Showing posts with label Serie A 20011/2012. Show all posts
Showing posts with label Serie A 20011/2012. Show all posts
Monday, 16 April 2012
Paolo Maldini: Berhentilah Mengeluh, Max Allegri!
Max Allegri lebih baik fokus ke tugasnya memenangkan seluruh dari enam laga sisa musim ini.
Paolo Maldini, salah satu ikon AC Milan, mendesak pelatih Max Allegri untuk berhenti membicarakan 'phantom goal' ke gawang Juventus saat kedua kesebelasan bermain 1-1 di awal musim.
"Saya setuju itu insiden menyakitkan, tapi itu masa lalu," ujar Maldini.
"Allegri harus melupakannya, dan mencoba fokus ke tugas-tugasnya. Adalah lebih baik jika Milan dan Juventus menghindari kontroversi," lanjut Maldini.
Muntari, pemain asal Ghana, mencetak gol dalam laga itu tapi wasit tidak mengesahkan. Allegri masih saja membicarakan gol itu sampai sekian pekan, bahkan sampai saat ini.
"Milan kalah di dua dari tiga laga dalam tiga pekan. Mereka terelinimasi dari Liga Chamions dan Coppa Italia, tapi masih bisa meraih Scudetto," ujar Maldini.
Setiap tim, masih menurut Maldini, bisa saja tergelincir. Maldini juga mengatakan musim ini memang tidak seperti biasanya.
"Milan dan Juventus memiliki peluang sama untuk menjuarai musim ini," katanya.
Milan saat ini tertinggal satu angka di belakang Juventus, yang memimpin Serie A dengan koleksi 69 angka. Masih ada enam laga sisa, dan hanya tim yang memenangkan seluruh laga yang akan menjadi juara.
Source : goal.com
Thursday, 12 April 2012
Acerbi Tersanjung Karena Milan
Kemenangan AC Milan atas Chievo 1-0 pada Rabu (11/4) dini hari WIB, menyisakan rasa kagum I Rossoneri terhadap pemain belakang I Gialloblu, Francesco Acerbi.
Ibrahimovic dan kawan-kawan tampak kesulitan dalam membobol gawang Chievo karena adanya Francesco Acerbi yang bermain baik dalam mengawal gawang timnya itu. Milan pun hanya menang oleh satu gol Muntari saja.
Menurut informasi dari tribalfootball.com, Milan memberi pujian dan menyatakan minat mereka kepada bek berusia 24 tahun itu.
"Minat Milan itu pastinya hanya rumor belaka. Untuk sekarang, saya hanya berpikir untuk Chievo Verona. Lihat saja pada bulan Juni nanti," kata Acerbi. "Saya adalah penggemar Milan, saya akan langsung menerima tanpa memikirkannya lagi, apabila ada panggilan dari Milan."
Acerbi pernah diberi tanggung jawab untuk mengamankan gawang tim nasional Italia Lega Pro U-20 pada tahun 2008.
Source : bolanews.com
Allegri Tak Senang Perlakuan Media pada Milan
Massimiliano Allegri tampak tak senang dengan perlakuan media massa Italia pada timnya. Menurut pelatih berusia 44 tahun itu, media massa Italia sangat ingin AC Milan gagal meraih Scudetto musim 2011/12.
Kemarahan Allegri itu bersumber dari gencarnya media massa Italia menggangu ketenangan timnya musim ini. Mulai dari mengkritisi penampilan I Rossoneri di beberapa laga, sampai dengan menyebarkan isu pemecatan Allegri usai Milan tumbang 1-3 di legkedua babak perempat final Liga Champion pada 3 April lalu.
"Kritikan yang dilancarkan pada kami berlebihan. Semua orang seperti menanti kejatuhan kami. Mereka selalu ingin kami kalah, bahkan ketika kami unggul empat poin. Untungnya kami bisa bangkit," ujar mantan pelatih Cagliari itu berang, seperti yang dilansir Football Italia.
Milan sendiri berhasil kembali ke puncak klasmen usai digeser Juventus pada akhir pekan lalu dengan mengalahkan Chievo 1-0, Rabu (11/4) dini hari WIB. Mereka unggul dua poin dari Juve, yang baru akan memainkan laganya pada Kamis (12/4) dini hari WIB.
"Pertandingan ini merupakan laga penting. Kami tidak bermain dengan baik, tapi jika kehilangan poin, mungkin kami akan gagal Scudetto. Kami berhasil meraih hasil positif meski kehilangan banyak pemain karena cedera," pungkas Allegri senang.
Source : bolanews.com
Monday, 2 April 2012
Conte Peringatkan AC Milan
Pelatih Juventus, Antonio Conte, memperingatkan rival mereka, AC Milan, bahwa pasukan Massimiliano Allegri itu bisa kehilangan scudetto musim ini. Pasalnya, menurut Conte, peluang Juventus untuk meraih gelar Serie-A musim ini masih sangat terbuka.
"Dalam dua minggu terakhir kita jelas mengalahkan Inter dan Napoli, dua tim yang paling diunggulkan akan finis di atas kita pada musim ini. Kemenangan atas Napoli harus menjadi sumber kebanggaan, karena mereka tim yang sangat baik di Italia, bahkan di Liga Champions. Mereka juga sedang tumbuh di bawah tangan dingin Walter Mazzarri," kata pelatih berusia 42 tahun ini seperti yang dilansir Football-Italia.
Peringatan ini diberikan menyusul hasil imbang AC Milan saat menghadapi Catania dengan skor 1-1. Sementara tim berjuluk "Nyonya Tua" ini berhasil mengandaskan Napoli dengan tiga gol tanpa balas.
