan saya menghargai Barcelona. Apakah kami akan seperti Inter-nya Jose Mourinho? Jangan lupa, Milan lebih dulu sampai di sana...” Inter pernah mengalahkan Barca dengan agregat 3-2, setelah sebelumnya menang 3-1 di kandang sendiri. Sementara itu, gelandang Mark van Bommel, yang tidak dapat turun dalam laga tersebut mengklaim Barca ketakutan saat melawan Milan. “Barcelona adalah tim terkuat di dunia, tetapi saya rasa mereka takut kepada Milan dan sama sekali tak senang menghadapi kami,” ujarnya seperti dinukil dari Football-Italia.net, sebelum laga digelar.

Pep: Lapangan San Siro Buruk!

Meski mengusai jalannya pertandingan saat berhadapan dengan AC Milan, Barcelona gagal mencetak gol. Pep Guardiola menyalahkan lapangan yang dinilainya buruk. Bertanding di San Siro, Lionel Messi dan kawan-kawan gagal membobol gawang Milan yang dikawal oleh Christian Abbiati. Selain pertahanan Milan yang kokoh, Guardiola menyalahkan lapangan San Siro yang dinilainya buruk dan tak layak untuk menggelar pertandingan sepak bola. "Kami mengetahui kualitas Milan dan kegagalan mencetak gol di laga tandang sedikit mengecewakan. Kondisi lapangan licin dan sulit bermain dengan baik," ujarnya dinukil Football Italia. "Selalu menyenangkan bisa bermain di San Siro. Sayang sekali kondisi lapangan buruk dan tidak layak untuk menggelar pertandingan sepak bola. Baik Milan dan Inter berhak mendapatkan lapangan yang lebih bagus," cetusnya. Usai laga, Presiden Milan, Silvio Berlusconi berbicara kepada Guardiola. Namun, Guardiola menolak membeberkan hal apa yang mereka bicarakan. "Apa yang saya bicarakan dengan Berlusconi? Biarkan hanya kami berdua yang tahu," tukasnya.

Wednesday, 28 March 2012

Mexes: Messi Akan Sulit Dihentikan

“Di Playstation saja Messi sulit dihentikan. Apalagi di dunia nyata." Striker Barcelona selalu mendapat tempat di hati para pemain bola. Tak terkecuali bek AC Milan, Philippe Mexes. Mexes memprediksi Messi akan sulit dihentikan dalam pertandingan leg 1 perempat final Liga Champions antara AC Milan dan Barcelona yang akan digelar di San Siro pada 28 Maret 2012. Meski begitu, Mexes dengan nada bercanda mengatakan ia lebih suka bertanding melawan Messi di dunia nyata daripada di konsol gim Playstation. “Di Playstation saja Messi sulit dihentikan. Apalagi di dunia nyata. Messi adalah pemain besar dan dia layak dihormati. Tapi kami akan bermain seperti yang biasa kami lakukan dan berusaha menghentikannya,” ujar Mexes seperti dilansir Soccerway. Pertandingan di San Siro pada 28 Maret nanti jadi ajang pertemuan kedua setelah sebelumnya kedua klub ini bertemu di babak penyisihan grup. Mexes juga tidak heran dengan hasil undian yang mempertemukannya dengan Barca kembali, menurutnya, cepat atau lambat Milan pasti akan bertemu Blaugrana. “Barca adalah tim terbaik di dunia. Kami akan melakukan segalanya yang kami bisa untuk mengalahkan mereka.” Sayangnya, Mexes akan tampil tanpa tandemnya, Thiago Silva yang masih dibekap cedera. Padahal selama ini pertahanan Milan yang dikawal duet Mexes-Silva sulit ditembus lawan. Mantan pemain AS Roma ini juga menyayangkan absennya Silva. “Ketidakhadiran Thiago tentunya akan menyulitkan kami. Semoga saja cederanya tidak bertambah parah dan ia akan segera kembali bermain.”