Dengan hasil ini, posisi "I Rossoneri" memang tetap berada di puncak klasemen dengan 64 poin. Namun, Juventus memperkecil jarak di papan klasemen sementara dengan mengoleksi 62 poin.
Lebih jauh ia menilai bahwa ia sangat bangga dengan apa yang dicapai pemain malam tadi. Mereka mampu unggul dalam segi mental dan memenangkan pertandingan. Hasil ini pun sangat penting untuk Juve di papan klasemen yang kembali membuka peluang scudetto, yang sebenarnya sudah jauh dari harapan pasukan Turin.
"Tentu saja kami melirik di atas kami (AC Milan), karena kami melakukannya dengan tepat. Kami mencoba mengambil keuntungan dari hasil Milan sebelumnya (menghadapi Catania). Mereka bisa kehilangan scudetto sekarang," tegasnya kemudian.
Meski Conte menebar ancaman kepada Milan dalam hal peraih gelar musim ini. Namun, ia memberikan pujian kepada anak asuh Massimiliano Allegri ini. Baginya, Milan tetap tim yang sangat kuat di Italia maupun Eropa.
"Rossoneri adalah tim yang sangat kuat. Mereka memenangkan scudetto tahun lalu dan tetap di puncak klasemen meskipun banyak pemain mereka yang cedera. Selain itu, mereka masih di Liga Champions, bahkan dapat menahan imbang Barcelona, tim terbaik di dunia," tambahnya.
Genoa berpeluang besar menjadi tujuannya, di mana status kepemilikan bersama sedang dibahas oleh kedua klub.
Kemenangan dari Napoli membuat gelandang Bianconeri ini menyimpan optimisme untuk merebut Scudetto pada musim ini.
Gelandang Juventus Arturo Vidal berharap timnya akan bisa menuntaskan musim ini sebagai juara Serie A Italia. Harapan tersebut ia sampaikan usai Bianconeri memetik kemenangan 3-0 atas Napoli di depan publiknya sendiri.
Kemenangan Juve tersebut membuat persaingan dengan AC Milan terus berlangsung ketat. Juve kini membuntuti Milan di urutan kedua dengan selisih dua angka. Menurut Vidal, situasi ini memberikan peluang buat Juve untuk bisa merebut Scudetto pada musim ini.
"gol yang sudah saya buat dalam pertandingan ini begitu spektakuler dan tim ini membutuhkannya pada saat itu," kata Vidal kepada Sky Sport Italia usai pertandingan.
"Setelah gol kedua, semuanya menjadi lebih mudah buat kami. Kami membutuhkan kemenangan ini guna memperketat jarak dengan pemuncak klasemen."
"Saya rasa apa yang sudah dilakukan pelatih Antonio Conte sudah bagus dan tim ini telah berhasil bangkit dari sebuah momen yang sulit selama ini."
"Kami yakin akan mampu meraih Scudetto dan kami ingin berusaha untuk bisa mempertahankan trek kemenangan ini hingga akhir musim. Kami berharap bisa menjadi juara nantinya."
Sunday, 1 April 2012
Allegri: Harusnya AC Milan yang Memenangi Laga
AC Milan gagal memperlebar jarak dengan Juventus setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Catania di Stadion Angelo Massimino, Minggu (1/4) dinihari. Hasil itu memang membuat mereka sementara unggul lima poin, tapi Juve bisa menipiskannya menjadi dua poin kalau mereka mampu mengalahkan Napoli.
Dalam pertandingan ini, Milan sempat unggul terlebih dahulu, setelah Robinho membobol jala Catania di menit 34 usai bekerjasama dengan Zlatan Ibrahimovic. Sayangnya kemenangan Milan buyar di menit 60 setelah Nicolas Spolli berhasil membobol gawang Christian Abbiati dari jarak dekat.
Tak pelak hasil ini, sangat mengecewakan pelatih Massimiliano Allegri. "Tempo pertandingan terlalu lambat dan kami terlalu sering memegang bola tanpa berusaha keras untuk menembus daerah pertahanan lawan Saya tak bisa menyalahkan siapa-siapa kecuali diri kami sendiri," tukasnya pada Sky Sport Italia seusai pertandingan.
Di babak kedua, menurutnya, para pemainnya seperti berhenti bermain seperti sudah puas dengan hasil di babak pertama. Akibatnya mereka ditekan Catania yang berbuah gol penyeimbang kedudukan.
"Di babak kedua, Catania bermain lebih baik tapi itu karena berhenti bermain terlalu dini. Kami unggul lebih dulu dan setelah itu seperti sudah berpuas diri. Kami tidak terlalu berusaha untuk menambah keunggulan tapi justru membuat lawan mendapat peluang untuk mencetak gol." ungkapnya.
Dalam pertandingan ini, Allegri mengaku harusnya Milan bisa memenangi pertandingan andai tendangan Robinho yang diselamatkan bek Catania, Giovanni Marchese disahkan menjadi gol. Dalam tayangan ulang, sepakan Robinho memang belum sepenuhnya melewati garis gawang. Namun Allegri mengklaim itu adalah gol murni.
"Sangat sulit mengatakannya. Tapi, itu seharusnya gol. Ini bukan tentang wasit atau hakim garis, karena sulit dikatakan. Tapi, masalahnya adalah ada banyak orang yang terus bicara dan ada juga yang harus diam," keluh Allegri.
Kejadian ini mengingatkan orang dengan "gol hantu" Sulley Muntari ke gawang Juventus beberapa waktu lalu. Tapi, saat itu jelas bahwa bola sudah sepenuhnya melewati garis gawang Gianluigi Buffon. "Sekali lagi, pagi ini saya membaca bila ada seseorang yang ingin mendapat keuntungan dari wasit," sindir Allegri soal pernyataan direktur Juventus, Beppe Marotta.
Ditahan Catania, Milan Masih Terjangkau Juve
AC Milan gagal menjauh dari Juventus setelah dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Catania dalam lanjutan Serie-A , Sabtu (31/3/2012).
Dengan hasil tersebut Milan masih berada di posisi pertama dengan 64 poin, unggul lima angka dari Juventus. Hasil itu membuat Milan masih mudah terjangkau oleh kejaran Juventus. Juve berpeluang mengecilkan selisih menjadi hanya berjarak 2 poin, jika mampu menang lawan Napoli, Minggu (1/4/2012).
Meski bermain sebagai tim tamu, Milan tampil menekan sejak menit awal. Urby Emanuelson mendapat peluang saat pertandingan baru berjalan delapan menit. Sayang, bola tendangan kerasnya memanfaatkan umpan Antonio Nocerino masih mampu diantisipasi cukup baik oleh kiper Pablo Carizzo.
Pada menit ke-17, Milan kembali mendapat peluang emas melalui Zlatan Ibrahimovic. Akan tetapi, lagi-lagi kiper Carizzo tampil gemilang karena dapat menggagalkan usaha pemain asal Swedia tersebut.
Catania dalam pertandingan ini bukan tak pernah mengancam. Peluang terbaik tim asuhan Vincenzo Montella tersebut didapat Gonzalo Bergessio pada menit ke-21. Mendapatkan umpan akurat dari Marco Motta, tendangan Bergessio dari jarak dekat masih melebar tipis di sisi kiri pertahanan Milan.
Milan yang lebih menguasai pertandingan, mampu membuka keunggulan melalui Robinho pada menit ke-34. Berawal dari kerja sama yang apik dengan Ibrahimovic, Robinho mampu mengecoh pemain belakang Catania dengan pergerakkannya, sebelum meceploskan bola ke dalam gawang sekaligus mengubah skor menjadi 1-0.
Catania berusaha membalas. Tiga menit berselang, Alejandro Gomez melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, usahanya itu belum membuahkan hasil, karena bola masih membentur mistar gawang Milan yang dijaga kiper Christian Abbiati.
Selepas turun minum, Catania mampu menyamakan kedudukan melalui gol Nicolas Spolli pada menit ke-57. Berawal dari tendangan pojok, Nicola Legrottaglie melepaskan umpan dengan sundulan kepalanya ke Spolli. Dengan gerakan cepat, Spolli kemudian menyambut umpan tersebut dengan sepakan keras yang tidak mampu dihalau kiper Christian Abbiati.
Kebobolan, Milan terus meningkatkan serangan. Robinho hampir saja kembali mencetak gol pada menit ke-64. Meski sudah melewati kiper Carrizo, bola tendangan pemain asal Brasil tersebut masih mampu dihalau dengan baik oleh bek Catania.
Pada menit ke-76, giliran Philippe Mexes yang mendapat peluang emas. Akan tetapi, kiper Carrizo tampil sigap untuk mengantisipasi bola sundulannya yang memanfaatkan umpan silang Stephan El Shaarawy.
Milan menciptakan beberapa peluang hingga menit-menit akhir pertandingan. Namun, rapinya barisan pertahanan Catania membuat sejumlah usaha mereka sia-sia. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor imbang 1-1 pun tidak berubah.
Menurut catatan Soccernet, sepanjang pertandingan Milan menguasai bola sebanyak 56 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 12 usaha. Sedangkan Catania melepaskan satu tembakan akurat dari 17 percobaan.
Susunan Pemain:
Catania: 20-Juan Pablo Carrizo, 3-Nicolás Spolli, 6-Nicola Legrottaglie, 12-Giovanni Marchese, 11-Marco Motta, 10-Francesco Lodi, 4-Sergio Almiron, 13-Mariano Izco, 17-Alejandro Gómez, 18-Gonzalo Bergessio, 28-Pablo Barrientos (16-Cristian Llama 71)
AC Milan: 32-Christian Abbiati, 5-Philippe Mexes, 25-Daniele Bonera, 77-Luca Antonini, 20-Ignazio Abate, 23-Massimo Ambrosini, 28-Urby Emanuelson (27-Kevin-Prince Boateng 53), 22-Antonio Nocerin, 18-Alberto Aquilani (21-Maxi Lopez 85), 11-Zlatan Ibrahimovic, 70-Robinho (92-Stephan El Shaarawy 73)
Maxi Lopez & Alberto Aquilani: Lagi Wasit Rugikan AC Milan
Lopez dan Aquilani mengklaim bola olahan Robinho telah melewati garis gawang.
Duo bintang AC Milan Maxi Lopez dan Alberto Aquilani mengeluarkan pendapat yang sama terkait hasil imbang 1-1 yang diraih Rossoneri di kandang Catania pada lanjutan Serie A Italia, (1/4) dinihari WIB.
Kedua pemain itu mengkritisi kinerja wasit Bergonzi karena tidak mengesahkan gol yang cetak Robinho di babak kedua. Lopez dan Aquilani mengklaim bola olahan Robinho telah melewati garis gawang.
"Kami tahu pertandingan melawan Catania akan berjalan ketat," buka Aquilani pada Sky Sports.
"Tetapi untuk kali kedua musim ini keputusan wasit sangat merugikan tim, saya harap tidak akan terulang lagi."
Komentar Aquilani diamini oleh rekan satu timnya, Maxi Lopez.
"Saya telah mencoba mencari celah untuk mencetak gol, tetapi saya memasuki lapangan saat pertandingan akan berakhir. Satu poin memang bukan hasil terbaik, tetapi tim harus menatap pertandingan di depan." kata Lopez.