AC Milan Vs Barcelona: Adu Aksi Ibra Dan Messi

Laga leg pertama perempat final Liga Champions antara AC Milan dan Barcelona dipastikan bakal berjalan seru. Kehadiran duo penyerang subur dari masing-masing tim akan memungkinkan jual beli serangan terjadi. Adalah Lionel Messi dari kubu Barcelona yang kini sedang dalam performa terbaiknya. Penyerang asal Argentina itu tak pernah absen menambah lumbung golnya sejak delapan pertandingan klub terakhir di seluruh kompetisi. Pada ajang Liga Champions, Messi bahkan sempat mencetak gol saat El Barca meruntuhkan Bayer Leverkusen dengan skor 7-1. Raihan lima gol itu sekaligus membuat Messi mencatatkan rekor sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol dalam satu pertandingan pada ajang Liga Champions. Di kubu tuan rumah, Milan pun mempunyai striker yang tak kalah tajam. Meski tak mencetak gol pada tiap pertandingan layaknya Messi, performa Zlatan Ibrahimovic tak bisa dianggap remeh. Penyerang asal Swedia itu sudah mencetak 22 gol dari 23 laga Serie A yang dilakoninya musim ini. Patut dinanti, apakah Ibra akan sukses membalaskan dendam San Siro, atau justru Messi-lah yang bakal kembali mengukuhkan dominasi tim Catalan di kandang Setan Merah Italia? (JoPauline) REKOR PERTEMUAN Kedua tim sebelumnya telah bertemu pada fase grup musim ini. Saat bermain di Camp Nou, keduanya berbagi angka 2-2. Namun, Barcelona sukses mengalahakn Milan 3-2 saat bermain di San Siro. Total Milan dan Barca sudah sembilan kali saling menghadapi pada ajang Liga Champions. Hasilnya, Milan dan Barca sama-sama menang, seri, dan kalah sebanyak masing-masing tiga kali. Terakhir kali, I Rossoneri menang atas Barca adalah pada fase grup Liga Champions 2004. Saat itu gol tunggal Andriy Shevchenko berhasil memastikan raihan tiga poin bagi Milan. Bermain di San Siro, rekor Milan atas Barca adalah menang sekali, seri sekali, dan kalah dua kali. Milan memastikan diri menjadi juara Liga Champions 1993-1994 setelah mengalahkan EL Barca 4-0 pada final di Athena. AC MILAN I Rossoneri tak pernah kalah dalam laga kandang perempat final di kancah Eropa, mencatatkan 10 kemenangan dan empat kali hasil imbang. Milan terbilang cukup kuat di kandang pada musim ini. I Rossoneri menciptakan kemenangan tiga clean sheet. Satu-satunya kekalahan di San Siro dihadirkan oleh Barca pada fase grup. Beberapa pemain Milan saat ini pernah berkarier di kubu Blaugrana. Mereka adalah Ibrahimovic, Maxi Lopez, Mark Van Bommel, dan Gianluca Zambrota. Namun, Mark van Bommel tak bisa bermain dalam laga ini karena terkena akumulasi kartu kuning saat bertanding melawan Arsenal di Emirates. Sementara, Thiago Silva yang harus absen empat pekan menambah daftar cedera bagi kubu Massimiliano Allegri. BARCELONA Sebelum laga ini, Barcelona meluluhlantakkan Bayer Leverkusen dengan agregat 10-2 pada laga 16-Besar setelah menjadi pemuncak grup dengan raihan 16 poin. Tim Catalan memiliki modal catatan gemilang saat bertandang ke San Siro. Pasukan Pep Guardiola memenangkan sembilan laga beruntun pada seluruh ajang sejak terakhir kali kalah 2-3 dari Osasuna pada awal Februari lalu. Barca amat tajam meski bermain tandang. Pada laga tandang Liga Champions musim ini, Lionel Messi cs selalu mencetak setidaknya tiga gol. El Barca juga tanpa beberapa pilarnya. Adriano menambah daftar absen timnya setelah David Villa, Ibrahim Afellay, Andreu Fontas, dan Eric Abidal dipastikan tak bisa main akibat cedera. PRAKIRAAN LINE-UP AC Milan (4-3-1-2) : Abbiati; Zambrotta, Mexes, Bonera, Antonini; Nocerino, Seedorf, Emanuelson; Boateng; Ibrahimovich, Robinho Barcelona (4-3-3) : Valdes; Alves, Pique, Mascherano, Puyol; Iniesta, Busquets, Xavi; Cuenca, Messi, Fabregas PREDIKSI DUNIASOCCER AC Milan menang : 33% Seri : 33% Barcelona menang : 34%