"Gol Robinho? Untuk kali kedua wasit gagal mengesahkan gol kami. Milan gagal menambah jarak dengan Juventus, perburusan Scudetto kembali memananas."
Lopez kemudian ditanya perasaannya karena harus menghadapi klub yang pernah dibelanya.
"Catania? Selalu menyenangkan bisa kembali ke sini dan bermain di sebuah partai seru. Mencetak gol di Camp Nou? Semoga saja, Milan akan bersikap tepat sebelum bertanding di sana." tegasnya.
Saturday, 31 March 2012
Preview: Catania vs AC Milan, Ancaman Kelelahan
Tim yang terbilang impresif sejauh musim ini berjalan di Serie A, Catania, bakal menjamu AC Milan yang kelelahan dalam upaya menggapai Scudetto kedua secara beruntun.
Secara umum tuan rumah Catania akan memiliki kekhawatiran relatif sedikit menjelang pertandingan mereka melawan pimpinan klasemen sementara Rossoneri.
Pelatih Vincenzo Montella akan tampil tanpa bek Alessandro Potenza dan gelandang Marco Biagianti karena cedera, tapi bek Marco Motta siap untuk bertanding lagi meskipun Pablo Barrientos lebih diunggulkan terpilih di sebelah kanan lini tengah.
Playmaker Fracesco Lodi, harus rela ditarik mundur ke lini tengah, bermain di belakang sepasang penyerang Alejandro Gomez dan Gonzalo Bergessio.
Sebaliknya, Milan yang datang dari hasil laga 0-0 di San Siro dalam meladeni Barcelona (untuk ajang 8 besar Liga Champions) Massimiliano Allegri jelas dihadapkan dengan problem kelelahan, hal ini yang membuatnya khawatir.
Gelandang Sulley Muntari dan bek kiri Djamel Mesbah sedang menjalani skorsing. Mark van Bommel siap bertanding lagi setelah terbebas dari skors, tapi bersamaan dengan itu bek veteran Alessandro Nesta masih belum seratus persen fit, rasanya akan sangat berisiko mempertaruhkannya menjelang leg kedua di Nou Camp, Selasa malam.
Salah satu bintang musim ini, bek tengah Thiago Silva harus tetap absen karena cedera yang didapat saat melawan AS Roma berarti Gianluca Zambrotta dan Daniele Bonera harus sekali lagi tetap bermain sejak awal.
Sementara itu, striker Maxi Lopez kemungkinan bisa bermain meski dari bench, dia pada musim dingin pindah ke San Siro dari Catania. Lebih mungkin untuk Milan memulai laga dengan Zlatan Ibrahimovic dan Stephan El Shaarawy dalam sektor serangan.
DATA DAN FAKTA LAGA:
Catania hanya kalah satu kali dari 10 pertandingan terakhir mereka, kekalahan itu didapat dengan skor 3-1 saat bersua Juventus pada tanggal 18 Februari di Turin.
Para pasukan Sisilia hanya kalah dua kali di Stadio Angelo Massimino musim ini dan saat ini duduk pada posisi ketujuh di klasemen sementara Serie A.
Catania kalah 4-0 saat pertemuan perdana melawan Rossoneri pada bulan November di San Siro.
AC Milan telah memenangkan 4 pertandingan terakhir mereka di Serie A, dengan Ibrahimovic mencetak tujuh gol selama rentang waktu itu.
Pasukan Massimiliano Allegri memiliki 10 kemenangan tandang di Serie A musim ini, lebih banyak dari tim lain dalam divisi tertinggi Italia tersebut.
Sebanyak 17 pemain yang berbeda telah mencetak gol untuk Milan dalam Liga Serie A musim ini.
PRAKIRAAN FORMASI KEDUA TIM:
Catania (3-5-2): Carrizo; Belluschi, Legrottaglie, Spolli; Barrientos, Izco, Lodi, Almiron, Marchese; Bergessio, Gomez.
AC Milan (4-3-1-2): Abbiati; Zambrotta, Bonera, Mexes, Antonini; Aquilani, Ambrosini, Nocerino; Boateng; Ibrahimovic, El Shaarawy.
Inilah Skuad AC Milan Kontra Catania
Sejumlah pemain utama Milan masih harus absen untuk laga di Angelo Massimino.
Massimiliano Allegri mengumumkan 21 pemain yang masuk skuad AC Milan untuk lawatan ke markas Catania pada lanjutan Serie A malam ini.
Seperti pada sebagian besar musim, sang allenatore tak bisa menurunkan kekuatan penuh.
Thiago Silva, Alexandre Pato, Filippo Inzaghi, Mathieu Flamini, dan Antonio Cassano masih absen karena cedera. Pun dengan Mark van Bommel yang terakhir bermain saat mengalahkan Lecce 2-0 (11/3).
Djamel Mesbah serta Sulley Muntari juga harus ditepikan akibat akumulasi kartu, sementara Alessandro Nesta dan Clarence Seedorf, dua pemain gaek yang tampil bagus kala menghadapi Barcelona hari Rabu lalu, diistirahatkan.
CATANIA VS AC MILAN: Kesempatan Menjauh Dari Si Nyonya Tua
Pemimpin Seri-A Italia, AC Milan, berkesempatan untuk memperlebar jarak dengan rival terdekat, Juventus, begitu bertandang ke markas Catania, Stadion Angelo Massimino, Sabtu (31/3/2012) malam WIB. Peluang Milan menambah tiga poin pekan ini lebih besar ketimbang Si Nyonya Tua, sebutan Juve, yang akan menghadapi tim kuat Napoli, dua hari berselang.