Pep: Barca Tak Hanya Lawan Ibra

Pelatih Barcelona, Pep Guardiola menyebut AC Milan sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Itulah sebabnya, Pep yakin El Barca harus tampil maksimal saat bertandang ke San Siro, Rabu (28/3). I Rossoneri akan terlebih dahulu menjamu Barca pada leg pertama perempat final Liga Champions musim ini. Barca pun terbilang lebih diunggulkan jika melihat badai cedera yang menimpa pasukan Massimiliano Allegri. "Saya memperkirakan Milan akan menurunkan tim terbaiknya, mereka punya banyak opsi dan akan bermain untuk menang. Mereka merupakan salah satu tim terbaik di dunia dan mempunyai beberapa pemain hebat, seperti Zlatan Ibrahimovic," papar Pep. Kendati begitu, sang pelatih enggan cuma menaruh perhatiannya kepada Ibra yang merupakan mantan pemain El Barca. Menurutnya, Milan bukanlah hanya Ibra seorang. Hanya fokus menjaga Ibra bakal menjadi bumerang bagi timnya. "Ibra mempunyai tahun yang luar biasa di Barcelona, membantu kami memenangkan gelar liga dan Liga Champions. Tanpa dia, kami tak akan meraihnya. Dia selalu bermain bagus di setiap klub dan saya menyukai memori saat dia di Barca," aku pelatih Tim Catalan itu. "Tapi, ini tak akan menjadi laga Ibrahimovic melawan Barcelona saja karena kami bermain melawan Milan, klub dengan trofi internasional terbanyak di dunia. Datang bermain ke San Siro adalah sebuah kehormatan," pungkasnya.

Giorgio Chiellini Berharap AC Milan Jungkalkan Barcelona

Chiellini mendukung Milan untuk mengangkat pamor klub-klub Italia di Eropa. Juventus dan Milan merupakan musuh bebuyutan di Serie A Italia. Namun hal itu tidak menyurutkan harapan Chiellini untuk berharap yang terbaik bagi Rossoneri di Liga Champions Eropa. Pemain belakang Juve itu mendukung Milan bisa menyingkirkan Barcelona dan melangkah sampai ke tangga juara. Menurut Chiellini, semua orang Italia pasti akan mendukung Milan karena mereka satu-satunya wakil negara tersebut yang masih tersisa di Liga Champions. "Semua penyuka sepakbola, termasuk orang Italia, akan menyaksikan pertandingan besar ini. Saya dan sebagian besar orang Italia tentunya berharap Milan bisa menyingkirkan Barcelona dan melangkah sejauh mungkin di Liga Champions," terangnya pada ANSA. "Prestasi yang akan diraih Milan nanti akan sangat penting untuk ranking dan jatah klub-klub Italia yang bisa berlaga di Eropa pada musim mendatang. Saya berharap kami bisa tampil di Liga Champions dan menorehkan prestasi membanggakan." "Tentang persaingan dengan Milan, kami juga tak terlalu berharap mereka akan terpecah fokusnya kalau masih bertahan di Liga Champions. Kami hanya fokus pada tim kami, dan sisanya bergantung pada Milan karena mereka masih mengkoleksi poin tertinggi."

Friday, 16 March 2012

Allegri: Milan Semakin Kuat, Barca!



Massimiliano Allegri optimistis dengan peluang AC Milan menghadapi Barcelona di perempat final Liga Champions. Allegri menilai I Rossoneri jauh lebih kuat dibanding saat bertemu Barcelona di fase grup.

Milan mendapat lawan terberat di perempat final Liga Champions. Dari undian yang berlangsung di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat 16 Maret 2012, Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan kembali harus menghadapi juara bertahan Barcelona.

Sebelumnya di fase Grup H, Milan sudah bertemu dengan Barcelona. Saat itu Milan sukses menahan Azulgrana 2-2, namun kemudian tumbang 2-3 di San Siro. Barcelona pun menjadi juara Grup H dengan 16 poin. Allegri menegaskan hasil di babak grup tidak bisa menjadi cerminan peluang kedua tim melangkah ke semifinal. Pasalnya, Allegri menilai Milan jauh lebih kuat daripada saat menghadapi Lionel Messi dan kawan-kawan di fase grup.

"Kami akan menghadapi tim terbaik di dunia, tapi kami bisa tampil bagus melawan mereka, karena kami semakin kuat dari pertemuan terakhir," ujar Allegri kepada La Gazzetta dello Sport.

"Pertandingan melawan Barcelona akan mengeluarkan permainan terbaik Milan. Kami ambil sisi positifnya, jika kami mampu mengalahkan mereka, maka Milan punya peluang bagus melangkah ke final," sambung Allegri.

Perempat final pertama akan berlangsung di San Siro pada 27 atau 28 Maret 2012. Sedangkan leg kedua pada 3-4 April 2012. Pemenang antara Milan melawan Barcelona, akan menghadapi Benfica atau Chelsea di semifinal.

Hasil Drawing Liga Champions



Undian babak perempat final Liga Champions sudah dilakukan di Nyon, Swiss, Jumat (16/3/2012). Hasilnya, dua kekuatan besar Italia dan Spanyol bakal saling beradu kekuatan di babak delapan besar tersebut, yaitu AC Milan versus Barcelona.

Ini akan jadi pertemuan ketiga dalam satu musim, karena sebelumnya mereka telah bertarung di babak penyisihan Grup H. Kedua klub sebelumnya telah bermain cukup ketat. Milan berhasil menahan imbang Barcelona pada leg pertama dengan skor 2-2, tetapi pada leg kedua "I Rossoneri" menelan kekalahan 2-3 dari "Blaugrana".Hasil undian lainnya, Real Madrid dan Chelsea mendapat lawan yang terbilang cukup ringan. Dua klub terakhir yang melaju ke fase perempat fina itu akan menghadapi wakil Cyprus dan Portugal, di mana Madrid bertemu APOEL Nicosia, sedangkan Chelsea ditantang FC Benfica. Sementara itu tuan rumah penyelengara final, Bayern Muenchen akan menghadapi tim tangguh Perancis, Olympique Marseille.

Leg pertama babak perempat final ini akan dilangsungkan pada 27-28 Maret, dan leg kedua akan berlangsung pada 3-4 April. Sedangkan untuk laga semifinal akan berlangsung pada 17-18 April (leg pertama) dan 24-25 April (leg kedua). Partai puncak kompetisi paling bergengsi di Eropa ini bakal dilangsungkan pada 19 Mei di Allianz Arena, Muenchen, Jerman.

Allegri: Jika Kalahkan Barca, Milan ke Final


Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengaku melawan Barcelona bukanlah laga yang mudah. Akan tetapi, pelatih berusia 44 tahun itu yakin jika anak asuhnya dapat mengalahkan tim asal Catalan tersebut, peluang Milan untuk mencapai final Liga Champions musim ini sangat besar.

Adapun pertemuan Milan dan Barcelona di babak perempat final akan menjadi laga ketiga mereka dalam satu musim, karena sebelumnya dua tim ini telah bertarung di babak penyisihan Grup H. Milan sebelumnya berhasil menahan imbang Barcelona pada leg pertama dengan skor 2-2, tetapi pada leg kedua "I Rossoneri" menelan kekalahan 2-3 dari "Blaugrana".
"Kita diputuskan bertemu dengan tim terbaik di dunia (Barcelona), tetapi kami akan mengeluarkan kemampuan kami ketika bertemu mereka, karena kami telah mengembangkan kemampuan kami semenjak pertemuan sebelumnya," ujar Allegri.

"Bertemu Barcelona akan menjadi pertandingan terbaik bagi milan. Tetapi lihat pertandingan itu dari sisi lainnya. Kami mempunyai kesempatan besar untuk meraih final jika berhasil mengalahkan mereka," imbuhnya.