Hanya terpaut empat angka dari Juve, posisi Milan yang mengoleksi 63 poin memang belum aman karena masih ada sembilan laga tersisa. Jika poin penuh bisa dibawa pulang Rossoneri, sebutan Milan, maka gap tujuh angka bisa membuat tenang pelatih Massimiliano Allegri yang harus membagi fokusnya di Liga Champions.
Meski tak sekuat Napoli, Catania tak bisa dibilang tim yang kacangan yang mudah ditaklukkan. Klub Sicilia yang kini menempati peringkat tujuh di tabel klasemen ini menunjukkan performa baik dalam tujuh laga terakhir yang tanpa kalah. Empat di antaranya berhasil dimenangkan.
Skuat besutan Vincenzo Montella ini sukses menekuk Fiorentina dan Lazio sebelum menahan imbang 2-2 Napoli di laga terakhir. Gaya bermain yang sangat hati-hati, membuat Catania termasuk salah satu tim yang memiliki benteng pertahanan paling terorganisasi. Dalam situasi tertentu, mereka kerap menerapkan formasi 5-3-2 yang membuat lini belakang mereka sulit ditembus.
Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi bomber haus gol Milan, Zlatan Ibrahimovic, yang gagal memecahkan telur saat bermain di kandang sendiri menghadapi Barcelona di Liga Champions dua hari lalu.
Milan hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan raksasa Catalan itu. Tapi hasil imbang melawan tim sekelas Barca bukanlah sebuah hasil buruk. Karena tanpa kebobolan di kandang, peluang Milan menyingkirkan Barca menjadi lebih besar asalkan mereka tak kalah dan bisa mencetak skor di leg kedua di Camp Nou.
“Itu (imbang melawan Barcelona) merupakan hasil positif meski kami tak beruntung untuk mencetak skor,” ujar penyerang Milan, Maxi Lopes, seperti dikutip acmilan.com, Jumat.
Saturday, 3 March 2012
Massimiliano Allegri: Jangan Sepelekan Palermo!
Milan ingin mengakhiri rekor buruk di Renzo Barbera sejak 2006 lalu.
Massimiliano Allegri meminta para pemainnya melupakan kontroversi pada pertandingan melawan Juventus pekan lalu dan hanya fokus ke laga kontra Palermo, Sabtu (3/3). Allegri menegaskan Rosanero bukan lawan mudah dan laga yang dihelat di Renzo Barbera tidak kalah penting dari duel melawan Bianconeri.
"Palermo? Ini gim sulit karena kami tak pernah menang di Palermo selama enam tahun. Di laga kandang mereka tampil lebih baik, jadi saya pikir ini akan penting untuk ke jalur juara. Palermo banyak mengubah pemain dalam beberapa tahun terakhir, tapi mereka memiliki mental yang sama di markas sendiri."
"Mereka tim yang memiliki kecepatan dan teknik. Di barisan tengah mereka sangat terorganisir. Semua orang tahu pentingnya pertandingan ini: kami harus tampil baik dan mencoba meraih tiga poin."
"Masih banyak laga tersisa, tapi selama kompetisi ada beberapa pertandingan lebih penting dibanding yang lain dan saya pikir laga ini signifikan."
"Bisa bertahan di posisi puncak klasemen akan sangat penting," pungkas Allegri.
Rossoneri masih menempati puncak klasemen Serie A Italia dengan keunggulan satu poin atas Juventus, yang memiliki kelebihan satu laga.
source : goal.com
Friday, 24 February 2012
Banding Ditolak, Zlatan Ibrahimovic Absen Lawan Juventus
Ibra dipastikan tak dapat memperkuat Milan saat menjamu Juventus.
Zlatan Ibrahimovic dipastikan urung memperkuat AC Milan saat menjamu Juventus dalam grande partita Serie A akhir pekan ini menyusul penolakan Komisi Disiplin Lega Calcio terhadap banding I Rossoneri.
Milan sebelumnya mengharapkan pengurangan hukuman dari tiga menjadi dua laga untuk striker Swedia itu, yang dinyatakan bersalah karena menampar bek Napoli, Salvatore Aronica.
Ibra sudah absen dalam gim melawan Udinese serta Cesena, yang berarti mantan penyerang Barcelona itu akan bisa merumput kontra Juve kalau banding dikabulkan. Sayang, Komdis Lega Calcio ternyata tetap teguh pada sanksi awal.
Pihak klub, yang bersikeras hukuman buat Ibra semestinya maksimal dua laga, mengungkapkan kekecewaan atas kegagalan banding ini.
"Ini tak adil karena kasus ini diperlakukan sebagai kasus kekerasan, padahal tidak begitu. Ini kesalahan legal serius," demikian pernyataan resmi Milan.
Source : goal.com
Saturday, 18 February 2012
Christian Abbiati: AC Milan Belum Pikirkan Juventus
Persaingan scudetto antara Milan dan Juventus makin tegang saat keduanya bertemu 25 Februari mendatang.
AC Milan kini memegang capolista dengan keunggulan satu poin dari Juventus, meski Bianconeri memegang keunggulan satu laga. Kedua tim itu akan bertemu di San Siro, 25 Februari mendatang.
Namun, kiper Christian Abbiati menegaskan Rossoneri hanya akan memikirkan big match kontra Juventus, setelah melakoni partai melawan Cesena, Minggu (19/2).
"Kami tak memikirkan pertandingan melawan Juventus," kata kiper usia 34 tahun kepada Milan Channel. "Kami semua konsentrasi ke pertandingan Minggu ini melawan Cesena. Baru pada Senin, kami akan mulai memikirkan Juventus."
Di atas kertas, Milan layak diunggulkan atas Cesena. Selain beda kelas, Rossoneri juga baru mendapat motivasi berlipat usai mengalahkan Arsenal 4-0, Kamis (16/2) dini hari WIB. Namun, fakta bawah Cesena berambisi keluar dari zona degradasi justru dikhawatirkan Abbiati.
"Pertandingan melawan Cesena sangat penting. Kami tidak melihat ke papan klasemen karena mereka memperkuat skuad pada Januari lalu dan saat ini bermain bagus."
"Juga fakta kami akan bermain di lapangan sintetis dan itu tidak pernah mudah -- meski belakangan ini kami latihan di lapangan seperti itu di Manuzzi," tutup Abbiati.
Source : goal.com
Saturday, 11 February 2012
Massimiliano Allegri Sanggah Krisis AC Milan
Allegri tidak terlalu mencemaskan hasil minor Milan belakangan ini, tapi tim harus kembali ke trek kemenangan, dimulai dengan laga kontra Udinese.
AC Milan akan menyambangi Udinese, Minggu (12/2) dini hari WIB, dengan hasil negatif di tiga partai sebelumnya, imbang melawan Napoli dan kalah dari Lazio serta Juventus. Namun, allenatore Massimiliano Allegri membantah Milan dalam krisis.
"Saya tak berpikir Milan krisis. Kami masih berjuang di semua kompetisi, meski Juventus lebih dekat ke final Coppa Italia dibanding kami," tandas Allegri.
"Sulit membuat prediksi, tapi yang terpenting mengumpulkan poin lagi. Kami kalah di tiga dari lima partai terakhir, kami harus meningkatkan hasil."
Allegri juga sadar betul Milan butuh kerja keras untuk membawa pulang poin penuh dari Udinese, tim dengan rekor kandang terbaik di Serie A musim ini, 10 kemenangan dari 11 partai.
"Bicara taktik, ini akan menjadi laga sulit. Kami akan membutuhkan kesabaran. Kami harus berhati-hati, baik dalam menyerang dan bertahan."
"Satu momen kesalahan dan kami akan mendapat masalah," pungkas mantan arsitek Cagliari itu.
Source : Goal.com
Wednesday, 21 December 2011
Massimiliano Allegri: AC Milan Monoton? Yang Penting Tiga Poin!
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mengakui tim besutannya tidak tampil cantik saat meraih kemenangan atas Cagliari dini hari tadi, tetapi dia menyebut tiga poin yang diraih sangat berharga dalam perburuan Scudetto.
Sang jawara Italia itu unggul dua gol berkat bunuh diri Francesco Pisano dan aksi istimewa Zlatan Ibrahimovic. Kemenangan ini membawa Milan unggul satu poin atas Juventus yang masih menyisakan satu laga melawan Udinese.
"Pertandingan tadi tidak indah tetapi sangat penting bagi kami meraih tiga poin sekaligus memastikan posisi paling baik sebelum tahun baru," ungkap Allegri saat konferensi pers.
"Akhir pekan lalu Milan menjalani laga sulit, saya melihat adanya keletihan dari para pemain."
Allegri kemudian memuji penampilan Ibrahimovic yang mencetak satu gol untuk menyegel kemenangan.
"Ibrahimovic terlihat menikmati pertandingan dan mencetak gol. Dia memiliki kemampuan luar biasa dan kehadirannya sangat penting bagi klub."
Source : goal.com
Friday, 2 December 2011
Lawan Milan, Nostalgia Untuk Kaladze
Kakha Kaladze akan memimpin rekan-rekan setimnya di Genoa untuk menghadapi bekas klubnya, AC Milan dini hari nanti dan ia mengaku jika laga tersebut akan emosional untuknya.
Pemain veteran asal Georgia itu menghabiskan hampir satu dekade bersamaRossoneri sejak diboyong senilai 16 juta euro dari Dynamo Kyiv di tahun 2001, dan memainkan berbagai peran di Milan - mulai dari bek kiri, bek tengah hingga gelandang bertahan.
Namun Agustus 2010 lalu ia mengakhiri kebersamaan bersama Milan dan hijrah ke skuad Il Grifoni.
"Bermain melawan Milan tak akan pernah seperti laga lainnya bagi saya," tutur bek berusia 33 tahun itu.
"Saya berutang segalanya pada Rossoneri dan saya akan selamanya berterima kasih pada mereka."
"Meski demikian saya bahagia di Genoa. Saya menyatu dengan baik di kota ini, atmosfer di seputar klub sungguh bagus dan fans juga fantastis."
Musim ini Kaladze sudah turun bermain dalam tujuh pertandingan Serie A bersama Rossoblu.
Pemain veteran asal Georgia itu menghabiskan hampir satu dekade bersamaRossoneri sejak diboyong senilai 16 juta euro dari Dynamo Kyiv di tahun 2001, dan memainkan berbagai peran di Milan - mulai dari bek kiri, bek tengah hingga gelandang bertahan.
Namun Agustus 2010 lalu ia mengakhiri kebersamaan bersama Milan dan hijrah ke skuad Il Grifoni.
"Bermain melawan Milan tak akan pernah seperti laga lainnya bagi saya," tutur bek berusia 33 tahun itu.
"Saya berutang segalanya pada Rossoneri dan saya akan selamanya berterima kasih pada mereka."
"Meski demikian saya bahagia di Genoa. Saya menyatu dengan baik di kota ini, atmosfer di seputar klub sungguh bagus dan fans juga fantastis."
Musim ini Kaladze sudah turun bermain dalam tujuh pertandingan Serie A bersama Rossoblu.
Kesempatan Rebut Capolista
Sukses Napoli menahan imbang pemuncak klasemen Juventus mendapat apresiasi dari kubu AC Milan. Sebab, dengan hanya menambah satu poin, Juve kini hanya unggul dua poin dari Milan yang menguntit di posisi kedua klasemen sementara.