Di leg pertama, Milan akan terlebih dahulu bertandang ke Camp Nou pada 28 Maret mendatang. Setelah itu, Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan akan menjamu tim asuhan Pep Guardiola tersebut pada 4 April.

Pique: Barca Vs Milan Pertandingan Spektakuler


Pemain belakang Barcelona, Gerard Pique, dengan penuh semangat menyambut hasil undian perempat final Liga Champions yang mempertemukan Barcelona vs AC Milan. Baginya, laga ini merupakan pertandingan spektakuler antara dua tim besar.

"Milan vs Barcelona di perempat final Liga Champions! Merupakan sebuah pertandingan besar antara dua sisi berbeda!" ungkap pemain berusia 25 tahun ini dalam akun Twitter-nya seperti yang dilansir Goal.com Sementara itu, gelandang Milan, Urby Emanuelson, nampaknya kurang senang dengan hasil drawing yang dilakukan di Nyon, Swiss, Jumat (16/3/2012). Ia hanya mengatakan "Barca lagi..." melalui situs jejaring sosialnya.

Pertandingan leg pertama akan diselengarakan 27 Maret mendatang di San Siro. Laga ini merupakan kali ketiga kedua klub bertemu di musim ini. Sebelumnya, dalam dua pertemuan di fase penyisihan grup, anak Asuh Josep 'Pep' Guardiola ini unggul agregat 5-4.

Wednesday, 7 March 2012

Gelandang Milan Kagumi Perjuangan Arsenal


AC Milan berhak lolos ke perempat final Liga Champions Eropa, meski takluk 0-3 dari Arsenal, Selasa 6 Maret 2012 atau Rabu dini hari WIB. Armada I Rossoneri berjuang keras demi mempertahankan agregat kemenangan 4-3.

Sepanjang 45 menit babak pertama, Arsenal tampil dominan di hadapan ribuan pendukungnya di Emirates Stadium. Ketiga gol pun tercipta berkat Laurent Koscielny (7’), Tomas Rosicky (26’) dan Robin van Persie (43’) melalui titik penalti.

“Di babak pertama, Arsenal begitu tangguh mengungguli kami. Saya rasa, itu karena kesalahan kami sendiri, yang membuat mereka lebih percaya diri,” kata gelandang Milan, Mark Van Bommel seperti dikutip Goal, Rabu 7 Maret 2012.

Sayangnya, Arsenal tak mampu melanjutkan dominasinya di paruh kedua laga. Tim besutan Arsene Wenger gagal mencetak gol, yang sejatinya memperbesar peluang lolos ke babak 8 besar. Sebaliknya, Milan justru tampil lebih baik dan kerap membahayakan pertahanan tim tuan rumah.

“Pertandingan ini segalanya bagi kami. Dan permainan kami jauh lebih baik di babak kedua,” tegas gelandang kelahiran Maasbracht, Belanda, 34 tahun silam, tersebut.

Saat ini, Milan masih menunggu lawan yang akan dihadapi di perempat final. Pengundian babak perempat final dan semifinal dijadwalkan berlangsung di markas UEFA di Nyon, Swiss, pada 16 Maret mendatang.

Source : vivanews

Terpenting Target AC Milan Tercapai


Allegri mengaku telah membuat kesalahan dengan menurunkan formasi 4-3-3.

AC Milan datang ke Emirates Stadium dengan keunggulan empat gol pada pertemuan leg pertama. Tapi, Rossoneri nyaris gagal melenggang ke babak delapan besar setelah Arsenal unggul 3-0 di babak pertama oleh gol Laurent Koscielny, Tomas Rosicky dan Robin van Persie.

Milan mulai berkembang di babak kedua dan mengunci tiket perempat-final dengan agregat 4-3, tapi allenatore Massimiliano Allegri mengaku membuat kekeliriuan dengan menurunkan formasi 4-3-3.

"Kami bermain dengan tiga penyerang dan sebagai konsekuensinya kami banyak menderita. Kami kebobolan dari corner pertama dan itu sangat memengaruhi kami; kemudian kami membuat terlalu banyak kesalahan di lini tengah," ulas Allegri usai pertandingan.