Nah, Milan pun punya kesempatan untuk menggeser posisi Juve. Syaratnya, Rossoneri-julukan AC Milan harus bisa mengalahkan Genoa di Luigi Ferraris dini hari nanti (siaran langsung Indosiar pukul 02.30 WIB). Memang, jika Milan menang, takhta itu hanya bersifat sementara. Sebab, Juve bisa merebutnya kembali Minggu lusa (4/12) kalau mampu mengalahkan Cesena. "Kemenangan melawan Genoa akan memberikan tekanan buat Juve," kata Massimiliano Allegri, pelatih Milan kepada Sky Italia.
Allegri mengingatkan bahwa tak mudah menaklukkan Genoa di Luigi Ferraris. Pasalnya, Genoa memang menjadikan Luigi Ferraris sebagai lumbung poin. Terbukti, anak asuh Alberto Malesani itu belum terkalahkan di laga kandang.
Tapi, melihat daya gedor Milan ketika menggasak Chievo Verona 4-0, Allegri yakin bisa menodai rekor kandang Genoa. Dia juga percaya cedera yang menimpa Alessandro Nesta dan kiper Christian Abbiati tak akan menjadi kendala. Bagi sebagian penggawa Genoa seperti Kakha Kaladze dan Alexander Merkel, laga melawan Milan tak ubahnya seperti reuni.
"Setelah melalui musim lalu yang menyenangkan, saya senang bisa berada di Genoa. Saya juga senang karena Milan masih memperhatikan saya," kata Merkel kepada Sky Sport.
Nah, Milan pun punya kesempatan untuk menggeser posisi Juve. Syaratnya, Rossoneri-julukan AC Milan harus bisa mengalahkan Genoa di Luigi Ferraris dini hari nanti (siaran langsung Indosiar pukul 02.30 WIB). Memang, jika Milan menang, takhta itu hanya bersifat sementara. Sebab, Juve bisa merebutnya kembali Minggu lusa (4/12) kalau mampu mengalahkan Cesena. "Kemenangan melawan Genoa akan memberikan tekanan buat Juve," kata Massimiliano Allegri, pelatih Milan kepada Sky Italia.
Allegri mengingatkan bahwa tak mudah menaklukkan Genoa di Luigi Ferraris. Pasalnya, Genoa memang menjadikan Luigi Ferraris sebagai lumbung poin. Terbukti, anak asuh Alberto Malesani itu belum terkalahkan di laga kandang.
Tapi, melihat daya gedor Milan ketika menggasak Chievo Verona 4-0, Allegri yakin bisa menodai rekor kandang Genoa. Dia juga percaya cedera yang menimpa Alessandro Nesta dan kiper Christian Abbiati tak akan menjadi kendala. Bagi sebagian penggawa Genoa seperti Kakha Kaladze dan Alexander Merkel, laga melawan Milan tak ubahnya seperti reuni.
"Setelah melalui musim lalu yang menyenangkan, saya senang bisa berada di Genoa. Saya juga senang karena Milan masih memperhatikan saya," kata Merkel kepada Sky Sport.
Allegri: Lawatan ke Marassi Selalu Sulit
Malam ini ada satu laga Serie A bakal dimainkan, tuan rumah Genoa akan ditantang olehAC Milan yang datang melawat ke Luigi Ferraris yang ada di wilayah Marassi.
Tim tamu yang datang jelas menargetkan poin penuh, sebab runner up Clasiffica sementara Serie A tersebut berpeluang mengkudeta Juventus dari Capolista jika bisa memang di sana.
Pelatih Rossoneri, Massimiliano Allegri pun membeberkan sasaran yang ingin ia raih untuk laga dini hari nanti itu. Hal itu seperti yang ia sampaikan di artikelFootball-Italia.net.
"Tim asuhan Alberto Malesani yang selalu terorganisir dengan baik," kata Allegri. "Bermain di Genoa adalah hal yang selalu sulit karena mereka didorong oleh dukungan penggemar mereka dan mereka akan bermain dengan intensitas."
"Kami harus melakukannya dengan baik dan memastikan bahwa kami haru memiliki sepakbola tanpa cela, itu yang Anda butuhkan untuk memenangkan pertandingan seperti ini."
Rossoneri telah mengesankan akhir-akhir ini, tapi Allegri berharap untuk menghentikan Genoa mencetak gol setelah Milan kebobolan 10 gol tandang dalam lima pertandingan away mereka.
"Kita harus meningkatkan kinerja di sisi lini belakang tim ini. Kami berhasil menjaga gawang tetap clean sheet di Fiorentina, mari berharap kami besok bisa meraih hal yang sama. "
Tim tamu yang datang jelas menargetkan poin penuh, sebab runner up Clasiffica sementara Serie A tersebut berpeluang mengkudeta Juventus dari Capolista jika bisa memang di sana.
Pelatih Rossoneri, Massimiliano Allegri pun membeberkan sasaran yang ingin ia raih untuk laga dini hari nanti itu. Hal itu seperti yang ia sampaikan di artikelFootball-Italia.net.
"Tim asuhan Alberto Malesani yang selalu terorganisir dengan baik," kata Allegri. "Bermain di Genoa adalah hal yang selalu sulit karena mereka didorong oleh dukungan penggemar mereka dan mereka akan bermain dengan intensitas."
"Kami harus melakukannya dengan baik dan memastikan bahwa kami haru memiliki sepakbola tanpa cela, itu yang Anda butuhkan untuk memenangkan pertandingan seperti ini."
Rossoneri telah mengesankan akhir-akhir ini, tapi Allegri berharap untuk menghentikan Genoa mencetak gol setelah Milan kebobolan 10 gol tandang dalam lima pertandingan away mereka.