"Saya bisa katakan pertandingan kami benar-benar salah dilihat dari sisi teknik, karena bermain terlalu ke dalam."

"Sangat memalukan dengan kekalahan ini, tapi target kami lolos ke babak berikut tercapai. Sekarang kami punya waktu untuk mendapatkan pemain kembali dari cedera."

Allegri juga membantah adanya anggapan para pemain sempat ketakutan di babak pertama. "Saya tak melihat tim ketakutan; ada beberapa pemain berpengalaman di sini," kata mantan pembesut Cagliari itu.

"Saya tak terlalu khawatir. Tadi pertandingan krusial dan akan menjadi pukulan secara psikis di sisa kompetisi jika kami gagal setelah unggul 4-0 di leg pertama."

Source : goal.com

Tuesday, 6 March 2012

Arsenal vs Milan: Butuh Keajaiban

Jelang Arsenal vs AC MILAN

Banyak yang menilai kekalahan 0-4 pada leg 1 di San Siro sudah menutup rapat-rapat perjalanan Arsenal di kancah Liga Champions. Bagaimana tidak, untuk lolos ke babak perempat final, The Gunners butuh kemenangan 5-0 atas AC Milan. Atau minimal menang 4-0 dan memaksa laga berlanjut hingga adu penalti.

Tentu perjuangan itu cukup berat bagi skuad asuhan Arsene Wenger. Bahkan bisa dibilang mustahil. Namun, kepercayaandiri skuad The Gunners tengah meninggi. Dua kemenangan penting atas Tottenham Hotspur dan Liverpool membuat Robin van Persie cs tengah dilanda optimisme tinggi.

Menariknya, pada dua laga tersebut, Arsenal mampu menunjukkan mentalitas baja, setelahs empat tertinggal lebih dulu. Saat menghadapi The Spurs, mereka ketinggalan dua gol lebih dulu sebelum mampu menang 5-2. Pun saat bertandang ke Anfield. Tertinggal satu gol sebelum membalas dua gol melalui Van Persie.

Keyakinan Arsenal pun didukung rekor kurang mulus yang dimiliki Milan. Dalam tiga musim terakhir, Milan selalu tersingkir oleh timn asal Inggris. Selain itu, rekor tandang I Rossoneri ke Inggris pun tak cukup apik. Kalah delapan kali dan hanya menang sekali. Akan tetapi, Milan tetap di atas angin. Arsenal tak hanya butuh perjuangan ekstra keras, tapi juga keajaiban dan keberuntungan.

STATISTIK PERTEMUAN

Rekor pertemuan lebih berpihak kepada tim tamu. Dari total lima perjumpaan, Milan menang dua kali, seri dua kali dan sekali kalah.
Namun, saat berkunjung ke markas Arsenal, Milan dua kali harus puas bermain dengan skor kacamata.
Arsenal tumbang 0-4 pada leg 1 diSan Siro. Gol dicetak Kevin Prince-Boateng, Robinho, dan Zlatan Ibrahimovic.

ARSENAL

Di Liga Champions musim ini, Arsenal belum terkalahkan di jika bertanding di Stadion Emirates.
Arsenal hanya kalah sekali dari 42 laga kandang terakhir di kompetisi Eropa, termauk kualifikasi.
Di kompetisi Eropa, Arsenal baru dua kali mampu membalikkan keadaan setelah kalah di leg 1. Yakni saat mengalahkan Hadjuk Split pada 1978-79 (kalah 1-2 di leg 1, dan menang 1-0 di leg 2), lalu melawan FC Porto pada 2009-10 (kalah 1-2 di leg 1, menang 5-0 di leg 2).
Dari 13 laga kandang terakhir melawan tim Italia, Arsenal berhasil meraih tujuh kemenangan, empat imbang dan baru dua kali kalah.
Enam dari 19 kemenangan kandang di kompetisi Eropa, Arsenal mampu menghasilkan empat gol.
Produktivitas Arsenal musim ini cukup bagus. Mengoleksi 55 gol dari 27 laga. Dua gol lebih banyak dari musim terbaik mereka (Invicibles ) pada 2003-04.

AC MILAN

Milan selalu tersisih dari timn Inggris selama tiga musim terakhir di babak 16-besar Liga Champions. Masing-masing dari Tottenham, Manchester United, dan Arsenal.
Dalam tiga laga tandang terakhirnya, di fase grup, Milan selalu meraih hasil imbang.
Rekor tandang Milan melawan tim Inggris tidak terlalu bagus. Hanya menang sekali, imbang enam kali, dan delapan menderita kekalahan.
Milan sedikitnya mencetak dua gol pada enam dari tujuh laga terakhir di Liga Champions.
Milan memiliki pengalaman pahit. Saat menang 4-1 pada leg 1 atas Deportivo La Coruna, lalu harus kalah 0-4 pada leg 2.
Tapi Milan punya keuntungan sendiri. Sejauh ini tak ada klub yang mampu membalikkan defisit empat gol pada pertandingan dua leg di Liga Champions.
PRAKIRAAN LINE-UP
Arsenal (4-2-3-1): Szczesny; Sagna, Vermaelen, Koscielny, Gibbs; Rosicky, Song; Walcott, Gervinho, Chamberlain; Van Persie.
Milan (4-3-1-2): Abbiati; Abate, Mexes, Silva, Antonini; Nocerino, Van Bommel, Emanuelson, Shaarawy; Ibrahimovic, Robinho.

Max Allegri: Zlatan Ibrahimovic, Pemain Terbaik Di Dunia


Max Allegri menilai Zlatan Ibrahimovic satu level dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri memuji Zlatan Ibrahimovic sebagai pemain terbaik di dunia untuk saat ini.

Seperti yang diketahui, pemain asal Swedia tersebut telah menemukan kembali performa terbaiknya dalam beberapa pertandingan terakhir, bahkan ia mencetak hat-trick saat Milan melibas Palermo dengan skor 4-0 hari Minggu (04/03) kemarin.

"Saya harap Ibrahimovic dapat memenangkan Golden Ball, meskipun itu akan sangat tergantung pada apa yang diraih oleh klub tahun ini," ujar Allegri.

“Lionel Messi dari Barcelona, Cristiano Ronaldo dari Real Madrid dan Ibrahimovic adalah tiga pemain terbaik di dunia saat ini."

Source : goal.com

Joe Jordan: Arsenal Sulit Balikkan Keadaan


Asisten manajer Spurs yang juga eks pemain Milan ini ragu The Gunners akan dapat membalikkan defisit agregat 4-0.

Joe Jordan amat menyangsikan peluang Arsenal untuk mengejar defisit 4-0 dari AC Milan demi melangkah ke putaran perempat-final Liga Champions.
Selisih agregat akibat kekalahan pada pertemuan pertama di San Siro disebut asisten manajer Tottenham Hotspur itu susah dibalikkan meski laga kedua mentas di Emirates.

"Setelah apa yang terjadi [di leg I], pastinya sulit bagi Arsenal untuk memutarbalik keadaan," ujar pria yang terlibat percekcokan sengit dengan Gennaro Gattuso saat Spurs menundukkan Milan di UCL musim lalu itu, kepada Milannews.it.

"Memang benar The Gunners telah pulih dari kekalahan 4-0 dan mengalahkan Tottenham 5-2 kemudian Liverpool 2-1, tapi kita mesti realistis."

"Untuk membalikkan skor itu melawan tim seperti Milan, yang punya lebih banyak pengalaman level Eropa... Saya tak tahu apakah hal itu mungkin," tambah Jordan, eks penyerang Rossoneri antara 1981-83.

"Saya harus katakan bahwa Milan telah berkembang musim ini. Saya pikir mereka telah mencapai sesuatu yang hebat usai menjuarai Serie A musim lalu, karena itu memberikan kepercayaan diri dan membantu mereka menghadapi pertandingan dengan semangat berbeda."

"Dan bahkan eliminasi dari kancah Eropa oleh kami telah mengajarkan mereka sesuatu, sebuah level pengalaman," tandas Jordan.


Source : Goal.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...