"Kita harus meningkatkan kinerja di sisi lini belakang tim ini. Kami berhasil menjaga gawang tetap clean sheet di Fiorentina, mari berharap kami besok bisa meraih hal yang sama. "
Monday, 28 November 2011
Cukur Chievo, AC Milan Rebut Peringkat Kedua
Tampil dominan, sang juara bertahan meraih kemenangan telak 4-0 atas I Mussi Volanti di San Siro berkat sumbangan dwigol Ibra plus kontribusi Thiago Silva dan Pato.
Berondongan empat gol tanpa balas ke gawang Chievo yang seluruhnya terlahir di babak I mengatrol posisi AC Milan ke pos runner-up klasemen Serie A di giornata 13.
Zlatan Ibrahimovic dua kali masuk scoresheet untuk I Rossoneri pada laga di San Siro, Senin (28/11) dinihari WIB tersebut, sementara sepasang gol sisanya dicetak para Brasileiro, Thiago Silva dan Alexandre Pato.
Tampil dengan perubahan skuad signifikan dibanding partai Liga Champions kontra Barcelona di midweek -- Massimiliano Allegri mengganti lima pemain dalam susunan starting XI, Milan tetap menunjukkan dominasi atas sang tamu sejak awal.
Keunggulan pun langsung didapat saat waktu pertandingan belum menginjak sepuluh menit. Umpan tarik Kevin-Prince Boateng diselesaikan Thiago Silva yang menceploskan bola ke pojok kiri bawah gawang kawalan Stefano Sorrentino (8').
Tak lama berselang, Ibrahimovic menambah skor buat Milan lewat tembakan melengkung usai menerima sodoran Alberto Aquilani. Itulah gol ke-100 bomber Swedia itu sepanjang kiprahnya di Serie A.
I Mussi Volanti semakin terpuruk setelah menelan gol ketiga tuan rumah yang dilesakkan Pato pada menit ke-33. Berawal dari sebuah situasi sepak pojok, Aquilani berusaha melepaskan tendangan first-time ke arah gawang. Upaya personel pinjaman dari Liverpool itu terdefleksi, namun Pato berada di posisi tepat untuk mencetak gol.
Sempat mengancam melalui tendangan voli Michael Bradley yang hanya menyamping tipis di menit ke-40, Chievo justru menderita penalti di pengujung paruh I setelah Luciano menjegal Pato secara ilegal di kotak rawan. Ibra sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kans emas dari titik putih guna mengubah skor menjadi 4-0.
Pascarehat, Milan terus melanjutkan kedigdayaan dari segi penguasaan permainan yang nyaris berbuah gol kelima pada menit ke-58, sayang peluang tersebut terbuang sia-sia lantaran sentuhan buruk Pato membuat bola mudah direbut Sorrentino.
Di sisa setengah jam laga, pasukan Allegri yang tampak terpuaskan dengan keunggulan telak mulai mengendurkan tempo dan sukses menjaga skor sampai peluit panjang berbunyi.
Kekalahan di kubu Chievo tak berpengaruh terhadap peringkat di klasemen. Tim besutan Domenico Di Carlo itu bertahan di urutan kesepuluh.
Zlatan Ibrahimovic dua kali masuk scoresheet untuk I Rossoneri pada laga di San Siro, Senin (28/11) dinihari WIB tersebut, sementara sepasang gol sisanya dicetak para Brasileiro, Thiago Silva dan Alexandre Pato.
Tampil dengan perubahan skuad signifikan dibanding partai Liga Champions kontra Barcelona di midweek -- Massimiliano Allegri mengganti lima pemain dalam susunan starting XI, Milan tetap menunjukkan dominasi atas sang tamu sejak awal.
Keunggulan pun langsung didapat saat waktu pertandingan belum menginjak sepuluh menit. Umpan tarik Kevin-Prince Boateng diselesaikan Thiago Silva yang menceploskan bola ke pojok kiri bawah gawang kawalan Stefano Sorrentino (8').
Tak lama berselang, Ibrahimovic menambah skor buat Milan lewat tembakan melengkung usai menerima sodoran Alberto Aquilani. Itulah gol ke-100 bomber Swedia itu sepanjang kiprahnya di Serie A.
I Mussi Volanti semakin terpuruk setelah menelan gol ketiga tuan rumah yang dilesakkan Pato pada menit ke-33. Berawal dari sebuah situasi sepak pojok, Aquilani berusaha melepaskan tendangan first-time ke arah gawang. Upaya personel pinjaman dari Liverpool itu terdefleksi, namun Pato berada di posisi tepat untuk mencetak gol.
Sempat mengancam melalui tendangan voli Michael Bradley yang hanya menyamping tipis di menit ke-40, Chievo justru menderita penalti di pengujung paruh I setelah Luciano menjegal Pato secara ilegal di kotak rawan. Ibra sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kans emas dari titik putih guna mengubah skor menjadi 4-0.
Pascarehat, Milan terus melanjutkan kedigdayaan dari segi penguasaan permainan yang nyaris berbuah gol kelima pada menit ke-58, sayang peluang tersebut terbuang sia-sia lantaran sentuhan buruk Pato membuat bola mudah direbut Sorrentino.
Di sisa setengah jam laga, pasukan Allegri yang tampak terpuaskan dengan keunggulan telak mulai mengendurkan tempo dan sukses menjaga skor sampai peluit panjang berbunyi.
Kekalahan di kubu Chievo tak berpengaruh terhadap peringkat di klasemen. Tim besutan Domenico Di Carlo itu bertahan di urutan kesepuluh.
Subscribe to:
Posts (Atom)



















